Tag Archives: K-Drama

Personal Taste Episode 7

Standar
Episode 7 : Coming Out

Paginya, Kae In cemas dan tidak pasti, aduh apa yang terjadi, apa dia bisa tertarik dengan wanita? Wanita seperti dirinya? Jin Ho tidak menyangkal dan ia berkata ia cukup mabuk semalam, “Aku tidak membuat kesalahan kan?” Kae in berkata aku meminjami-mu uang 50 ribu won, untuk menguji Jin ho.

Ternyata Jin Ho tidak membantah dan ia mengambil dompetnya, Kae in meyakinkan Jin Ho, ia hanya bercanda saja.

Jin ho dengan murung berkata, “Jika aku membuat kesalahan, aku minta maaf.” Kae in memaksakan senyum, “Itu bukan apa-apa.” Jin ho memutuskan untuk pindah, karena dia sudah dikeluarkan dari proyek Museum Dahm, jadi tidak ada alasan lagi baginya tinggal di Sanggojae.

Di museum, In Hee memperlakukan Kae In dengan dingin. In Hee sengaja menelepon Jin ho dan berakrab-ria padahal di sana Jin ho biasa saja. Kae in dengar In hee menawarkan minum pada Jin ho untuk menghiburnya.

Kae in tanya ada apa, dan In hee menjelaskan bahwa Jin Ho kehilangan kesempatan dalam proyek museum Dahm. In hee menuduh KAe In, “Teman macam apa kau ini, tidak tahu apa yang terjadi pada Jin Ho. Kau selalu saja seperti ini. Kau bertingkah manis, tapi akhirnya kau hanya melihat apa yang ingin kau lihat.”

Kae in merasa bersalah tapi ia langsung semangat lagi, Kae in melihat boneka di jendela toko dan ia pikir itu mirip Jin Ho, jadi Kae in membelinya (bukan boneka kucing dengan rambut ikal kan…haha..), Kae in masak untuk Jin Ho, saat makan, Jin ho yang berpikir akan pindah, mulai menasihati Kae in.

Kae In berkata memikirkan kalau Jin Ho akan pindah sudah membuat selera makannya hilang. Jin Ho langsung menasihati agar Kae in menghentikan kebiasaan jeleknya itu, terlalu gampang lengket dengan orang. Jin Ho mengusulkan tes terakhir besok, untuk melihat apa Kae in belajar sesuatu dari pelajarannya. Jin ho akan pura2 jadi pacar Kae in untuk mengetesnya.

Kae In keluar untuk membuang sampah, dan ia melihat Chang Ryul yang mabuk di tangga luar. Chang Ryul tidak berniat untuk datang ke Sang Go jae, tapi ia ingin bicara dan tidak ada yang mendengarnya. Chang Ryul mengeluh, ibu kandungnya akan pindah ke Afrika. Ibunya tidak bisa datang ke pernikahannya karena ayahnya, dan sekarang ibunya hanya ingin memasak untuk anaknya dan menantunya sebelum ia pergi. Ibunya tidak tahu Chang Ryul dan In hee putus.
Kae In berkata, In hee yang seharusnya mendengar ini dan bukan dirinya. Chang ryul berkata bahwa In hee hanya suka Chang Ryul dari fantasi Kae In, dan berkaat bahwa ia lebih baik saat bersama Kae In dulu.

Jin Ho mendengar percakapan mereka dari dalam, wajahnya berubah saat dengar apa yang diminta Chang Ryul pada Kae In. (tidak kedengaran ). Chang Ryul mengaku bahwa ini permintaan yang gila dan ia minta maaf, tapi Chang Ryul putus asa.
Kae In berkata bagaimana Chang ryul bisa minta ini padanya? Tapi Chang ryul menangis dan berkata wanita itu adalah ibu kandungnya, bukan hanya salah satu dari ibu tirinya. Ayah Chang ryul sudah menganggap ibu kandungnya meninggal.

Kae In masuk dan ia tanya pada Jin ho apa mereka bisa mengundur kencan pura2 mereka? Ada temanku yang baru punya bayi dan aku ingin membantunya. Jin Ho tahu Kae in bohong, Jin Ho kesal karena Kae In mau menanggapi Chang Ryul lagi, Jin Ho hanya menanggapi dingin.

Ini boneka singa kan..? LMH pernah berkata ia seperti singa haha…(Bonekanya bisa dilihat di sini, kayanya boneka itu deh dikasih baju, hadiah fans dari Jepang)

Mirip kan…?

Kae In merasa terluka dengan jawaban Jin Ho, dan ia berkata pada Jin no (boneka itu), bahwa ia mengerti perasaan Jin Ho. Karena pekerjaan-nya tidak berjalan baik.

Kae in mengeluh apa Jin Ho tidak bisa marah seperti orang normal layaknya mengapa Jin ho melampiaskan padanya?

Kae In memutuskan untuk minta maaf karena membatalkan kencan mereka dan ia lihat Jin Ho akan keluar, apa ia boleh ikut? Saat di mobil, KAe in berteriak ke arah jendela, ia menjelaskan pada Jin ho, masalahnya adalah Jin ho menahan semuanya dalam hati itu bisa membuat Jin ho sakit, seharusnya Jin ho mengeluarkan semuanya seperti dirinya.

Jin ho mencoba berteriak, pertama hanya keluar suara “Ya”, lalu Kae In mendesak agar Jin Ho mencoba lagi, lebih keras lagi dan Jin ho akhirnya bisa teriak YAHHH!! lalu teriak mati kalian!! Mobil mereka berhenti di tepi sungai, Kae in mengusulkan agar Jin Ho melakukan tes terakhirnya di sini, ia siap.

Jin Ho berkata dengan serius, “Jangan menyukaiku karena aku tidak mencintaimu.” Kae in kaget tapi ia menyadari ini tes, jadi dia lega. Jin Ho meneruskan skenario-nya, pura2 menjadi pacar yang mencoba mencampakkan Kae in dan tidak pantas menerima rasa kasihan dari Kae in. Jin Ho, “Aku berpacaran denganmu hanya karena kau mengingatkanku pada mantan pacarku yang tidak bisa kulupakan, jika kita terus berpacaran, bisa saja aku memanggil namamu dengan nama mantanku, dan aku mungkin ingin kau bersikap seperti mantanku. Apa kau tidak apa-apa kalau aku seperti itu?”

Kae In menjawab dengan pelan, “Karena aku mencintaimu, dan kita seharusnya mendengar orang yang kita cintai…”

Jin ho kesal dan menarik Kae in, kau ini, apa ini yang sudah kuajarkan padamu? Kau jadi bodoh lagi kan, membuat pria bisa menyakitimu lagi. Kae In berkata, kata2 itu keluar begitu saja. Kae in, “Lalu apa yang seharusnya kukatakan? karena cinta kau menyingkirkan harga dirimu, iya kan?”

Jin Ho, “Cinta tidak membuatmu kehilangan harga diri, cinta membantumu menjaga harga dirimu. Jangan mudah percaya pada siapapun, atau mudah jatuh cinta pada siapapun, atau dengan mudahnya memaafkan siapapun.” Kae in berjanji akan mencobanya, tapi Jin ho berkata pada dirinya sendiri, kalau demikian, tidak seharusnya kau setuju membantu si brengsek Chang Ryul itu. Kau tidak pernah berubah.

mirip Andy Lau ngga sih LMH ini…?

Jin Ho menurunkan Kae in di rumah dan ia pergi lagi. Ketika pulang, Jin Ho membawa mawar dan meletakkan-nya di depan pintu kamar Kae In. Paginya, Kae in menemukan mawar itu, Jin ho mengatakan agar Kae in ingat mawar itu punya duri.

oh I love them hahaha..

Di kantor, Sang jun mendapat telp dari young sun. Sang Jung, “Unni?” (benar2 menggelikan, Sang jun berperan sbg gay yg ceweknya, geli tapi salut juga buat Sang jun, soalnya Sang jun ini normal lho.)

Young Sun memberikan produk perawatan kulit untuk Sang jun. Membuat Sang Jun kesal dan ia mengaku kalau ia bukan gay, tapi langsung berkata bahwa ia bercanda. ha? Young sun bertanya pada Sang jun sesuatu yang tidak bisa ditanyakannya pada Kae in, bagaimana dirinya sebagai wanita? apa ia sudah kehilangan daya tarik? Sang jun, “Tentu saja tidak, Young sun punya bentuk tubuh bagus dan sangat menarik!!”

Sang Jun memuji-muji Young Sun dan Youn Sun senang2 saja.

Sang Jun heran dengan dirinya sendiri, ia bergumam, “Aku pikir aku kecanduan dengan gaya gay ini.”

Di Sang Go Jae, Jin ho pulang dan ia melihat Kae In yang siap2 akan pergi dengan Chang ryul. Kae In mengarang cerita mengenai temannya yang baru melahirkan tapi Jin ho jelas tahu itu bohong.

ha..Manager Jang..?

Benar saja, Chang ryul minta Kae in pura2 jadi In hee untuk bertemu dengan ibunya (nah yang kaya gini ini memang pantas di marahin, Jin ho benar, cewek mana coba yg mau pura2 jadi istri mantan-nya? apalagi kalau sebelumnya ia sudah dikhianati? ya pantas kalo Jin ho marah, sigh..)

Saat makan, Kae in lebih banyak diam dan terus makan. Kae in merasa bersalah pada Jin Ho karena sudah bohong. Kae in pergi ke kamar mandi dan ia melihat bayangan-nya dengan kesal, apa yang sebenarnya kulakukan?

Ibu Chang Ryul tanya mengenai proyek Dahm dan Chang Ryul berkata ayahnya ikut campur dan membuat Jin ho tidak mungkin mendapatkan tender. Ibu Chang ryul menganggap itu sebagai keuntungan. Kae In mendengar percakapan mereka dan menyadari bahwa kedua keluarga ini punya sejarah sendiri.

Ibu Chang Ryul memberikan bros pada Kae In, Kae in mau menolaknya tapiibu Chang ryul memasangkan bros itu dan minta Kae in menerimanya. Sampai di rumah, Kae in mengembalikan bros itu pada Chang ryul. Kae in masuk dan Jin ho menunggunya, tapi Kae in langsung lari ke kamar mandi dan muntah. Jin ho menepuk2 punggungnya.

Kae in masih merasa sakit dan minta Jin ho menusuk jarinya (cara tradisional menyembuhkan gangguan perut/lambung) Jin Ho menolaknya, tapi Kae in balik muntah lagi, akhirnya Jin ho setuju.

Caranya, pijat dulu lengan ke arah jari untuk melancarkan peredaran darah, lalu ikat benang di jempol untuk menahan darah, tusuk kulit di atas kuku dengan jarum steril sehingga keluar darah yang warnanya hitam, setelah itu akan sembuh. Dan tidak mual lagi. Sirkulasi darah akan bebas.

Jin Ho mengambil jarum, menutup matanya dan menusuk, Kae in menahan sakit tapi ternyata berhasil.

Kae in tanya apa ayah Jin ho kenal ayah Chang Ryul dan Jin Ho cerita ayah Chang ryul ternyata adalah karyawan di Mirae dan Ayah Jin ho yang menjalankannya, ayah Chang ryul bekerjasama dengan saingan Mirae dan menguasai perusahaan. Kae in meminta Jin Ho tidak menyerah, ini bukan Jin ho dan tidak adil baginya kehilangan tender hanya karena saingan-nya menggunakan cara2 licik untuk menahannya. (benar, menurut pengalaman, prsh besar boleh saja mengerahkan uang, tp jika otaknya ada pada kita, prsh besar tetap saja akan mencari kita, so don’t give up.)

Kae in menawarkan untuk memasak buat Jin ho, tapi Jin ho menolaknya. Jin ho sudah senang Kae in berniat menghiburnya. Jin Ho dengar bahwa Do bin suka menyendiri di villa, Jin ho mengunjunginya. Do bin sedang memancing dan Jin ho menemaninya. Do Bin tahu Jin ho datang karena proyek museum. Jin ho berkata, “Ngobrol dengan teman tampaknya lebih baik sekarang ini.”
Keduanya duduk memandangi permukaan air, Do Bin tanya, “Apa Jin ho pernah mengaku perasaan-nya pada seseorang? aku pernah melakukannya sebelumnya sekali dengan adik kelasku di universitas.”

Jin Ho mengaku punya pengalaman sama, dan mengaku dia punya masalah dalam hubungan cinta, Jin ho merasa bahwa cinta menuntutnya melakukan terlalu banyak hal.

Do bin mengaku perasaan-nya dan mereka bersama sebentar tapi Do bin merasa bahwa cintanya adalah racun dan ia memutuskan hubungan duluan. Saputangan yang ia pinjamkan pada Jin ho itu, adalah satu2nya kenangan baginya. Jin ho berkata,”Saputangan itu cukup berharga bagimu untuk dipinjamkan padaku” Do bin merasa itu terjadi agar mereka bisa jadi teman. Jin Ho pulang ke Sang go Jae dengan lebih semangat, ia memandang langit malam dan berkata pada Kae in, “Aku akan merindukan langit dari Sang Go Jae.” Kae in, “Kau bisa tinggal di sini selama yang kau suka.”

Paginya di museum, Do Bin berkata pada Kae in bahwa ia mungkin akan meninggalkan pekerjaan-nya. Tapi Kae in tenang saja, pekerjaan Kae in di museum ini tetap aman. Do Bin akan mulai memperjuangkan agar proyek museum Dahm ini tetap fair. Jika ia berhasil, ia akan tinggal. Tapi jika tidak ia akan pergi.

Do bin mengatakan ini pada Kae in sekarang, takutnya ia tidak punya kesempatan lagi. Kae in tidak tahu harus berkata apa, ia hanya memanggil Do bin, “Pak! Berjuang!!” Do bin tersenyum melihat Kae in.

Tim dari Mirae, Presdir Han, Chang ryul dan juga sekretarisnya tiba untuk minta briefing tentang museum dan mereka melihat Kae in keluar dari museum. Sekretaris mereka lapor kalau Kae in bertanggung jawab merancang bagian untuk anak2 di museum ini karena ia putri Park Chul Han. Ayah Chang Ryul langsung menendang Chang Ryul, mengapa ia bisa begitu bodoh, mencampakkan putri arsitek legendaris.
Di kantor Jin ho, Sang jun dan Tae hoon muncul dengan sweater yang sama. Sang jun mengambil sweater Jin Ho, sedang Tae hoon memutuskan untuk mengikuti Jin ho agar bisa menarik perhatian Hye Mi. Sang jun dan Tae Hoon berkeras agar salah satu dari mereka ganti baju.

Jin Ho masuk dan tidak memusingkan keduanya, ia justru memikirkan ciuman-nya dengan Kae in waktu itu, apa yang salah dengannya. Tae hoon dan Sang Jun masih berdebat mengenai sweaternya dan sweater Sang jun kena kopi, nah Tae hoon berusaha melepaskan sweater Sang jun, dan saat itulah Kae in masuk. Kae in salah paham lagi. Sang jun otomatis membela diri, “Ini tidak seperti yang kelihatan” dan ia langsung membawa Kae in ke ruangan Jin ho. Sang jun sempat menggoda dan berkata pada Jin ho, “Kau tahu kau satu2nya untukku, iya kan?”

Jin ho mengusir Sang jun dan menjelaskan pada Kae in, aku tidak pernah kencan dengan satupun dari mereka. Kau salah paham sejak awalnya. Kae in tidak begitu menangkap, dan jin ho berkata sebenarnya aku bukan g–

Tiba2 Sang Jun masuk lagi dan mengganggunya, Jin ho mendorong hyung-nya keluar lagi dan mencoba menjelaskan lagi pada Kae in, tapi saatnya sudah hilang. Kae in ingat alasannya datang ke kantor Jin ho, ia berkata Do bin mengatakan padaku bahwa masih ada kesempatan untuk Jin ho, Do Bin akan berjuang. Jin Ho, “Kau bisa mengatakan ini lewat telp.” Kae in, “Tapi aku ingin langsung melihatmu tersenyum.”
Chang Ryul menunggu Kae in di museum dan ia kaget saat Kae in datang bersama Jin Ho. Kebetulan, ada teman lama Chang Ryul (bule!) Mereka ngobrol dan ia datang karena ada hubungan dengan DO bin. Pria itu menjelaskan bahwa ia kenal Do bin dan berkata, “Mr. Choi is…special” (beneran ini bule ngomong bhs Inggris)
Jin Ho menemui Do bin dan mengembalikan saputangan-nya dan berterima kasih pada Do bin karena memperjuangkan proyek ini demi kepentingannya. Ia sangat menghargainya apapun hasilnya nanti. Do bin berkata, “Apa kau tahu, jika aku bersamamu, semangatku timbul.” Jin ho merasa ini pujian dan ia merasa sama. Do Bin tanya lagi, “Lalu apa kau tahu aku menyukaimu?” Jin ho membalas, “Aku menyukaimu juga.” (tp suka disini beda, hehehe…)

Chang Ryul ingin menegaskan lagi, apa itu benar? Bule, “Kau tahu..oh kau tidak tahu? Mungkin aku seharusnya tidak bicara ini..tapi apa kau mau tahu?” Yang disukai Tuan Choi adalah pria.
Jin ho terlihat tertegun. Do bin mengaku ia mulai merasakan sesuatu saat presentasi Dream Art center dan saat ia dengar keadaan Jin Ho sebenarnya (kalo Jin ho gay), Do bin merasa mereka ada hubungan spesial.

Jin ho tergagap ia bingung mau jawab apa. Do Bin berkata ia belum pernah mengakui perasaan-nya pada orang lain sebelumnya. tapi ia percaya bahwa Jin ho akan mengerti bagaimana perasaannya. Do bin perlu mengumpulkan keberaniannya untuk mengaku ini. Do bin tidak mau jawaban sekarang, mereka berdua punya waktu untuk berpikir.

Jin Ho keluar dari ruangan Do Bin dengan lunglai, ia diam saja. Chang Ryul menunggunya. Jin Ho malas meladeni Chang ryul, tapi Chang ryul berkata, “Yang terhormat Jeon Jin Ho tidak akan mungkin pura2 jadi pria gay untuk menarik perhatian Direktur Choi kan? Kukira kau berkata ingin bertarung dengan tangan kosong, adil dan sama, sialan kau.” Chang ryul menarik bahu Jin Ho. Jin Ho memukulnya.

Chang Ryul, “Jadi benar, aku tidak mengira kau serendah ini menggunakan orientasi seksual Do bin untuk kepentingan pribadimu.” Jin Ho, “Aku tidak pernah memanfaatkan Do bin.” Chang Ryul tidak percaya, “Lalu apa? apa kalian kencan? Mengapa selalu ada di sini?”

Jin Ho melihat Do Bin berdiri di dekat mereka, Do Bin mendengar semuanya dan Chang Ryul menantang Jin ho, “Kau ini memanfaatkan Do bin atau kau benar2 gay? Apa ada pilihan yang lain?”
Ada orang ke-4 mendengar mereka. Park Kae in tapi Jin ho tidak melihatnya. Jin ho bingung, ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya dan melukai perasaan Do Bin, Jin ho tidak ingin membuat malu Do bin dan membuatnya seperti memanfaatkan Do bin seperti tuduhan Chang ryul.

Atau ia bisa bohong untuk menjaga perasaan Do Bin dan membuat dirinya dihina Chang Ryul. Akhirnya Jin ho mengambil keputusan, “Kau benar. Aku adalah…gay.” (oh..pusing, pusing deh..)

Kae in menjatuhkan barang bawaan-nya. Jin Ho menoleh dan melihatnya. Chang Ryul kaget, “Benar? jadi kau bukan benar2 pria?” (Orang Korea menganggap pria gay bukan pria yang sebenarnya.) Kae in muak dan marah dengan sikap Chang Ryul. Kae in langsung minta Chang Ryul berhenti. Do bin pergi diam2. Kae In berkata pada Chang Ryul, “Siapa kau berani menghinanya? Bukan keinginan Jin Ho kalau ia dilahirkan seperti ini. Jadi jika pria mencintai wanita, dia adalah pria..tapi dia bukan pria jika mencintai pria lain? apa kau benar2 pria..itulah mengapa kau menyakiti hatiku?”

Jin ho mencoba menghentikan mereka tapi tidak digubris, akhirnya Jin ho teriak pada Kae in untuk menghentikannya dan dengan marah Jin ho pergi. Kae in mengikuti Jin ho ke mobil, ia mohon agar Jin ho bicara dengan-nya. Jin ho, “Tentang apa? Tidak ada yang bisa kukatakan.” Jin ho masuk ke mobil dan pergi.
Chang Ryul mengikuti Kae in dan ingin tahu hubungannya dengan Jin Ho. Mengapa Kae in memihak “orang kotor” itu? Chang Ryul, “Apa kau kencan dengan pria gay sekarang?” In Hee datang tapi mereka tidak melihatnya.

Kae in menampar Chang Ryul, “Kotor? Apa yang kotor? Mengapa Jin Ho kotor? Pria atau wanita, orang mencintai orang lain. Kau tidak pernah benar2 mencintai siapapun. Siapa kau, menyebut Jin Ho kotor?”

Chang Ryul terperanjat, “Kau tidak seperti ini ketika aku putus denganmu dulu.”

Kae in membenarkan, “Dulu aku tidak bisa mengatakan apapun, aku dulu benar2 bodoh dan tolol. Tapi sekarang tidak lagi, Jin ho pasti sudah mengubahku.”
Sementara Jin Ho menyetir dengan frustrasi dan sembarangan.

Personal Taste Episode 6

Standar
Episode 6 : Teman Serumah Yang Manis

Kae In : “Apa salahku mengapa kau menyiramku dengan air?” Jin ho marah besar dan menyeret Hye Mi yang berteriak2 dan Tae hoon keluar dari lokasi pesta. Kae In mengeringkan wajah di toilet wanita dan tiba2 perutnya sakit, ia langsung masuk ke kamar mandi dan ternyata ooo..hehe biasa penyakit bulanan cewek..
Chang Ryul mendekati Jin ho,”Mengapa Kae In harus menderita karena berkencan denganmu?” Jin Ho, “Pria yang berdiri di altar dengan teman baik Kae In seharusnya tidak memusingkan hal ini, iya kan?”

Kae In akhirnya menelepon Jin ho. Jin ho langsung bergegas ke kamar mandi, “Kau baik2 saja kan?” Kae In, “Aku tidak apa2, tapi aku ingin minta tolong..aku perlu itu..kau tahu..itu sesuatu dengan sayap.”

Jin Ho, “Apa yang punya apa? Siapa yang punya sayap?”
Jin Ho berlari dan masuk ke waserda. Ia langsung menemukan yang ia cari, Jin Ho mendekati rak hanya..ada 3 gadis manis yang berdiri di dekat rak itu dan mereka memandang Jin ho dengan penuh kekaguman.

Jin Ho malu, ia berdiri dekat rak pura2 membaca buku, lalu ia taruh, ia mengambil apa ya seperti gilette gitu tapi buat cewek, terus Jin ho meraih pembalut dan kabur….
Ketiga gadis manis itu menyoraki Jin Ho dari jendela kaca…hahaha
Jin Ho menyelipkan pembalut itu di bawah pintu kamar mandi. Saat Kae In keluar Jin ho mengomel, “Kau ini katanya wanita, tapi tidak menyiapkan hal2 seperti itu” hehe..hei kadang2 kita cewek juga suka kelupaan, tahu.

Kae In ingin menyimpan pembalut sisanya, ia mau memasukkan tas kresek itu ke kantung Jin Ho, tapi Jin Ho jelas2 tidak mau, buang saja. Tapi Kae In tidak mau akhirnya Jin Ho mengalah, ia memasukkan tas itu ke mobilnya dan Kae in menunggu.
Chang ryul mendekati Kae in dan berkata, “Kau datang bersamanya untuk menentangku kan, untuk membuktikan padaku kan?” Kae in berkata jangan mimpi, Chang ryul sudah tidak ada artinya lagi bagi Kae in. Chang ryul berkata ia tahu bagaimana Kae In dan Kae In tidak akan bisa melupakan seseorang dengan begitu mudah.

Jin Ho datang dan ia mendengarnya, ia mau membela Kae In tapi kae in berkata pada Chang Ryul, “Kau jangan salah paham bahwa aku patah hati denganmu, aku baik2 saja tanpa dirimu.” Chang ryul tidak menyerah dan meletakkan tangannya ke bahu Kae in, “Aku tahu kau masih menyukaiku.”

Jin Ho datang dan mendorong Chang Ryul ke samping, Jin ho, “Sudah tidak ada lagi yang tersisa diantara kalian.” Lalu Jin Ho menggandeng tangan Kae in dan menuntunnya keluar. weee..gandengan lho mereka …
Di luar, Jin Ho kaget sendiri, mungkin Jin ho tidak menyangka reaksinya bisa seperti itu hehe. Kae in langsung berterima kasih pada Jin Ho dan berkata ini lebih memuaskan daripada menampar muka Chang ryul.

Mereka masih bergandengan tangan dan kemudian menyadarinya lalu melepaskan tangan dengan sedikit aneh. Jin Ho berkata, yah itulah gunanya teman,

Mereka kembali ke lokasi pesta, Do Bin berpidato mengenai proyek Museum Dahm, mengenai mimpi dan seni, Kae In jadi ingat sesuatu yang ditulis ayahnya dalam disertasinya, “Sang go Jae adalah dunia kecil yang membuat istri dan anakku bermimpi.” Kae In bergumam, “Itulah mengapa aku kasihan pada ayahku, karena aku hidup seperti orang yang tidak punya mimpi.”
Mereka kembali ke Sang go Jae, Jin ho memikirkan kata2 Kae In itu. Kae in keluar dari kamar dengan kesakitan, ia kena kram perut karena menstruasi. Kae in cari obat penahan rasa sakit ke sekeliling rumah dan ternyata obatnya habis. Sedangkan itu sudah malam dan semua toko obat sudah tutup.

Jin ho tanya apa Kae in mau pergi ke RS saja ? haha..kram karena menstruasi pergi ke RS ? diketawain Bidan …

Kae In berkata ia akan menahannya saja sampai besok pagi. Jin Ho kasihan melihat Kae in, maka Jin ho melakukan hal yang biasa kulakukan, ber-googling ria dengan keyword : bagaimana menghilangkan kram. Jin ho membuatkan teh jahe untuk Kae In dan Kae In senang sekali biarpun sakitnya belum hilang tapi ia senang karena punya teman pria yang bersedia berbagi sakit kram dengannya. Kae in minum tehnya dan tidur.

Tapi saat Jin ho mengecek Kae In lagi, Kae in masih kesakitan (yah memang ada bbrp cewek yg sakit sekali kalau sedang dapat, kalau aku sih biasanya pake kunyit,temulawak,ama gula jawa), Jin Ho akhirnya keluar dan menyalakan mobilnya.
Di rumah Jin ho, Hye Mi menangis dan ibu Jin Ho menghiburnya. Ternyata Jin ho pulang, Jin Ho minta obat penghilang rasa sakit pada ibunya. Menghindari Hye Mi dan bergegas kembali.
Sampai ke Sang go jae, Jin Ho langsung ke kamar Kae In. Kae in bergelung di lantai dan Jin Ho membangunkannya, ia memberikan obatnya dan menyuruh Kae in cepat minum. Kae in heran darimana Jin ho dapat obat, Jin ho akhirnya berkata ia pulang dulu minta pada ibunya.
Kae In terharu dan ia memeluk Jin ho. Jin ho kaget, Kae In sangat tersentuh dan berkata, aku mencintaimu, aku mencintaimu, teman.
Jin Ho merasa tidak enak dan ia langsung melepaskan Kae in tapi Kae in ada satu permintaan lagi…Kae In ingin Jin ho membantu mengurut perutnya. Jin Ho mengomel tapi lama2 ia dengan suka rela melakukannya dan Kae In berkata dengan menahan air mata, dulu biasanya In hee yang melakukan ini.

Kae in tahu bahwa seharusnya ia membenci In hee, tapi karena semua kenangan manis itu, ia susah melakukannya. Jin Ho akhirnya mengurut perut Kae in. Kae in berterima kasih dan berkata ayahnya tidak pernah melakukan ini untuknya. Jin Ho seperti ayah dan teman baginya. Jin ho merasa kasihan, berarti Kae in selama ini sangat kesepian, Jin ho menepuk2 bahu Kae In, Kae in tersenyum sambil menangis.
Paginya Young sun dan anaknya mengunjungi Kae In, ia langsung masuk dan membuka kamar Kae In. Young sun kaget sekali dan ia menutup mata anaknya, tapi anaknya dengan lucu menyingkirkan tangan maminya. Anaknya bertanya, “Ma apa bibi Kae in menikah?”

Pemandangan di depan mereka memang bisa membuat salah paham, Kae in dan Jin Ho tidur bersama di bed Kae In. Young Sun memanggil Kae in tapi justru Jin ho yang kaget, ia langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka.

Anak Young sun menyusulnya, “Kapan kau menikah dengan bibi Kae In?” Jin Ho berkata ia tidak menikah dengan bibi Kae In. Anak Young sun, “Tetapi mengapa kau tidur dengannya?” hahaha..Jin ho tidak bisa menjelaskan dan hanya mengusir anak itu dan menutup pintu. (lama2 aku pikir apa anak ini yg di BBF main ke kebun binatang ama Jandi-Junpyo itu ya….mirip)
Young Sun dan Kae In di dapur dan young sun tanya bagaimana mereka bisa tidur di ranjang yang sama, gay atau bukan. Kae in menjelaskan Jin Ho membantunya menghilangkan kram-nya.

Jin Ho benar2 orang yg baik, dan tidur di lengannya ternyata nyaman juga. Seperti tertidur di lengan ayah. Young sun heran apa Kae in ini dulu “pernah menyelamatkan negara” (ungkapan Korea, artinya kok bisa beruntung sekali.)

Young Sun datang sebenarnya mau minta tolong. Ia butuh model untuk fotonya. Young sun ingin membujuk Jin ho untuk menjadi model, ia sedang mengerjakan proyek foto dengan konsep keluarga, jadi ia butuh Jin Ho, Kae in dan anaknya sebagai satu keluarga. Jin ho menolak tapi Young sun benar2 ahli membuat orang merasa bersalah, dan anaknya juga membujuk. Akhirnya Jin ho menyerah, ia bersedia.

Apa mungkin ini anak yang sama..cuma sudah tambah besar..soalnya cara berjalan-nya mirip.

Ketiganya foto di dekat sungai dan Young sun harus mati2an mengarahkan keduanya, Jin Ho dan Kae in kaku sekali. Tapi setelah pindah ke studio dan Young sun mengarahkan agar lebih dekat, seperti saling mencium, kekakuan-nya akhirnya cair.

Young sun minta Kae in duduk di pangkuan Jin ho dan Kae in mencium pipi Jin Ho. Jin Ho refleks tersenyum karena senang dan keduanya kaget karena perasaan aneh yang tiba2 timbul.
In hee dan Chang Ryul bertengkar lagi, kali ini karena Chang ryul ingin In hee ikut makan malam dengan salah satu ibu tirinya. In Hee menolak, ia bukan tunangan Chang ryul lagi dan aneh karena Chang ryul dekat sekali dengan ketujuh! ibu tirinya.

Kae in menyediakan spa kaki untuk Jin Ho dan juga lemon tea, bahkan mencoba memijat pahanya haha..Jin Ho sudah tidak enak dan meminta Kae in menghentikannya.

Mereka makan dan Young sun sudah memberikan banyak sekali makanan sebagai ucapan terima kasih dan Jin ho mengomeli Kae in tentang pola makannya lagi. Kae in berkata ia sudah bagus di pesta dan membuat Chang Ryul menyesal karena meninggalkan Kae in, jadi Kae in tidak perlu kursus lagi.

Tapi Jin ho berkata sikap Chang ryul itu bukan karena Kae in tapi karena dirinya. Jin Ho berkata masih banyak yang harus dipelajari Kae in, dan Jin ho mengurangi porsi makan Kae in menjadi hanya 1/3-nya. Jin ho juga mengkritik cara bicara Kae in sehingga semakin lembut dan sopan. Tapi Kae in tidak mendengarnya.
Kae in memberi Jin Ho hadiah, yaitu gantungan mantel dengan sarang burung kecil diatasnya. (aku mau itu ..lucu..) Jin ho berkata ya sepertinya itu bisa berguna. Kae in tanya mengapa Jin ho tidak berkata terima kasih saja. Jin Ho langsung merespon, ia mengajak Kae in makan di luar. Kae in langsung senang.

Jin Ho mengajak Kae in makan mie. Kae in makan banyak dan bahkan bersendawa dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Kae in tanya mengapa mereka jauh2 hanya untuk makan mie. Jin ho berkata ia suka kesini karena ia senang melihat orang yang sedang lalu lalang. Jin ho sudah tidak pernah kemana-mana sejak terakhir ia pergi dengan ayahnya ketika ia masih kecil.

Kae in tanya mengapa Jin ho tidak pernah ikut tur ketika kuliah, Jin ho berkata ia terlalu sibuk belajar. Jin ho keras pada dirinya sendiri untuk mengambil kembali apa yang sudah hilang darinya. Kae in berkata agar Jin ho mengajaknya dalam perjalanan itu. Jin ho berkata akan mempertimbangkannya.

Paginya, Presdir Han bertemu dengan Presdir Choi dan Presdir Han sudah siap dengan rencana liciknya. Han berkata Choi tidak perlu menghabiskan waktunya dengan arsitek skala kecil yang tidak bisa memberi jaminan pada proyek berskala besar ini.

Kae in datang ke galeri dan In hee kaget melihatnya. In hee selalu merendahkan Kae In tapi sebenarnya In hee selalu mengingini semua milik Kae in, ya pacar, ya teman, semuanya, karena jiwa In hee kosong.

Do Bin ingin Kae in menciptakan ruang untuk anak agar bisa main dengan aman dan bebas sementara orang tua mereka mengunjungi museum. Kae in ingin berkonsultasi dengan designernya furniture apa yang mereka perlukan. Tapi do bin berkata Kae in lah yang harus menentukannya. Do bin percaya Kae in bisa melakukannya. Karena ayah kae in pasti sudah mengajarkannya.

Kae in menolak dan berkata ia tidak bisa dan ia tidak ingin mencemarkan nama baik ayahnya. Do bin menantangnya, “Apa kau tidak mau menguji dirimu sendiri dan melihat apa yang dapat kau hasilkan?” Kae in akhirnya menerima tantangan itu dan berterima kasih pada kesempatan ini. Do Bin berkomentar, Kae in dan Jin Ho itu beda tapi ada kemiripan diantara keduanya.
Di kantor Jin Ho, Sang jun menerima e-mail dari MS grup yang berkata bahwa mereka punya jaminan mengembalikan uang kalau tender gagal.

Choi Do Bin masuk ke kantor Presdir Choi yang ternyata adalah ayahnya. Do bin berkata bahwa proyek Dahm ini adalah menemukan inovator dan jika ayahnya tidak mengijinkan perusahaan kecil berpartisipasi, ayahnya hanya menutup kemungkinan untuk mendapatkan ide terbaik untuk museumnya. Do bin minta ayahnya mempercayakan ini padanya.

Ayahnya bukan tidak mau menyerahkan proyek ini ke tangan Do bin hanya ia takut kehilangan muka. Akhirnya Do bin mengancam, kalau begitu, ia akan pergi lagi.

Chang ryul juga kesal karena ayahnya mengadakan kesepakatan gelap lagi untuk menyingkirkan Jin ho. Chang ryul berkata ia mampu bersaing dengan Jin ho secara adil dan sama. Ayahnya berpikir itu kekanak-kanakan, karena menang adalah yang paling penting.

Ayah Chang Ryul juga memanggil In hee ke kantornya dan ia bicara panjang lebar mengenai pernikahan mereka. In hee dengan kikuk berkata hubungannya dengan chang ryul sudah selesai. Ayah Chang Ryul kesal dan menghina In hee yang tidak selevel dengan keluarga mereka. In hee kesal dan membalas, ia mungkin tidak sepadan jika bicara tentang kekayaan, tapi ia menyadari ada hal2 yang tidak bisa dibeli dengan uang, dan saat pernikahan ia menyadari pria seperti apa yang ingin ia nikahi, seorang yang bisa ia percaya dan hormati, dan itu bukan Chang Ryul.

Chang ryul membawa In hee ke tepi sungai (org Korea ini suka pamer sungainya ..iyalah bersih..ngga kaya Cikapundung hiks..hiks). Chang ryul berkata di malam dimana Kae in mengusirnya, dan In Hee mengundangnya minum. Chang ryul heran mengapa Kae in tidak bisa melihatnya sebagai pria, dan In hee menjawab ia bisa dan sejak saat itu Chang Ryul jatuh hati pada In hee.

Chang Ryul tanya, lalu mengapa malam itu kau mengatakan hal itu padanya. Apa karena kekayaan dan status keluarganya? In hee menjawab bukan karena itu. Ini karena Kae in sangat mencintai Chang ryul. In hee melihat Kae in sangat bahagia dan jatuh cinta makanya In hee mulai menginginkan apa yang menjadi milik Kae in, dan ia menyukai pria Kae in yaitu Chang Ryul.

Tapi kemudian akhirnya In hee sadar bahwa yang ia cintai adalah dari pandangan Kae in, atas cinta sejati dan tidak berkesudahan milik Kae in. Dan bukannya pada Chang ryul. In hee benar2 wanita yang tidak tahu bagaimana mencintai.

Jin Ho dan Sang jun termenung saat Tae Hoon datang dengan berita bahwa Presdir Han dari MS grup yang akan mendapatkan tendernya. Jin ho menemui Do Bin tapi Do bin tidak ada. In hee berkata pada Jin ho mungkin Do bin membujuk ayahnya. Tapi In hee berkata jika Presdir Choi sudah memutuskan susah diubah.

In hee melihat Jin ho kesal dan ia menawarkan minum, tapi Jin ho menolaknya, In hee juga menawarkan untuk mengantar pulang, Jin ho menolak lagi.
Jin ho minum2 tapi sendirian, di pojangmacha dan ia minum sampai jatuh ke lantai.
In Hee pulang, Chang ryul menunggunya. Chang Ryul berkata In hee boleh mendapatkan apartemennya dan ia akan pergi. Chang ryul minta maaf karena membuat masalah dan berkata agar In hee tidak mengaburkan fantasi dengan kenyataan lagi. In hee harus hidup dengan baik dan Chang Ryul pergi.

In hee menangis dan minta maaf karena sudah mengganggu Chang ryul dan Kae in. Chang Ryul berkata agar In hee nanti menemukan orang yang ia cintai, bukan pacar orang lain. Chang ryul berkata ia benar2 mencintai In Hee dan In hee menangis.

Kae in menunggu Jin ho karena ia cemas. Jin ho belum pulang dan tidak menjawab telpnya. Jin ho jalan terhuyung2 pulang dan Kae inlari menyongsongnya. Jin ho menyambut Kae in,”Oh temanku Park Kae In!” Jin ho mengoceh panjang lebar.
Setelah di dalam, Kae in tanya mengapa Jin ho minum banyak. Jin ho menjawab yah ada kalanya seperti ini, dimana kau perlu minum.

Jin ho menangis, Jin Ho, “Aku berlari dengan kencang, mendengar orang2 berkata aku gila. Aku berlari, tapi aku hanya anak kecil. Anak yang tidak bisa melakukan apapun saat ayahnya meninggal. Sangat tidak adil sampai membuatku menangis. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Hanya anak kecil yang memukuli tembok. Sejauh apapun aku lari, aku selalu ada di tempat yang sama.”

Jin ho menangis dan Kae in mendengarkannya, ia juga menangis. Kae in memegang wajah Jin ho, “Jin ho sshi, apa kau menangis?” Jin ho melihat ke arah Kae in dan Kae in menghapus air mata dari wajah Jin ho. Jin ho mendekat dan mencium Kae in!

Personal Taste Episode 5

Standar

Episode 5 : Proyek Menciptakan Seorang Wanita

Pagi hari di Sang Go Jae…

btw..lampu tidurnya bgs, unik ..di serial ini banyak perabot bagus2..ijo kan mataku jadinya..

Kae In dan Jin Ho terbangun di tempat tidur yang sama! keduanya shock dan grogi…hehe
Kae In : Jin Ho apa yang kau lakukan di kamarku…
Jin Ho : Ini kamarku.
Kae in : Lalu..apa yang kulakukan dalam kamarmu..?

Kemudian mereka ingat, semalam…Jin ho menyarankan agar Kae In membuat Chang ryul menyesal melepaskan dirinya, Kae in minta agar Jin Ho membantunya menjadi wanita sejati.
Kae in mohon agar Jin Ho membantunya, Jin Ho malas mencampuri urusan Kae in tapi Kae in berkeras sampai bergelantungan di kaki Jin Ho. Akhirnya mereka ada di kamar Jin ho dan minum2 di situ.


Ketika ingat Jin Ho berkata Chang Ryul meninggalkan Kae in karena Kae in tidak mau tidur dengannya. Kae in tahu itu tapi ia ingin menjadi wanita yang dicintai dan ia ingin membuat pria tertarik dengannya dengan atau tanpa tidur dengannya.
Kae in mengingatkan Jin Ho bahwa Jin Ho sudah bersedia membantunya, Jin Ho tidak ingat tapi akhirnya Jin ho berkata, baiklah kita coba saja meskipun tampaknya tidak mungkin. Kae In senang sekali dan memeluk Jin Ho. Jin Ho terlihat kaget, “Berhenti omong dan cepat cuci muka!” lalu ia melempar Kae In hehe..shock ya..?

Chang Ryul pulang ke apartemennya dan In Hee kesal karena semalam Chang ryul tidak melanjutkan percakapan mereka. In hee mau Chang ryul pindah karena in hee sudah kehabisan uang karena pesta pernikahan, Uangnya tinggal 5 ribu Won.
Tapi Chang Ryul tidak mau, ini kan rumahnya.

Kae In mulai menyuap Jin Ho, ia bahkan menyediakan kopi dsb. Jin Ho akhirnya mulai memberikan kursus kepribadian (Kaya John Robert Powers course aja…)


Pelajaran 1. Jin Ho mengritik penampilan Kae In. Pria tidak ingin melihat wanita yang terlalu tidak sabar atau putus asa. Wanita yang menarik harus punya harga diri. Membuat pria menunggu dapat menjadi daya tariknya.
Jin ho berkata, apa Kae in bisa mengerti mengapa wanita selalu membuat pria menunggu 10 menit jika mereka janjian?
Tapi Kae In membantah, jika sibuk ganti baju itu makan waktu, apa hal itu benar2 penting? hehe..iya juga

Seorang wanita harus percaya diri, bahwa prianya tidak akan pergi meskipun ia terlambat, maka Kae In harus belajar bersabar. Jin ho bahkan menyiapkan baskom isi air dan meminta Kae in memasukkan kepala ke dalamnya. Saat Kae in kehabisan napas, Jin ho menahan kepala Kae In.
Jin Ho : “Kau hanya bisa bertahan 40 detik?”
Kae In : “Aku merasa hampir mati. Aku bukan pemimpin perjuangan kemerdekaan, mengapa harus bertahan dalam air?”

Pelajaran berikutnya, Jin Ho mengurung Kae in dalam sebuah ruangan dan berkata apapun yang terjadi, Kae In tidak boleh meninggalkan ruangan ini dalam satu jam. Jin Ho mengetes dengan bolak balik menawarkan makanan atau pura2 ada kebakaran, dan Kae In selalu gagal, ia selalu melihat keluar.
Kemudian, Jin ho mengajarkan cara berjalan. Persis kaya model di catwalk, Jin Ho memperagakan cara jalan dengan lurus, dan Kae in sempat mencuri lihat..hehe Jin Ho’s butt!
Kae In mencoba jalan dengan membawa gelas isi air di kepalanya dan Kae in memecahkan gelasnya. Jin Ho membungkuk untuk membereskan pecahan gelas sambil mengomel. Kae in justru tersenyum ia tahu Jin Ho sebenarnya baik padanya, Kae in berkata, “Mari menjadi teman selamanya.”

Saat makan, Kae In juga harus belajar menahan selera makannya. Jin Ho berpikir kebanyakan pria tidak tertarik dengan wanita yang sibuk sendiri dengan makanannya. Kae in membantah, jika seorang wanita tidak makan sama sekali, bukankah nanti pria itu akan berpikir bahwa wanita itu kehilangan selera makan karena dirinya? (hehe..makanya cari pasangan yg juga suka makan, jadinya wisata kuliner deh …)

Sang Jun dan Young Sun keduanya datang bersamaan dan ikut makan, dan terjadi kesalahpahaman lagi. Young Sun pikir Sang Jun tidak tahan tidak ketemu Jin Ho sehingga biarpun sudah sekantor tetap saja berkunjung.
Kae In mengingatkan Young sun agar tidak menyinggung Jin Ho, Jin Ho pusing, Sang jun bingung. (Tapi kalau melihat penampilan Sang jun emang bisa salah paham, sebab doi benar2 dandy ..pake scarf lagi..mungkin tergolong cowok metroseksual ya hahaha..)

Di dalam kamar, Jin Ho minta maaf pada hyung-nya karena sudah terjadi kesalahpahaman. Jin ho sudah siap2 kalau Sang jun marah, tapi lucunya Sang Jun tidak masalah dan ikut main. Jika ini cara agar Jin ho bisa tinggal di Sang go jae, maka ia akan membantunya. Sekarang aku bukan hyung-mu lagi tapi pacarmu, memang akan aneh tapi kau akan terbiasa.
Sang jun bahkan mulai bergaya centil. Jin Ho kaget apa kau gila? Keluar sana dan ia mengusir Sang jun keluar kamarnya.

Di luar, Sang Jun dihibur oleh Young Sun yang mengira ini pertengkaran antar kekasih. Bahkan Sang Jun berkata pada Young sun, “Apa aku bisa memanggilmu unni mulai sekarang?”

Kursi Jin Ho ergonomis banget..

Kae in merasa bersalah, ia langsung masuk ke kamar Jin ho dan berlutut dengan tangan ke atas, persis anak kecil yang siap2 dihukum. Tapi Jin Ho ternyata tidak terlalu marah. Kae in bahkan sekarang bisa membujuk Jin ho untuk membantunya lagi, ia ada wawancara kerja dan tidak tahu harus pakai baju apa dsb. Jin Ho tersenyum sedikit.

Kae In mengagumi kulit Jin Ho dan akhirnya mereka membuat masker alami.

Jin Ho dan Kae in bahkan maskeran bersama (resepnya : madu, susu, dan kuning telur. Serius jika mau kulit kaya Lee Min Ho boleh dipraktekkan) haha..kemudian ibu Jin Ho menelepon. Jin Ho, “Jang Mi? (kok namanya sama ama maminya Min Jae ya?)” dan Kae in menguping ia heran mengapa Jin ho berbicara dengan akrab terhadap wanita, Jin ho memanggil ibunya dengan nama depannya. Jin Ho menjelaskan, wanita itu ibuku tahu.

Kae In jadi ingat ibunya. Kae in menjelaskan ia baru berusia 5 th saat ibunya meninggal hanya ia tidak ingat ibunya. Jin Ho menghiburnya, mungkin Kae in terlalu shock jadi memutuskan untuk melupakannya agar tidak terluka. Kae In tersenyum dan ia menyandarkan kepala di bahu Jin Ho, “Aku belum bilang ya, Selamat datang di rumahku.”

Chang Ryul berusaha mendekati Choi Do Bin di gym tapi Do Bin tidak terkesan. Ia tidak suka dengan kehidupan pribadi Chang Ryul, ia berkata orang dengan kehidupan cinta rumit menurutnya juga memiliki kehidupan profesional yang rumit.

Choi Do bin menelepon Prof. Park Chul han untuk minta bantuan ayah Kae In itu, Ia bahkan menawarkan untuk mengirimkan bahannya ke Inggris. Tapi ayah Kae In menolaknya, maka Do Bin mencoba taktik lain.

Kae In tidak sukses dalam interviewnya dan ia menyibukkan diri dengan mengecat furniture-nya yang ditolak. Young Sun berkata Jin Ho dan Kae in tampaknya cocok sekarang, Kae In membenarkan. Young sun mengingatkan jangan jatuh cinta pada pria gay. Itu akan menjadi tragedi.
bel berbunyi, ternyata Do Bin! Ia mencari putri Prof. Park, Kae In panik, ia pikir Do Bin dikirim oleh ayahnya, bagaimana jika ayahnya tahu bahwa ia menyewakan kamar?

Tapi Do Bin menjelaskan ia ingin Kae In meyakinkan Prof. Park untuk mengerjakan proyeknya. Kae In lega. Do Bin mengenali Kae In di pesta pernikahan Chang ryul, dan ia menebak Kae in adalah teman Jin Ho.
Kae In menyesal ia merasa tidak bisa membantu Do Bin meyakinkan ayahnya. Do Bin bisa mengerti tapi Do Bin berkata ia pikir Kae In cukup berani hanya tampaknya ia tidak punya keyakinan jika itu berurusan dengan ayahnya.

Kae In menyiapkan makan malam, Jin Ho dan sang jun masih berdiskusi mengenai Sang go Jae. Pasti ada keistimewaan-nya, tapi mereka tidak melihat istimewanya.
Kae in menelepon Jin Ho dan tanya apa Jin ho bisa pulang awal untuk makan malam, Jin Ho berkata lihat saja nanti. Mendengar ini, Sang Jun mengolok2 Jin Ho.

Jin Ho mendapat telp dari In Hee yang mengingatkan janji makan malam mereka, Jin Ho malas dan ia ingin makan dengan Kae In, maka Jin Ho mengundur janjinya, tapi In Hee memancing dengan berkata ia punya tips yang berkaitan dengan pesta yang akan datang. Jadi mau tidak mau Jin Ho datang juga.
Saat makan, In Hee intinya mau mencuci otak Jin Ho bahwa Kae in itu tidak sebaik yang kelihatan, Kae in itu orang yang menyedihkan krn selalu pura2 baik pada In Hee. Tapi Jin Ho menanggapi, “Kae in tidak pura2, dia memang baik!” hahaha..puas.

Kae in menunggu Jin Ho pulang, tapi tidak juga datang, ia sampai menunggu di luar gerbang.(kaya Han Ji Eun aja…)
Jin Ho mengantar In Hee pulang, In Hee berkata, “ia merasa Jin Ho bukan gay, tapi benar2 pria.” dan saat mereka mengucapkan selamat tinggal, Chang Ryul melihatnya. Chang ryul berkata apa yang dilakukan In hee? Apa kau ingin terlihat menyedihkan agar Chang ryul melepaskannya? In Hee berkata ia sudah selesai dengan Chang Ryul, dan ia ingin bersama Jin Ho, karena ia tertarik dengan Jin Ho, karena Jin Ho beda dengan dirimu. Hanya itu yang kubutuhkan! kata In hee.

Jin Ho mampir membeli roti untuk Kae In (toko rotinya pasti langsung laris deh…tasnya bagus lagi…). Jin Ho turun dan memang benar, Kae In ada di situ menunggunya. Tapi kali ini Kae in bohong dan berkata ia bukan saja sudah makan tapi juga makan bagian Jin Ho.
Tapi saat lihat tas berisi roti itu, Jin Ho mengingatkan Kae in untuk sabar. Kae in kesal, orang yang menahan makanan adalah orang paling kejam, Jin Ho justru mengangkat tangannya tinggi2 agar Kae In tidak bisa meraihnya. hehe..

Mereka akhirnya makan diluar, Kae in mengambilkan ikan untuk Jin Ho (kaya yg dilakukan mamanya Jandi atau Jae Kyung buat Jun Pyo). Jin Ho protes itu jorok kan, tapi waktu Kae in mau mengambil kembali ikannya, Jin Ho menahannya.

Kae in tanya mengapa Jin Ho pulang terlambat? Jin Ho bohong dan berkata ia ada kerjaan. Kae in berkata ia tidak akan menunggu orang untuk makan malam lagi. Jin Ho berkata, “Menahan lapar sambil menunggu seorang pria menunjukkan keputus-asaan, itulah mengapa Kae In dicampakkan.” (iya sih..aku ngga pernah nunggu, kalo lapar ya makan aja, kalo nanti my hubby datang ya makan aja lagi hahahaha…oh life is so beautiful..)

Di jalan, Kae In melihat mesin mainan dan ia ingat saat2 masih bersama Chang ryul. Kae In memukul2 mesin itu dan memikirkan Chang ryul. Jin Ho menghentikannya. Jin Ho akan mengajak Kae in ke pesta hari sabtu ini agar Kae in bisa menyelesaikan hubungannya dengan Chang Ryul.
Pembalasan terbaik adalah hidup dengan baik2 saja tanpa orang yang sudah menyakitinya.

Jin Ho dan Kae in belanja bersama (kali ini tidak ada adegan memukul alarm dengan sepatu) dan make-over rambut Kae In. Jin Ho tampak akrab dengan penata rambutnya, Kae In menyangka itu pacar Jin ho yang lain lagi.

Akhirnya mereka tiba di pesta, dan benar2 tampak serasi. (tp kalo penampilan gini, aku jadi inget iklan Sohn Ye Jin ama Kim Nam Gil yg 3 menit itu hehe..)

Keduanya membuat banyak orang cemburu. In Hee dan Chang Ryul ternganga tidak percaya. In Hee menuduh Chang Ryul ingin kembali pada Kae In.
Jin Ho memberi salam pada Do Bin yang juga memberi salam pada Kae In. Do Bin menjelaskan bagaimana mereka bertemu. Kae In meyakinkan Jin Ho ia tidak apa ditinggal. Jin ho tidak tenang meninggalkan Kae in bersama Do Bin sementara In Hee mengajaknya berkeliling (go mingles..kata para partygoers).

wah..ternyata lengan Sohn ye jin “berisi” juga..aku jadi besar hati..hahaha

Do Bin berkata pada Kae In bahwa ia pasti memberikan bantuan banyak untuk Jin ho. Kae in tidak begitu mengerti dan ia meyakinkan Do Bin bahwa Jin Ho tidak tahu siapa ayahnya dan mereka baru saja berteman.
Do Bin senang dengan furniture Kae in dan ia ingin membuat tempat khusus anak di museum dan ia ingin Kae in membuat furniturenya, wow Kae in langsung senang dan kaget, Do Bin menawarinya pekerjaan!

Kae In mau mengatakan berita bagus ini pada Jin Ho ketika Hye Mi dan Tae hoon juga muncul. Hye mi langsung tidak suka pada Kae In dan langsung merangkul lengan Jin Ho (ini oppaku.) Do Bin tidak terlalu senang melihat ini, ia berkata Jin Ho membawa 2 kencan sealigus ke pesta. Jin Ho mau menjelaskan tapi Do Bin pergi.

Jin Ho berbisik pada Kae in, ia akan keluar sebentar dengan Hye Mi. Tapi Hye Mi tidak suka melihat Jin Ho baik dengan Kae In. Hye Mi marah. Kae In mau menjelaskan bahwa Hye Mi salah paham, ia pikir Hye mi tidak tahu orientasi seksual Jin Ho.

Jin Ho sudah memperingatkan Kae In dengan perlahan agar tidak berkata apa2. Tapi Kae in justru berkata Jin Ho tidak bisa “menyembunyikannya”.

Hye Mi salah paham, ia pikir Kae In bermaksud bahwa Jin Ho tidak bisa menyembunyikan kalau sudah pacaran dengan Kae In, maka Hye Mi marah dan mengira Kae In mencuri Jin ho-nya, Hye Mi mengambil gelas dan menyiramkan air ke wajah Kae In.

Jin Ho shock.

Personal Taste Episode 4

Standar

Setelah dipijat, Kae In tidur pulas di sofa, Jin Ho masuk ke kamarnya dan ia mencoba menenangkan diri atas kejadian di restaurant, di depan Choi Do Bin lagi. Tapi tenang ini demi proyek.

Paginya, Kae In bangun dan ia ingat sudah mempermalukan Jin Ho dan ia ketakutan. Kae In dengar Jin Ho akan keluar dari kamar dan ia pura2 jatuh ke lantai dalam keadaan tidur. Jin Ho mau membangunkan Kae In tapi tidak berhasil, lalu pergi.

Kae In bangun setelah Jin Ho pergi dan ke kamar mandi, Jin Ho menyelinap ke kamar mandi untuk menakut-nakuti Kae In. Jin Ho ingin Kae In minta maaf karena kejadian kemarin, tapi Kae In pura2 tidak ingat dan berkata kalau mabuk ia tidak ingat apapun. Jin Ho kesal dan pergi.

Jin Ho dan Sang Jun mengunjungi lokasi Museum Dahm, Sang Jun berkata, “Orang itu sepertinya menyukaimu.” Jin Ho salah paham ia pikir Sang Jun menyebut Do Bin, ia langsung berkata, jangan ngawur, memang pria bisa menyukai pria juga? Sang Jun bingung, maksudnya Kae In.

Mereka bertemu lagi dengan ayah Chang Ryul, dan saling menyindir. Jin Ho berkata satu2nya kesalahan yang dibuat ayahku adalah mempercayai orang kepercayaannya. Presdir Han tidak terlalu terpengaruh.

Kim In Hee dan Hye Mi bersamaan datang ke kantor Jin Ho, keduanya saling melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hye Mi berkata ia adalah tunangan Jin Ho, In Hee heran bukankah orang itu gay? Jin Ho datang dan ia memang lebih ramah dan sopan pada In hee karena In hee adalah orang kepercayaan Do Bin, sedang Hye Mi diacuhkan saja.

In Hee mengundang Jin Ho ke pesta gala, disana kau akan bertemu banyak kontak profesional. Jin Ho sangat berterima kasih apalagi saat In hee juga memberi tips tentang kebiasaan Do Bin, Jin Ho bahkan mengantar In hee kembali ke museum. In hee sangat senang dan ia mengundang Jin Ho makan malam, Jin Ho langsung mengiyakan, gantian In hee yang kaget, apa pria ini benar2 gay?

Chang Ryul kebetulan ke museum dan melihat keduanya yang sedang bicara dengan akrab dan ia panik.

Jin Ho berusaha berlatih bicara di toilet untuk menjelaskan pada Do Bin bahwa yg dikatakan Kae In tidak benar. Ia bukan gay. Jin Ho bertemu Do Bin dan mereka minum kopi bersama. Jin Ho mulai menjelaskan bahwa ia bukan gay, tapi Do bin berkata ia tidak peduli masalah pribadi orang, ia hanya ingin Jin Ho melakukan yang terbaik dalam desainnya.

Do Bin suka dengan kepandaian Jin Ho apalagi saat Jin Ho juga menguasai lukisan, ia menyarankan agar mengoleksi lukisan Kandinsky saja dan bukan lukisan karya Klimt.

Young sun ke rumah Kae In dan membawa tiram dari ibunya. Kae In mengaku ia membuat masalah lagi dan bercerita mengenai kejadian memalukan di restaurant dan Young sun tidak percaya ini. Young sun akhirnya menyuruh Kae In membayar kesalahannya dengan masak untuk Jin Ho, jalan menuju hati pria adalah melalui perutnya.

In hee menelp Jin Ho dan berkata bossnya Choi Do Bin ingin makan malam dengannya, Sang Jun kagum dengan kemampuan Jin Ho. Kae In dan Young sun juga mencari film untuk ditonton bersama Jin Ho. Kae In memilih film Brokeback Mountain-nya Ang Lee hahaha…Kae in beralasan ini adalah cara agar Jin Ho bisa terbuka dengan kondisi dirinya di depannya. (masalah gay dan lesbian juga adalah masalah sensitif di Korea, banyak pria gay yang tidak terbuka karena kultur dan lingkungannya.)

Jin Ho mendengar anak buahnya googling di internet untuk mencari tahu apa yang diinginkan wanita untuk Natal, ternyata mereka ingin teman gay. Jin Ho jadi ingin tahu dan Sang Jun melihatnya.

Jin Ho pulang dan Tae Hoon menguntitnya, ia janji pada Hye Mi untuk cari tahu dimana Jin Ho tinggal selama ini.

Hye Mi menghabiskan waktu menemani Ibu Jin Ho ke spa, dan mereka sangat cocok, bagai ibu mertua dan menantu kesayangannya. Tae hoon akhirnya tahu bahwa Jin ho tinggal di sang go jae. Lalu Tae hoon segera lapor pada Hye mi.

dia datang..dia datang..

Young sun dan Kae In menyiapkan makan malam, sepanjang waktu Kae in terus minta bantuan Young sun. Kae in benar2 tegang dan ia ketakutan ketika Jin Ho pulang. Young sun mencoba mencairkan suasana dan menasihati mereka agar bicara dengan santai dan jangan terlalu resmi, tapi Jin Ho tidak terlalu tertarik dan masuk ke kamarnya. Young sun harus pulang untuk menjaga anaknya dan Kae In sendirian.

Jin Ho keluar dan mereka membicarakan lagi masalah di restaurant dan Kae in tetap berkata ia tidak ingat, lalu Jin Ho pura2 Kae In punya hutang padanya, dan Kae in menyangkalnya..berarti ingat dong..

Jin Ho tersenyum dan ia ingin Kae in menulis kontrak jika Kae in mengatakan orientasi seksualnya lagi maka Kae In harus bersedia melakukan apapun yang diminta Jin Ho. Kae in mengiyakan dengan terpaksa dan kontrak di stempel.

Kemudian Kae in mengatakan ia masak untuk makan malam dan mengundang Jin Ho. JIn Ho akhirnya memakannya dan ia berkata, “Yah rasanya lumayan untuk dimakan manusia.” Dan Jin Ho memakan semua sendirian tidak membaginya dengan Kae In. Kae in mencoba lagi menawarkan nonton film tapi Jin Ho berkata ia tidak punya waktu nonton dengan Kae In.

Chang Ryul dan In hee rebutan apartemen lagi, kali ini Chang Ryul yang di dalam dan mengganti passw pintunya. Mereka bertengkar tentang apa saja dan akhirnya Chang Ryul memeluk In hee dan mohon agar In hee menerimanya kembali.

In Hee hanya berkata jika hatinya sudah pergi maka tidak akan kembali, ia selalu suka dengan yang baru dan terbaik, Chang Ryul bukan yang terbaik. Baginya pria itu seperti tas keluaran terbaru, ia akan selalu memburu yang terbaru dan paling bagus. Chang Ryul akhirnya berkata tidak ada satupun yang boleh meninggalkan apartemen, In hee setuju, tapi Chang rYul tidak boleh mencampuri urusan pribadinya.

Kae in akhirnya nonton film sendirian, tapi bukan Brokeback. Jin Ho keluar dan Kae in minta diambilkan air. Kae in reflek memanggil Jin ho, In hee ya, ia masih terbiasa dengan In hee. Jin Ho membawakan Kae in air dan berkata In hee pasti sudah lama sekali jadi teman Kae in. Kae in berkata ya sudah 10 th.

Kae in menawarkan popcorn, Jin Ho berkata, “Kau tahu itu akan langsung jadi lemak.”(la aku buat omelet ama cappucino sambil ngeblog..pantesan aku tambah gemuk akhir2 ini sigh…) Kae in tidak peduli, dan Jin Ho makan popcorn juga, Kae In tanya, memangnya kenapa dengan lemak perut? Jin Ho tidak suka jika perutnya berlemak.

Kae in tanya kapan Jin Ho tahu pertama kali kalau ia gay, kalau ia beda dari yang lainnya? Jin Ho tidak menjawab. Kae in berkata lagi, ia tahu ketika berusia 7 th. Jin Ho kaget, jadi kau lesbi? Bukan, saat aku tahu bahwa aku berbeda dengan anak lain. Saat aku melihat ibu teman2ku datang ke acara di sekolah dan bahwa ibuku tidak akan datang.


Kae in berkata mungkin kau tahu bagaimana rasanya itu. Kae in terus saja tanya kapan Jin Ho tahu ia suka dengan sejenisnya, Jin Ho tidak menjawab dan hanya menyumpal mulut Kae In dengan popcorn.

Kayanya mau balas adegan ini deh, waktu Jae Kyung menutup mulut JunPyo dg popcorn ya..haha..

I amused with Min Ho and food encounters haha..


Paginya, Jin Ho mendapat musibah, ia kena diare, ia merasa sakit saat di kantor, Jin ho benar2 putus asa menahan perutnya yang sakit sambil berjalan, satu tangan menahan perut satu di bagian pantat haha..menahan agar tidak meledak. Jin ho pasti keracunan seafood. Jin Ho kesal sekali, sambil duduk di toilet, Jin Ho merancang pembunuhan yang perlahan dan menyakitkan buat Kae In.

Kae in ikut interview pekerjaan, dia pikir interview untuk posisi designer, ternyata posisi sekretaris dan Kae in langsung ditolak. Chang Ryul melihatnya. Chang Ryul mengikuti Kae In. Kae In putus asa dan makan ramen sendirian lalu pulang dan kehujanan. Chang Ryul melihat Kae In dari jauh.

Jin Ho menemui Choi Do Bin untuk janji makan malam, tapi Do Bin melihat wajah Jin Ho pucat dan keringat dingin, ia mengulurkan saputangan-nya dan usul apa kita menjadwal ulang saja, kau kelihatan tidak enak badan. Do bin minta saputangan-nya kembali, katanya saputangan ini punya nilai sentimentil. (jd ingat kata2 Jandi, perjumpaan yang paling indah adalah seperti saputangan..hehehe)

Jin Ho pulang ke rumah dan ia melihat Chang Ryul ada di luar rumah. Jin Ho marah karena tiram, makan malamnya yang batal. Kae in sangat mencemaskan Jin Ho dan ia lari kesana kesini di sekitar rumah mencari obat diare, rambutnya basah karena kehujanan jadi lantai ikut basah.

Kae in terus tanya tentang diare Jin Ho yang membuat Jin Ho tambah marah, “Berhenti berkata Diare!!” lalu Jin ho berteriak lagi karena Kae in membuat lantai basah, lalu ia mengambil handuk dan meminta Kae in mengeringkan rambutnya sebelum kena flu.

Jin Ho mendengar keributan di dapur, ternyata Kae in memecahkan piring. Jin Ho membantu membersihkan pecahannya. Apa kau bisa sehari saja tidak membuat kekacauan. Kae in membalas, Apa kau bisa sehari saja tidak mengusikku?

Ternyata Kae In membuat bubur untuk Jin Ho. Jin Ho menyuruh Kae In mencicipinya dulu siapa tahu itu beracun. Jin Ho melihat jari Kae in yang luka, Kae in berkata itu karena masak kemarin. Tiba2 Chang Ryul yang mabuk memanggilnya dari luar rumah.

Jin Ho melihat wajah Kae in dan Jin Ho berkata jangan keluar. Kae in berkata ia tidak akan keluar. Tapi Jin Ho yakin Kae In akan keluar.


Ternyata Kae In keluar. Jin Ho masuk ke kamar Kae In dengan tensoplas di tangannya, tapi melihat Kae In tidak ada, ia bergumam, “Jeon Jin Ho menang lagi.” Wajahnya sedikit kecewa.

Kae In menemui Chng Ryul dan tanya apa alasan Chang Ryul memilih In hee dari yang lain, alasannya karena In hee memberikan semuanya untuknya, sementara Kae In hanya sebatas lengan (maksudnya In hee mau tidur dengan Chang Ryul), Chang Ryul berkata Kae in sangat tidak matang dan naif.

Kae In menjawab, bahwa ia sudah sangat bahagia bisa bersama Chang Ryul, setiap ciuman, setiap telp, dan bergegas menemui Chang Ryul tanpa peduli penampilannya karena ia sangat ingin menemui Chang Ryul. Chang Ryul berkata, mereka beda, Kae In tidak sesuai dengan dirinya sebagai orang dewasa dan sejajar.

(well, I think pria yang mau ceweknya tidur dengannya sebelum menikah adalah org yg egois dan tidak bertanggung jawab. Mencintai bukan berarti menuntut ceweknya melakukan apapun keinginannya, jika mencintai berarti he will take care of his girl until the wedding day. Apalagi pake mengancam akan putus jika tidak dituruti, well kataku..putus saja, who scares? Because every girl is so precious.)

Kae in merasa ini kesalahannya. Tiba2 ponsel Chang Ryul berbunyi, ternyata In Hee, Chang Ryul keceplosan dan berkata ia tinggal dengan In Hee. Kae In sangat terluka dan ia tidak percaya Chang Ryul berani menemuinya padahal ia masih tinggal dengan In Hee. Kae in marah dan menyuruh Chang Ryul pergi.

Kae In masuk ke rumah, Jin Ho menunggunya, “Dasar bodoh, kau ini seperti anak anjing, ditinggalkan majikannya, lalu lupa dan langsung lari ketika dipanggil namanya. Apa kau tahu kau terlihat sangat menyedihkan sekarang?”

Kae In, “hentikan!” Jin Ho terus saja mengomelinya. Kae in murka, ia memukul Jin Ho dengan bantal2 dan memukul dada Jin Ho. Kae in : “Apa kesalahanku? Mengapa kau membuatku terlihat begitu menyedihkan? Mengapa?” Jin Ho, “Kau yang melakukannya pada dirimu sendiri.”

Kae In, “Kau tidak pernah menunggu telp sepanjang hari dari orang yang kau suka. Atau merasa hatimu akan meledak hanya melihat orang itu. Kau bisa mati dan bangkit dari kubur dan tidak pernah tahu. Orang yang membuatku merasa seperti itu tadi memanggilku keluar, tidak peduli betapa salahnya aku. Aku ingin mendengar suaranya. Apa yang bisa kulakukan? Seperti inilah aku, apa yang bisa kulakukan?”

Kae In menangis dan mata Jin Ho juga berkaca-kaca. Mereka akhirnya menenangkan diri dengan minum2. Kae In mengulang kata2 Chang Ryul. Jin Ho menyebut Chang Ryul bastard. Jin Ho meminta Kae in melupakan Chang Ryul. Kae in berkata ia tdk bisa dan berkata ini salahnya. Jin Ho, “Buatlah dia menyesal kehilangan wanita sepertimu”

Kae In tiba2 seperti mendapat ide, ia melihat ke arah Jin Ho dan bersandar pada Jin Ho, Kae In tanya, “Maukah kau membuatku menjadi seorang wanita?”

Jin Ho kaget.

Personal Taste Episode 3

Standar


Kae In dan In hee bertengkar hebat. In Hee tersinggung, beraninya Kae In menyewakan kamarnya pada Jin ho. Kae In, “Aku lebih nyaman tinggal dengan seseorang yang tidak akan menusukku dari belakang.”

In Hee, “Apa kau pikir pria akan melihatmu sebagai wanita? Kau seharusnya mulai berpikir bagaimana pacarmu bisa kucuri!” Kae in benar2 sakit hati dan mendorong koper In Hee dan menyuruhnya pergi. In hee berkata ia tidak tahu harus kemana dan Kae in tidak boleh mengusirnya.

In hee akhirnya pergi juga dan berkata pikirkan lagi, aku memberimu waktu untuk berpikir. Kae in, aku tidak perlu waktu, aku tidak mau berurusan denganmu lagi.


Jin Ho keluar dan in Hee sempat melihatnya sebelum ia pergi. Kae in menyadari kehadiran Jin ho dan ia terperanjat tapi ia pura2 kalem dan mengambil gergaji listriknya dan mau pergi. Jin Ho tidak membiarkannya, “Apa yang baru saja kau katakan? Siapa yang gay?” Kae In merasa Jin Ho malu dan ingin menyembunyikan keadaannya.


Kae in minta maaf dan bertanya, “Tapi apa kau benar2 bisa menyembunyikannya? Aku sudah memergokinya.” Jin Ho menyadari Kae in salah paham karena beberapa kejadian yang memang tidak menguntungkan, pertama saat di hotel dan saat ia akan menyewa kamar. Jin Ho kesal dan ia merasa malu karena dikira gay padahal ia normal. Jin ho tidak mau berurusan dengan Kae In lagi. Jin ho langsung mengemasi barangnya.

“Berikan no hp-mu!”

Kae In sedang bekerja di workshopnya ketika Jin ho masuk dan minta no hp Kae In. Setelah dapat, ia langsung mengirimkan no rek-nya, “Kau bisa mentransfer uang sewa dariku ke rekening ini.” Kae in kaget dan mencoba menghentikan Jin Ho, tapi Jin Ho terus pergi tanpa menjelaskan lagi. Jin Ho menyetir sambil masih merasa kesal. Ia hampir saja menabrak para penyeberang jalan.

Paginya, di kantor, Jin Ho membuat cappucino untuknya sendiri dan menenangkan syarafnya. Sang Jun melihat Jin Ho muram dan berkata, ya..pejamkan matamu dan keluarkan semuanya..ia berpikir apa mungkin karena Kae in menyukainya dan mau mendekatinya. Jin ho berkata, “Hyung, apa kau tahu apa yang dikatakan wanita itu padaku?” “Dia pikir aku ini gay.” Jin Ho mau keluar dari Sang go jae.

Sang jun tidak menyetujuinya dan mendesah, Sang jun setuju dan berkata mereka akan berhadapan dengan Mirae Construction apalagi jika mereka juga menggunakan konsep Sang go Jae.

Kita tidak akan bisa menggunakan ide itu tapi, jika mereka tidak mendapatkan proyek lantas mengapa? Jin Ho bisa menutup saja perusahaannya dan aku bisa kerja di supermarket. Bukan masalah. Jin ho mengerti maksud Sang jun tapi ia belum mau menyerah.

Di Sang go jae, Young Sun mengunjungi Kae in dan Kae In menceritakan kejadian semalam pada Young sun. Young Sun memarahinya karena bicara mengenai keadaan Jin Ho sedemikian terbuka, apa kau tidak berpikir mungkin saja Jin ho belum mengira bahwa dirinya gay. Tidak heran jika ia tersinggung.

Kae in merasa bersalah tapi Jin ho tidak mau membalas telp-nya jadi ia tidak punya kesempatan minta maaf. Kae in memutuskan untuk melupakan masalah teman serumah dan ia juga tidak suka tinggal dengan Jin ho, aku hanya perlu mencari Won ho, pasti masalahnya akan beres. Ya kan?

Kae in mencari Won Ho kemana-mana, ke game online, toko komik, dan bahkan ke stasiun bawah tanah dan tidak ada hasilnya. Kae in jadi kembali memikirkan Jin ho, dan ia berpikir untuk mencoba lebih keras lagi agar Jin ho kembali.


Jin Ho dan Sang jun mendiskusikan ide2 untuk museum. Sang jun mendesak jin Ho untuk berbaikan dengan Kae in, siapa tahu jika Jin Ho beruntung, maka kau akan menjadi menantu Profesor Park.

Mereka dikejutkan dengan kedatangan Kae in yang tiba2, dan sang jun reflek menutup gambarnya, ia takut Kae in menyadari bahwa desain-nya berdasar atas Sang go Jae. Sang jun mendesak jin ho agar bersikap baik dan mengantar Kae in ke luar untuk bicara di luar saja.

Kae In minta maaf karena perkataannya dan mohon agar jin Ho memaafkan dan kembali. Kae in memberikan hadiah berupa kursi dan meja kecil dari kayu (cute euy..aku suka miniatur) dan berkata itu bukan penyuapan. Jin ho tidak terpengaruh, ia tetap tidak mau kembali dan berkata, “Terima kasih atas hadiah perpisahannya.”

Hye Mi masuk ke kantor Jin Ho dan marah, mengapa Jin Ho pergi begitu saja, bagaimana ia bisa meninggalkan dirinya dan ibunya begitu saja.

Jin Ho menjawab bahwa tidak nyaman untuk Hyemi tinggal bersama dengannya. Tidak baik jika dilihat orang lain dan Hye Mi berkata ia sama sekali tidak keberatan. Jin Ho berkata, Hyemi akan kesulitan jika ia menikah kelak. pria Korea itu pikirannya sempit, mereka merasa tidak masalah tidur dimana saja dan main2 dengan gadis2 bar dan PSK, tapi jika seorang wanita tinggal bersama seorang pria, mereka akan memandang rendah.

Presiden Mirae (ayah Chang Ryul) mengunjungi Choi Do Bin dan menyuapnya dengan hadiah, sebuah lukisan mahal koleksi pribadi. Do bin tidak tertarik dan menolak dengan sopan. Chang ryul dan sekretarisnya juga datang ke museum, selain untuk menghadiri rapat mengenai proyek museum, ia juga ingin bertemu In Hee.

Mereka bertemu Jin Ho dan Sang Jun dan keempatnya langsung saling mengejek. Tapi Jin Ho dan Sang jun langsung masuk ke ruang briefing. Choi Do Bin menekankan pentingnya untuk melestarikan gaya Korea dalam gedung itu. Semua mendapat waktu satu minggu untuk menyiapkan presentasi mereka.

In Hee ada di museum dan Chang ryul berusaha berbicara dengannya, tapi In hee tidak mengacuhkan Chang Ryul. In Hee sengaja, dan saat melihat Jin Ho ia minta maaf atas kekasarannya semalam dan kata2 semalam langsung membuat Chang Ryul marah. Apa artinya


Ho sengaja membuat Chang Ryul kesal dengan berkata semalam cukup mengesankan. Chang ryul terprovokasi dan ia menarik baju Jin Ho dan ingin tahu ada apa diantara mereka berdua. Jin Ho menjawab, “Mau tahu? tapi sepertinya In hee mu ingin aku menyimpan rahasia semalam.” Chang ryul akan memukul Jin Ho, tapi Jin Ho dengan anggun bergeser dan menekuk tangan Chang ryul di belakang punggungnya. Chang ryul bersumpah akan menghancurkan Jin Ho, Jin Ho menjawab, “Jika aku pikir itu akan terjadi, aku tidak akan datang ke sini.”

President Han melihat anaknya dan berkata bukankah ia sudah sering mengatakan pada Chang ryul untuk mengasihani orang yang lebih lemah. Ia menyinggung keduanya. Chang Ryul seharusnya tidak membuat kekacauan dengan orang yang selalu berdarah hidungnya karena mereka, seperti idiot saja.

Jin Ho tahu ini diarahkan padanya, dan menjawab, ia tidak masalah jika hidungnya berdarah dalam pertandingan yang adil. Tapi jika lawanmu memukul dengan batu yang disembunyikan dalam tangan, itu tidak adil. Jadi kali ini, “Aku minta kau datang padaku dengan tangan kosong.”

In he terkesan dengan Jin Ho, dan demikian pula Choi Do bin, yang melihat mereka dari atas.

Dalam perjalanan pulang, kedua ayah dan anak itu merasa kesal. Presiden Han karena choi Do bin juga tertarik pada presentasi Jin Ho dan mengingatkan chang ryul agar waspada. Chang ryul berkata ia tidak khawatir karena ayahnya ahli negosiasi atau dengan kata lain suap menyuap. Tapi presiden Han cemas, Choi Do Bin bukan orang seperti itu.

Ayah Chang ryul menyinggung tentang pernikahannya dengan In hee. Ayah Chang ryul melihat In hee dekat dengan Choi Do Bin. Ayahnya membujuk, jika proyek Museum ini jatuh ke tangan mereka, ia tidak akan menentang hubungan mereka. Chang ryul senang dan ia akan menghadapi Jin Ho dengan “tangan kosong”.

Jin Ho dan Sang jun harus ke RS, salah satu pekerjanya mendapat luka. Mereka tidak menyalahkan Jin Ho dan lukanya tidak parah, tapi Jin ho tetap merasa bersalah karena ia terus mendorong mereka untuk kerja sedangkan mereka kelelahan.

Sang jun melaporkan bahwa klien mereka yang proyeknya sedang mereka tangani jatuh bangkrut dan lari ke Filipina. Jin Ho tidak boleh gengsi lagi, ia harus kembali ke sang Go Jae untuk mempelajari rumah itu.


In pulang dan terkejut tapi sekaligus senang melihat Jin Ho ada di Sang Go Jae. Malamnya, Jin Ho tidak ingin makan ramyeon untuk makan malam. Jin Ho mengajak Kae In untuk belanja karena hanya ada mangkuk ramyeon kosong di rumah Kae in diantara sampah2 lain.

Mereka berdua bertengkar saat membayar, tidak ada yang mau membayar dan tidak ada yang bawa uang, maka Jin Ho menggunakan ponselnya. Ponsel ? sepertinya produk pembayaran baru di Korea (pesanan sponsor, kayanya my company bisa bikin softwarenya hihi..ide lagi.. interesting…) Begini, ponsel Jin Ho di scan, dan mereka bisa mengakses rekeningnya dan dengan pasword khusus mungkin PIN, Jin Ho bisa bayar. (hmm..aku cemas, nanti lama2 PIN-nya ditanam di tangan…sigh..)

Jin Ho tidak tahan dengan Kae In yang jorok, maka ia ingin seluruh rumah dibersihkan. Kae In menekankan berarti Jin Ho setuju untuk kembali. Jin Ho berkata selama Kae in janji tidak akan mengatakan bahwa ia gay. Akhirnya mereka bersih2 tapi Jin ho hanya memerintah Kae In untuk mengepel dan Kae in selalu mengambil jalan pintas. Jin Ho tidak tahan dan ia mengambil pel dan mulai bersih2, akhirnya Jin Ho yang membereskan semuanya.

Kae In mengambil kesempatan menyelinap ke kamarnya. Jin Ho mencarinya dan melihat Kae In melihat pada miniatur meja kursi dari kayu, persis yang dihadiahkan untuk Jin Ho. Ini adalah buatan mendiang ibunya, ibunya juga seorang designer furniture.

In Hee mengambil apartemen bulan madu mereka dan ia pindah ke apartemen itu saat Chang Ryul keluar dan In Hee mengubah kode pintunya. (kalo listrik padam, bisa buka ngga ya..atau mungkin dah pake solar pannel ya..). Chang ryul kesal dan In hee berkata saat Chang ryul membeli rumah ini, ia yang beli perabotannya. In Hee mengingatkan bahwa Chang Ryul pernah berkata semua miliknya milik In hee juga, Chang ryul berkata itu ketika mereka akan menikah, kalau begini sebaiknya menikah ulang saja.

Young Sun yang mengunjungi Kae in terpesona dengan Sang go Jae yang tampak bersih. Young Sun juga membujuk agar Kae In baik2 saja dengan Jin Ho, karena ia ingin memotret Jin Ho, Young sun memotret model2 gay. Young sun memberikan alaman Won Ho pada Kae In, ia mendapatkannya atas bantuan suaminya yang polisi.

Kae In lalu pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan ia kaget setengah mati ketika melihat Jin Ho di dalam, sudah selesai mandi, hanya belum selesai memakai handuknya …(it’s embarrasing ..) Keduanya shock. Kae In langsung keluar, tapi ia kembali lagi dan berkata ia tidak melihat apa2 karena ia tidak pakai kontak lens atau kacamata. (kamar mandinya gak ada kuncinya …)

Jin Ho bisa menerimanya, tapi ia terganggu saat malam hari, ia mendengar Young sun dan Kae in membicarakan kejadian tadi. Kae in berkata ia tidak bisa melihat jelas tapi aku cukup melihat! Young Sun ingin tahu detilnya. Kae In berkata, “Dia kelihatan bagus. Tidak jelek,” Jin Ho kelihatan lega tapi Young Sun berkata dengan penuh arti, “Bukan itu. Itu.”

Jin Ho tegang dan ia tahu apa maksud keduanya. Kae In menunjukkan dengan tangannya, Young sun menjawab, “Hanya segitu?” Mendengar reaksi Young Sun, Jin Ho merasa tersinggung. Beraninya dia..

Jin Ho ditelp Hyemi, ia cemas ibu Jin Ho menghilang. Jin Ho langsung lari mencari ibunya. Jin Ho mencari ibunya ke bar langganannya. Jin ho menemukan ibunya dan ia bergabung dengan ibunya. Jin Ho minta maaf karena tidak mengatakan dimana ia tinggal dan menjelaskan ia sibuk kerja.

Ibunya mengenang saat Jin Ho masih kecil dan ayahnya masih hidup. Ibunya memandangi langit malam dan bertanya-tanya mengenai rumah lama mereka. Jin Ho berjanji akan mendapatkan rumah itu untuk ibunya.

Kae In menemukan alamat Won ho dan ia justru menemukan nenek Won Ho yang tinggal di ruangan kusam dalam rumah yang sudah reyot. Nenek Won Ho mengira Kae In adalah sukarelawan yang biasa datang untuk membantu dan ia minta Kae in membacakan surat untuknya, ia pikir itu adalah surat Won Ho untuknya. Kae In membuka surat itu dan ternyata itu adalah surat peringatan dari rentenir, Kae In merasa tidak enak dan ia memutuskan memalsukan surat Won ho dan berkaat, “Nenek, apa kabar? Aku sibuk hari2 ini sehingga aku tidak bisa menemuimu. Aku minta maaf.”

Kae In akhirnya mengirim pesan pada Won ho, ia akan mengusahakan uang itu. Jin Ho dan Sang Jun dan rekan kantor mengadakan barbecue bersama, setelah itu ia minum kopi sambil jalan pulang. Sampai di rumah Jin Ho terkejut dengan teriakan Kae In, dari kamar mandi, dan Jin Ho langsung menerobos masuk, keduanya shock lagi. hehe..tapi kali ini paling tidak Kae In sudah pakai handuk.


Jin Ho ingat apa yang terjadi padanya dan ia berkata bahwa tubuh Kae In tidak membuatnya tertarik, Kae in berpikirya tentu saja dia kan gay. Bahkan saat Jin Ho berkata, maaf tapi selain kau aku tertarik dengan wanita. Kae in tidak percaya.

Kae In justru minta tolong untuk mencarikan kontak lens-nya yang jatuh. Kae In cuek dan ia pikir Jin ho sama sekali tidak terpengaruh dengan tubuhnya, Kae In tidak mau repot2 pakai baju, tapi saat Jin Ho harus membantu Kae in di kamar mandi, dan berhadapan dengan…”perabot” Kae In, ..Jin Ho pusing juga.

Tapi Kae In bukannya tidak terpengaruh dengan kontak fisik, ia sempat tergelincir dan Jin Ho menahannya. Kae In jadi deg2an apalagi saat jin Ho mendekat dan mengulurkan tangannya, tapi ternyata Jin ho mengambil kontak lens Kae In yang jatuh di pundaknya. Tapi kejadian itu berpengaruh untuk keduanya. Setelah memberikan kontak lens, Jin Ho langsung keluar..bahaya..:)

Kae In lapar dan ia mengajak Jin Ho makan di luar. Jin Ho menolak, Kae In membujuknya ia mau makan Kalbi (iga panggang Korea), Kae in yang mentraktir.

nyem..nyem..kalbi…

Kae In, “Aigoo, aku kelaparan. Jika ia tidak akan makan denganku dia seharusnya tidak berbau seperti makanan, bau saja tidak mengenyangkan. Teman macam apa yang sekejam itu? Aku sangat kelaparan aku bisa mati. Tidak ada nasi di rumah dan aku ingin sekali daging sapi, dan menyedihkan pergi dan makan sendiri. Betapa menyenangkan-nya jika punya teman serumah untuk makan kalbi bersama, mareka tidak menjual kalbi dalam porsi single.”

Jin Ho akhirnya pergi dengan Kae In makan Kalbi.


Di restaurant, Kae In menjadi mabuk dan mulai berkeluh kesah tentang Chang Ryul. Kae In ngomel, pria itu sama, mereka hanya berpikir wanita yang cantik dan seksi itu barulah bisa disebut wanita. KAe in berkata pada Jin ho, aku sangat senang kau bukan pria seperti itu. Jin Ho tersiksa, tapi kemudian ia melihat Choi Do Bin berjalan masuk. Jin Ho berdiri dan menghormat. Do Bin mengangguk dan tersenyum pada Jin ho lalu duduk ke mejanya.

Jin Ho memutuskan untuk segera pergi, ia tidak enak dengan Do Bin, Jin Ho menyuapkan makanan ke mulut Kae in agar mereka bisa cepat2 pergi.Kae In tidak menyadari Jin Ho terburu2, ia senang, Jin Ho baik sekali dengannya.

Kae In pergi ke kamar mandi dan seorang wanita mengirimkan minuman padanya, wanita itu mengangkat gelas dan berkedip pada Jin Ho, Jin ho tidak menghiraukannya.

Tiba2 seorang pria mendatangi Jin Ho dan marah, ia melihat mereka dan berkata bahwa wanita itu istrinya, beraninya Jin ho menggoda istrinya, ia menyebut Jin Ho gigolo.

Kae in kembali dan melihat semuanya. Ia ingin membela Jin Ho dan berkata, “Jin Ho kami tidak seprti itu.” Pria itu tidak menghiraukan Kae In dan ketika ia akan memukul Jin Ho, Kae In berteriak, “Aku bilang, ia tidak seperti itu, Pria ini GAY!!!”

Jin Ho tertegun dan ia ketakutan, Do Bin mungkin sudah mendengarnya. Jin Ho kesal dan pergi.

Dalam perjalanan pulang, Kae In tidak berhenti menyesali dirinya yang sudah sekali lagi mempermalukan Jin Ho. Ia menangis dan memukul-mukul dirinya sendiri. Jin Ho kesal tapi ia hanya bisa memejamkan mata dan menghela nafas, nasi sudah menjadi bubur tidak ada gunanya menangis.

Kae In tertidur di bangku taman karena mabuk. Jin Ho tidak peduli dan berjalan pulang dan meninggalkan Kae In. Tapi saat jin Ho hampir sampai rumah, ia berubah pikiran dan kembali. Jin Ho kembali ke bangku taman itu dan membangunkan Kae in, pergelangan kaki Kae In kambuh lagi, Jin Ho akhirnya menggendong Kae In pulang.

Kae In menyanyi dan bergerak-gerak terus, Jin Ho kesulitan menggendongnya. Kae In menghela nafas, “Punggungmu hangat. Punggung ayahku juga mungkin hangat.” Jin Ho heran, memangnya ayah Kae in tidak pernah menggendongnya? Kae In menjawab, “Tidak ada yang pernah menggendongku.”

Jin Ho membaringkan Kae In di sofa di ruang tengah, Jin Ho menyuruh Kae in tidur di dalam.(knp org Korea suka mabuk ya, aku agak terganggu kalau lihat cewek mabuk, ngga pantas aja),

Jin Ho melihat Kae in hampir jatuh dari sofa, Jin Ho mencoba membangunkan Kae In. Kae In tidak bangun, Jin Ho mengangkat kaki Kae In dan ia berniat meletakkan ke posisi lebih aman, yang membuat Kae In bangun, awalnya Kae In curiga tapi ia ingat. Jika pria lain yang melakukannya ia pasti sudah marah, tapi Kae in merasa tidak masalah dengan Jin Ho. Karena ia Gay.


Tiba2 kaki Kae In kram dan ia berteriak kesakitan lalu minta Jin Ho memijitnya dan Jin Ho mau tidak mau memijit kaki Kae In. Kae In senang sekali dan ia berterima kasih atas bantuan Jin ho dan mengacungkan jempolnya, Jin Ho hebat!

Personal Taste Episode 2

Standar

Kae in shock. “Kapan ?” ia tanya pada In hee. Awalnya In Hee merasa bersalah tapi ia berkata, akulah yang akhirnya dipilih Chang Ryul dan aku memutuskan untuk menjalani pernikahan ini.

Chang Ryul masih merasa menyesal, tapi In Hee berkata, apa orang yang berkencan harus menikah? Young Sun tidak tahan lagi, ia berteriak, “Kim In Hee” lalu langsung menyerang In Hee. Petugas keamanan dan sekretaris Chang Ryul membawa mereka pergi. Jin Hoo dan Sang jun hanya bisa merasa kasihan pada Kae In. Kata Jin ho, ini fantastik..Han Chang ryul sedang membakar dua sisi lilin.

Kae In dan Young Sun (eh aku ingat ini yg jadi di 18 vs 29) dibawa ke ruang sound system dan tanpa mereka sadari anak young Sun mengutak-atik perangkat sound system. Tepat saat Kae In berkata..pria yang menikah hari ini adalah pacarku dan wanita nya adalah orang yang selama 10 th ini menjadi teman baikku. Young Sun langsung berkata, kau tidak sadar? kau benar2 bodoh! Dasar perempuan jalang, ia selalu merebut pacar orang, dan dari semua pria di dunia, mengapa memilih pacar teman baiknya?! Dan semua itu terekam… ke semua ruangan. Di gedung itu ada pasangan lain yang menikah. keduanya kaget sekali dan langsung keluar.

Kae in dan Young Sun menyadari apa yang dilakukan anaknya dan langsung keluar. Di luar, semua pasangan tegang dan marah2. Saat bertemu pasangan Chang ryul-In hee, Kae in hanya minta maaf telah merusak harinya dan ia mengucapkan selamat. Young Sun masih murka pada In hee. Young Sun sempat menampar In hee. Kae in dan Young Sun jalan pulang dan mereka berpisah, Kae in jalan sendirian.

Sementara itu Jin Ho mengejar Do Bin dan sengaja menabrak mobil Do Bin yang berada di parkiran untuk mendapatkan kontak. hihi…

In hee dan Chang Ryul bertengkar, Chang ryul terpengaruh kata2 Kae in yang ia dengar lewat intercom dan mereka bertengkar, In hee tidak mau pergi bersama Chang ryul dan pergi sendiri. Pernikahan batal. Ayah Chang Ryul marah dan memukulnya (hei ayah chang ryul yg jadi ayahnya Jandi hihi), ia berkata jangan panggil aku ayah jika kau tidak melakukan hal yang pantas sebagai anak!

Kae in ada di penyeberangan, saat lampu berubah hijau ia tidak jalan, dan baru mulai melangkah saat lampu akan menjadi merah kembali.


Di jalan, Jin Ho melihat Kae in jalan sendirian dengan pandangan kosong dan membuat kemacetan. Kae In tidak peduli ia terus jalan sambil menangis.


Jin ho dan Sang jun tiba di kantor. Sang jun mendapat info jika proyek itu tidak jadi menunjuk arsitek asing tapi proposal harus terbuka, Jin Ho senang, jika demikian mereka bisa bersaing dengan adil. Tae hoon menunggu mereka dan ingin mendapatkan pekerjaan-nya lagi. Ia bahkan berkata ia punya rahasia memenangkan tender museum, Jin ho tertarik, Tae hoon berkata, “Hyung apa kau pernah dengar rumah bernama Sang-go-jae?” (btw, aku suka rak segi 6 Jin Ho yg dipojok)


Di rumah Kae In (Sang Go Jae), ada rentenir mencari Won Ho. Ternyata, Won ho hutang pada rentenir itu dengan jaminan rumah. Sehingga Kae In setelah dari pernikahan Chang ryul harus menghadapi kenyataan bahwa ia berhutang 10 juta Won atau Rp 100 juta, kalau Kae In tidak bisa bayar, ia akan kehilangan rumahnya! Bahkan karena bunga sekarang total hutangnya 30 juta Won dan jatuh tempo 2 April 2010. Astaga….

Jin Ho mendengarkan Tae Hoon, menurut ayahnya, kepala perusahaan MS yang memiliki museum jatuh cinta dengan rumah tradisional Korea. Dia sudah meminta Prof Park untuk membuat design museum tapi ditolak, jika Jin Ho bisa mengintip ke dalam Sang Go Jae, maka ada kemungkinan kita bisa memenangkan tender museum.

Kae In duduk sendirian dan ia mendapat telp, ia pikir Lee Won ho, ternyata ayahnya. Kae in kaget, apalagi saat ayahnya tanya apa ada masalah? Kae In menjawab tidak ada. Kae In memastikan apa ayahnya benar akan pulang bulan Agustus dan setelah telp ditutup Kae in berkata, “Jika ayah pulang, mati aku.”

Kae in masuk ke kamar kosong In Hee dan ia menghela nafas. Kae In menelepon Young Sun. Young Sun datang dan mengira Kae in bersedih, hanya..saat Young Sun melihat lagi, ternyata Kae in makan nasi campur. Young Sun hanya bisa menasihati agar Kae In terus terang saja pada ayahnya. Hubungan Kae In dan ayahnya tidak begitu baik.

Young Sun hanya berkata, mengapa oh mengapa ayahmu harus mencintai ibumu seperti itu? Ayah Kae in masih bersedih atas kematian ibu Kae In.

Jin Ho mempelajari beberapa foto tentang Sang go Jae, dan Sang jun datang dengan informasi bahwa arsiteknya membangun rumah itu untuk isteri yang dipujanya, tapi isterinya meninggal, sejak itu ia hidup dan mengajar di luar negeri. Hanya putri tunggalnya yang tinggal di Sang Go Jae.

Sang jun berkata ini bagus, dengan pesona Jin ho, maka ia tidak akan kesulitan merayu gadis itu agar bisa masuk ke Sang go jae. Sang jun juga berkata ibu gadis itu terkenal sangat cantik, maka gadis itu juga pasti sangat cantik. Jin ho memutuskan akan mengunjungi Dan art gallery besok dan Sang jun boleh mengikuti gadis itu.


Kae in duduk memainkan kursi mainan kecil dan ia ingat saat di buaian ibunya, Kae in berkata, “Aku ingin ayah memberiku pengakuan, tapi akhirnya aku seperti ini lagi, tapi hari ini aku boleh menangis kan?” Ijinkan aku menangis hanya untuk hari ini saja lalu aku akan membuang semuanya dan bangkit lagi, bu..lagipula aku adalah putrimu yang pemberani Kae In. Kae In menangis, “Ibu…”


Paginya, Kae in berbicara dengan seseorang di telp, ternyata ia bicara dengan layanan hoki seperti Mama Loreng (yg tdk akan memberikan jawaban) dsb, Kae In akan mendapat penyelamat dari timur. Kae In, “Apakah pria?” Peramal, “Bukan pria.” Kae In, “Jadi wanita?” Peramal, “Bukan wanita.” Kae in pusing apalagi saat menyadari tagihannya. Kae in langsung menutup telp-nya.


Sang jun mengetuk pintu dan siap dengan bunga. Ia siap merayu si pemilik rumah agar bisa masuk. Kae in keluar dengan kondisi berantakan dan keduanya langsung shock dan saling mengenali. Sang Jun kaget karena, pertama lingkaran hitam di skitar mata Kae in dan kedua, ia sadar bahwa Kae in adalah wanita dari pesta pernikahan itu. Kae In langsung berkata bukan dan menutup pintu, tapi ia keluar lagi dan memastikan “Apakah kau datang dari timur?” Sang jun langsung menelepon Jin ho, “kita ada dalam masalah besar.”

Kae in mendapat telp dari toserba dan bertemu dengan manajernya yang bernama…Gu Jun Pyo! Furniture Kae in ditolak karena tidak sesuai dengan selera pasar.


Jin ho menemui Do Bin yang sedang bersama ayah Chang Ryul. Ayah Chang ryul pura2 ramah pada Jin ho sebagai putra mantan atasannya. Ayah Chang Ryul pura2 menegur Jin ho mengapa tidak pernah berkunjung ke rumah dan mengajak Jin ho makan siang bersama karena ia sudah seperti anaknya sendiri. Tapi Jin Ho menolak. Do bin berkata ia akan menunggu proposal Jin ho. Saat choi Do Bin berlalu, ayah Chang ryul berkata pada Jin Ho, bahwa anak muda dengan semangat itu bagus, hanya ia harus bisa membedakan antara semangat dan kebodohan.

Kae In dan young Sun kembali dari supermarket itu dengan truk penuh furniture Kae In. Kae in melihat Won Ho di depan rumah, dan Jin ho kebetulan juga di sekitar Sang go Jae.

Won Ho menyadari kedatangan Kae in dan lari. Kae in mengejar dan Jin Ho mengikuti mereka. Kae in tidak bisa lari dan terkilir. Ia minta Jin ho menangkapkan Won Ho untuknya. Akhirnya Won ho tertangkap dan Won ho mengaku bahwa ia menghabiskan semua uang pinjamannya dan tidak bisa menjelaskan pada Kae In. Kae In awalnya marah tapi justru merasa kasihan pada Won ho.

Mereka pergi ke restauran dan bahkan Kae in membelikan makan siang untuk Won ho. Kae In berkata ayahnya akan kembali lebih cepat dari yang ia kira, ia perlu uang sekarang dan Kae In berpikir mengenai menyewakan kamar In hee. Jin ho yang selama ini mengikuti mereka, menjadi tertarik.

Won ho berkata akan ke kamar kecil dan kabur. Kae in menunggu, lalu ia mencari Won ho, dan kaget saat menyadari Won ho kabur. Jin Ho mendekatinya dan berkata, “Apa kau ini idiot?”

Jin Ho menyadari kaki Kae in yang terkilir dan ia membawa Kae In ke RS, tidak menghiraukan protesnya dan bahkan membayar tagihan RS-nya. Kae in mencurigai motivasi Jin Ho, mengapa menjadi baik dan Jin Ho mencoba mengajar Kae in untuk berterima kasih. Jin Ho berkata daripada membayarnya, mengapa Kae In tidak mengijinkannya melihat rumah Kae In.

Jin Ho berkata ia mencari tempat tinggal baru dan kebetulan mendengar pembicaraan kalian. Kae In semakin curiga, pria dan wanita, tinggal seatap, kita tidak bisa melakukan itu. Kae in tidak mengijinkan Jin Ho melihat Sang go Jae.

Mereka sampai di rumah dan Jin ho masih mencoba meyakinkan Kae In, tapi tidak berhasil. Young Sun membuka pintu dan setelah melihat Jin ho, ia segera minta Jin Ho menunggu dan menarik Kae in. Young Sun membujuk Kae In untuk mengubah pikirannya. Mengapa Kae in harus menolaknya, Kae in butuh uang dan teman, dia punya uang dan butuh kamar.

Young Sun mengingatkan, bukankah Jin Ho itu gay? Kae In bertanya2, apa bisa berhasil. Kae in menjadi tertarik dengan ide serumah dengan pria gay, Jin ho bisa memasak, menjadi teman belanja, dan bahkan bisa facial bersama.

Akhirnya Kae In bersedia memberi kesempatan dan Young Sun mengundang Jin ho masuk. Jin Ho langsung jatuh hati pada rumah itu. Perpaduan serasi antara modern dan tradisional.

Jin Ho berkata pada Sang jun di kantor, ia akan tinggal serumah dengan Kae In. Sang Jun tidak percaya Jin ho berhasil. Sang jun berkata jika Kae in menyukainya, Jin Ho maju saja. Jin ho berkata itu tidak akan terjadi.

Sementara itu Young Sun dan Kae In masih mengagumi Jin Ho. Dan akhirnya, Kae in, Young Sun, Sang jun, dan Jin Ho bertemu di Sang go Jae untuk tanda tangan kontrak. Sang jun dan Young Sun-lah yang mengurus kontraknya sedang Jin ho dan Kae in tetap dingin saja. Setelah segel dibubuhkan, Jin ho minta Kae In menjaga kebersihan. Kae In menyetujuinya dan ia juga minta Jin ho menjaga batas2 di dlam rumah.

Sang jun berkata Jin Ho sudah seperti adiknya sendiri dan ia mengelus lutut Jin Ho. Gerakannya itu semakin meyakinkan kedua wanita itu bahwa mereka pasangan gay. Tapi baik sang Jun maupun Jin Ho tidak menyadarinya. Mereka langsung menuju kamar Jin ho untuk berbenah.

Jin Ho terluka kakinya dan Sang jun mau menolongnya, tapi ini yang di dengar Young Sun dan Kae in dari luar kamar, Sang Jun, “Buka celanamu…jangan khawatir, aku akan pelan2..oke, aku akan masuk..”

Young Sun merasa hubungan mereka mengagumkan tapi Kae in ingat pada Tae hoon dan ia menyangka Jin ho ganti2 pasangan.

In Hee kembali dari bulan madunya dan ia pindah ke tempat barunya, hanya saja Chang ryul sudah terlanjur di sana, karena diusir ayahnya. Mereka bertengkar dan akhirnya In hee pergi lagi. Jin ho berkeliling rumah Kae in dan masuk ke ruang kerja ayah Kae In, Jin ho mengintip beberapa lembar cetak biru. Sementara Jin Ho bicara di telp dengan ibunya, Kae In menyelinap ke dalam ruangan seperti hantu dan mengejutkan Jin Ho.

Kae In membawa gergaji besar di tangannya, Kae In mengingatkan semua pelanggaran akan dikenakan hukuman dan membuat Jin ho menjerit ketakutan dan lari.

Ternyata In Hee kembali ke Sang go Jae! Kae In kaget, In hee ingin kamarnya kembali, Kae in sudah merusak pernikahannya, In hee tidak benar2 bersama pacar Kae in, maka yang lalu biarlah berlalu.

Kae in tidak percaya In hee berani datang ke Sang Go jae, mereka lalu berkelahi, Jin Ho jadi keluar kamar dan mengeluhkan keributan ini.

In hee tidak percaya Kae In menyewakan kamarnya pada pria lagi. In Hee bahkan dengan tanpa malu menasihati Kae in bagaimana seharusnya Kae in hidup.


Kae in membalas, In Hee pasti tertarik pada teman barunya karena In hee ingin mencuri pria darinya, dan In Hee berkata bahwa ia bisa mendapatkan pria mana saja, tidak ada pria yang menolaknya.

Kae in yakin sekali kali ini ia bisa membuat In hee diam, Kae in berkata kau bisa mencoba ribuan tahun untuk menggoda Jin Ho. Itu tidak akan berhasil. Karena dia Gay!

sr : kadorama-recaps.blogspot.com

Personal Taste episode 1

Standar


Casts :

Sohn Ye Jin as Park Kae In
Lee Min Ho as Jeon Jin Ho
Kim Ji Suk as Han Chang Ryul
Wang Ji Hye as Kim In Hee
Jung Sung Hwa as Noh Sang Jun
Ryu Seung Ryeong as Choi Do Bin
Choi Eun Seo as Na Hye Mi
Im Seul Ong as Kim Tae Hoon



Kriiiiing…..!!!!

Jam beker Park Kae in meraung-raung, Kae in melompat bangun dengan kikuk, ia sudah terlambat. Kae in, designer furniture dan sudah kerja lembur semalaman. Ia tertidur di lantai kamar kerjanya.

Kae in bersiap-siap ke kantor dengan mengenakan baju yang lumayan bagus tapi “dihancurkan” dengan jaket biru dan boot-nya.


Sebaliknya, di rumah Jeon Jin Ho..

Jin Ho tidur di kamar yang luas, bersih, rapi, teratur, chic, elegan dan ia menemukan seseorang tidur di sampingnya. Jin hosantai saja dan dengan ringan berkata pada gadis di sampingnya untuk berhenti berpura2.

Gadis itu, Na Hye Mi, bertanya bagaimana Jin ho bisa menolak gadis sexy seperti dirinya? Hye Mi setengah bercanda bertanya, apa mungkin kau lebih menyukai pria? Jin Ho membalasnya, “Bukankah kau tahu aku memang seperti itu?”

Ibu Jin ho memanggil dari luar, dan Jin ho langsung bereaksi dengan panggilan ibunya. Jin ho langsung mendorong Hye Mi ke balkon luar. Ibunya tanya dimana Hye Mi ? Jin Ho bergumam, bukankah dia masih di Kanada?

Kae In terlambat dan mobil Jin Ho tidak bisa keluar dari parkiran, jadi keduanya ada di jalan mencari taksi. Bahkan berebut taksi yang sama. Saat mereka berdebat siapa yang memanggil duluan, orang lain langsung masuk dan pergi dengan taksi itu. Keduanya akhirnya mengejar bis.


Di dalam bis, mereka berebut tempat duduk. Jin ho duduk di satu2nya bangku kosong di bis. Kae In berharap Jin Ho menunjukkan sedikit sikap gentle, menawarkan kursinya pada wanita, tapi Jin Ho tidak tergerak. Sembari duduk, Jin Ho melihat ke arah garis celana Kai In ^__^ Dan meskipun Jin ho melihatnya tanpa selera, Kae In memergoki Jin Ho melihat ke arah pantatnya dan ia berpikir Jin Ho genit.

Kae In membenarkan bajunya dan tiba2 bis mengerem mendadak, Kai In harus menahan badannya ke belakang, Jin ho yang ingin melindungi maket bangunan-nya, mau tidak mau menahan Kae In, hanya posisi tangan Jin Ho itu…tepat di pantat Kae In!

Jin Ho membela diri dengan berkata ia mau melindungi maketnya. Kesal karena merasa melindungi maket plastik lebih penting daripada bagian tubuhnya, Kae In berkeras agar sopir bis membawa mereka ke kanto polisi karena ia sudah dilecehkan.

Jin Ho dengan kepala dingin berkata bahwa Kae In mengganggu kepentingan umum, apakah pantatnya lebih penting daripada waktu semua orang dalam bis ini ?

Kesal, Kae In membalas dengan meremas pantat Jin Ho (woo…fans Min Ho berteriak…!!!) Shock, Jin Ho menjatuhkan maketnya, dan langsung hancur berantakan! Oops! Kae In tidak bermaksud sampai seperti itu, dan ia cepat2 turun dari bis. Kabur…!!!

Ternyata hari ini juga hari yang penting untuk Kae In, ia akan meluncurkan koleksi furniture-nya sendiri dalam sebuah expo. Dengan nama Kae-in Story. Furniture nya bertema happy single dan termasuk produk inovasi baru seperti membuat meja makan single sebagai meja makan, meja kerja, macam2 fungsi dalam satu meja. (boleh juga idenya, bgs buat rumah minimalis hehe..)

Kae in senang dengan rangkaian bunga ucapan selamat yang dikirim pacarnya Chang Ryul. Tapi Chang Ryul tidak datang di acara Kae in. Karyawan Kae In, Lee Won Ho, tidak senang dengan ketidak hadiran Chang ryul, apalagi saat tahu dia juga adapresentasi di gedung yang sama.

Ternyata itu presentasi yang sama yang juga disiapkan Jin Ho. Jin Ho sudah menyiapkan ini bersama partner-nya Noh Sang Jun, Jin ho dan Sang Jun harus memperbaiki maketnya dalam waktu yang singkat.

Mereka diinterupsi oleh kehadiran rival mereka, pacar Kai in, Han Chang Ryul. Chang Ryul hanya senyum sinis dan berkata mereka tidak perlu repot2 dengan maketnya karena ia akan memenangkannya. Mereka saling mengejek. Chang ryul mengejek perusahaan Jin ho yang masih baru, dan Jin ho mengejek Chang Ryul yang sukses karena orang lain yang mengerjakan pekerjaannya.

Chang ryul menyerahkan 2 undangan pernikahan pada Jin ho dan Sang Jun. Kata Chang Ryul, ia melakukannya untuk memberikan kesempatan keduanya merasakan makanan hotel yang mewah.

Dalam presentasi, chang ryul mewakili perusahaan Mirae Construction. Dia cukup lancar dan percaya diri, hanya..Chang ryul melakukan kesalahan yang membuktikan kata2 Jin ho bahwa Chang ryul tidak mengerjakan proyeknya sendiri. Ada banyak yang membantunya.

Jin Ho mewakili perusahaan-nya sendiri, M, dan mempresentasikan modelnya dengan hologram (wuih..teknologi Korea dah canggih ya..presentasi pake hologram..wah..harus di contoh nih..) Dan Jin ho menekankan pada harmoni, menggabungkan alam dengan orang2 dan kebudayaan.

Jin ho dan Kae In terlibat clash lagi,

Saat break presentasi, Jin ho Dan Sang Jun jalan ke sekitar hotel dan melihat expo furniture Kae-in story, Sang jun melihat2 furniture, dan ia berhenti di furniture karya Kae In, Sang jun berkata furniture multi fungsi benar2 jenius. Tapi Jin Ho mendengus dan berkata bahwa designer-nya adalah orang yang egois dan jelas tidak pernah masak untuk orang lain.

Orang yang tidak bisa berkomunikasi, dan histerikal. Kae in mendengarnya, sebenarnya ia tidak mau menemui Jin ho karenaingat kejadian di bis, tapi mendengar kata2 Jin ho, Kae in tidak tahan dan ia muncul, Ada beberapa orang di dunia ini yang tidak punya orang untuk menemani makan, apa kau tahu itu!

Para arsitek kembali ke ruang pertemuan untuk mendengarkan hasilnya. Semuanya tegang. Sang jun bahkan bedoa pada Tuhan agar bisa menang, dan mengancam akan pindah kepercayaan ke Budha jika mereka tidak dimenangkan (bwa..haha..yeah right.)

Mirae Cons (prsh Chang ryul) memenangkan penawaran. Seorang pria yang duduk didekan Jin ho, melihat kekecewaan di wajah Jin Ho. Pria itu adalah Choi Do Bin.

Kae In memberi selamat pada kesuksesan pacarnya. Kae in bahkan mengajak pacarnya kencan besok. Chang ryul dengan gugup dan pengecut, justru mencoba putus dengan Kae In. Chang ryul beralasan, ia sudah gagal sebagai pacar dan semua ini salahnya. Kae In justru membelanya dan menghibur Chang Ryul, menskipun Chang Ryul dulunya adalah playboy, sekarang tidak lagi, karena sekarang Chang ryul dengan Kae In.

Chang Ryul putus asa, makanya ia memaksakan diri berlutut dan akan mengeluarkan undangan nikahnya. Kae in salah paham, ia pikir Chang ryul akan melamarnya. Kae in gugup melihat Chang ryul meraih sesuatu di kantongnya, pasti cincin, iya kan ? Kae in berkata ini terlalu mendadak, ia perlu waktu untuk memikirkannya, apa chang ryul bisa memberinya waktu lagi?

Chang Ryul melihat ini jadi aneh dan ia berdiri dan akan protes, tapi justru Kae in mendorongnya kembali berlutut bwa…!

Tiba2, Jin Ho dengan wajah marah mendekati Chang Ryul dan merenggut bajunya, Jin Ho merasa Chang Ryul sudah main belakang sehingga presentasinya lolos. Jin Ho tanya apa ia atau ayahnya sudah mengacaukan lagi.

Ternyata mendiang ayah Jin Ho dulunya adalah presiden Mirae, tapi posisi itu sekarang ada di tangan ayah Chang Ryul. Jin Ho mendirikan perusahaan-nya sendiri.

Chang Ryul berjalan pergi meninggalkan Jin Ho. Kae In merasa Jin Ho sudah mengacaukan lamaran yang nyaris diterimanya.

Jin Ho dan Sang Jun sedang pusing, ada konstruksi yang sedang berjalan dan mereka cemas tidak selesai tepat waktu, karena mereka sudah menginvestasikan semua uang perusahaan untuk proyek ini (membayar pekerja dll) dan presentasi, sekarang mereka kehabisan uang.

Jin Ho menghela nafas dan berkata mereka ambil proyek museum saja. Sang Jun memperingatkannya, ini sudah diluar kemampuan mereka, tapi Jin Ho tetap teguj, ia akan menemui Direktur Choi, Direktur museum itu. Mereka tidak mengenalnya, tapi Sang Jun ingat, pernikahan Chang Ryul! Itu kesempatan bagus bukan saja untuk memperluas jaringan, tapi pengantinnya juga kurator museum. Pasti Choi datang.

Tiba2 Kim Tae Hoon masuk, dan bertanya mengapa Jin Ho berani sekali mengunci Hye Mi diluar, di balkon. (heh..lupa ya dimasukkan lagi ? hehe..)

Tae Hoon juga kerja di perusahaan Jin Ho, tapi tampaknya Jin Ho ingin Tae Hoon keluar. Jin Ho meyakinkan Tae Hoon dia hanya menganggap Hye Mi sebagai adik. Tae Hoon susah diyakinkan. Ia merasa Jin Ho pasti akan menikahi Hye Mi. Tae Hoon sangat cemburu dan ia mulai minum2.

Di rumah Kae In, Kae In berkumpul dengan teman2nya. Lee Young Sun (seorang photographer dan juga seorang ibu) dan Kim In Hee (yang akan menikah besok pagi). In Hee selama ini tinggal dg Kae In di rumahnya tapi sudah pindah karena persiapan menikah. Padahal ia hanya berkencan dengan calon suaminya selama sebulan.

In hee terlihat sedikit tidak tenang saat kedua temannya menyebut pengantin prianya yang misterius itu. Mereka tidak pernah melihatnya. Tapi ketika In Hee mendengar bahwa Chang Ryul hampir melamar Kae In, ia keluar untuk menelepon. In Hee kesal dengan Chang Ryul, seharusnya ia mengatakan yang sebenarnya pada Kae In.

Chang Ryul akhirnya memberanikan diri menemui Kae In. Kae In tentu saja salah mengira ini adalah kelanjutan dari lamaran Chang Ryul.

Chang Ryul mulai mengatakan semua hal negatif mengenai dirinya sendiri. Bahwa ia sudah sering menyakiti Kae in. Kae In senang mendengarnya, karena Chang ryul adalah pria pertama yang melihat seseorang spt dirinya, (yang tidak cantik dan biasa saja) sebagai wanita menarik. Chang Ryul semakin pusing.

Akhirnya, Chang Ryul langsung sampai pada poin-nya, “Kae In, aku mohon padamu…sekarang..dengan aku..” Kae In menunggu dengan menahan nafas, dan Chang Ryul melanjutkan, “…putus saja.”

Kae In tertegun, apa ia sudah melakukan kesalahan. Chang Ryul berkata ia tidak mencintai Kae In, dan Kae In seperti anak anjing yang selalu mengikutinya kemana-mana. “Aku kira aku merasa kasihan padamu.” Kau adalah gadis yang selalu mengacaukan segalanya dan tidak pernah dicintai sebelumnya, dan ia merasa kasihan pada Kae In.

Kae In benar2 terluka dan pergi dari meja tanpa berkata apapun. Chang Ryul memanggilnya, maka Kae In berhenti dan marah. Dengan gugup Chang Ryul menarik gelas airnya mendekat, agar tidak diambil Kae In. Tapi Kae In terlalu marah, dan berkata, “Aku minta maaf. Kau selama ini mencoba tidak melukaiku, tapi aku terlalu bodoh sehingga tidak menyadarinya.”

Jin Ho dan teman2nya masih minum2 di pojangmacha (aneh liat Lee Min Ho di warung hehe..aku msh kebawa dia sbg Jun Pyo). Tae Hoon menantang Jin Ho minum, Jika Jin Ho kalah, maka ia harus kencan dengan Hye mi.

Sang Jun tidak mengerti. Tae Hoon berkeras, jika Hye Mi bahagia, maka Tae Hoon juga. Itulah cinta. Jin Ho berkata, itu adalah cinta diantara kalian berdua, jangan libatkan aku. Tapi Jin Ho setuju minum, jika ia menang, maka Tae hoon harus keluar dari perusahaannya.

Kae In depresi, maka ia menelepon Won Ho (karyawannya) dan minum2. Kae In mabuk berat, dan ia marah pada dirinya sendiri karena begitu buta dan bodoh.

Won Ho mengambil kesempatan ini untuk menyatakan perasaannya pada KAe In. Kae In sama sekali tidak mendengar kata2 Won Ho, pertama karena ia berpikir Won Ho hanya menghiburnya, kedua , karena KAe In mabuk berat.

Won Ho membawa Kae In ke hotel. Jin Ho juga harus membawa Tae Hoon ke hotel dan menaikkan Tae Hoon ke tempat tidur. Jin Ho harus membuka jaket dan kemeja Tae Hoon karena Tae Hoon muntah dan mengotori bajunya sendiri.

Jin Ho pergi dan meninggalkan catatan di kaca (ingat Jan di jadinya hehe, ngebales ya..) “Selamat kau dipecat. Kau kencan saja!” (maksudnya dengan Hye Mi)

Sementara itu, Won Ho melihat ke arah Kae In yang terbaring, dan menunduk mencuri mencium Kae in. Kemudian, Won Ho terbawa emosinya dan mulai membuka celana Kae In, dan..Kae In mulai sadar dan dengan grogi tanya, “Apa yang kau lakukan?”

Won Ho berkata, “Aku mencintaimu!” dan melompat ke atas Kae In. Kae In merasa marah, ia percaya pada Won Ho dan sekarang beraninya Won Ho memanfaatkan keadaan. Kae In murka dan ia mengejar Won Ho ke seluruh kamar, menendang dan memukul Won Ho semampunya.

Kae In mengejar Won Ho keluar kamar, Won Ho tergelincir dan menabrak Jin Ho lalu lari. Kae In melihat Jin Ho, “Kau yang tidak bermoral itu.” Jin Ho juga mengenalinya, “Lamaran?” Jin Ho mengejek Kae In bahwa pengantin prianya sudah ganti.

Tapi tiba2 ada suara, “Hyung!” dan..Tae Hoon keluar kamar, masih sedikit mabuk tapi cukup sadar saat membaca pesan Jin Ho. Dengan nada aneh ia bertanya, “Apa kau serius dengan yang kau tulis di kaca? Kau tidak bisa melakukan ini!”


Tae Hoon jatuh berlutut dan memohon, “Kak! Kumohon jangan lakukan ini! Kesalahanku hanyalah mencintai!” (well..well…well, siapapun yg melihatnya bisa salah paham hehehe..)

Kae In otomatis berpikir ini adalah pertengkaran pasangan gay, dan menegur Jin Ho benar2 kejam. Jin Ho menghela nafas, Kae In sudah salah paham, tapi ia tidak mau repot2 menjelaskannya. Jin Ho pergi. Tae Hoon menangis dan berkata, “Jangan pergi!”

Kae In merasa kasihan dengan Tae Hoon, ia berkata, “Mereka bilang bahwa orang yang lebih mencintai adalah yang lebih lemah.” Tae Hoon menarik Kae In dan memeluknya, ia menangis, “Noona! (kakak)!”

Kae In bertemu Jin Ho diluar dan ia minta maaf karena salah paham tadi pagi, maksud Kae In insiden di bis, sekarang Kae In mengerti Jin Ho adalah gay. Kae In menghela nafas, “Kau punya cinta yang sulit.”

Jin Ho berkata bahwa cinta Kae In lebih buruk. Jin Ho tanya apa rencana Kae In hari ini. Kae In berkata temannya akan menikah, Jin Ho menyadari Kae In masih belum tahu apa2, maka ia bercerita mengenai seorang “teman”-nya. Wanita ini tidak tahu bahwa pacarnya akan menikah dengan wanita lain, dan muncul di pesta pernikahan. Kae In tertawa dengan cerita Jin Ho. Siapa yang bisa begitu bodoh ?

Kae In tanya apa yang terjadi dengan wanita itu, dan Jin Ho menjawab, “Kau akan melihatnya.”

Chang Ryul mabuk dan ia ke rumah Kae In. Ia menyelipkan undangan di gerbang. Ia juga mengirim voice mail, “Orang yang akan menikah dengan In hee besok itu aku, Kae In. Aku benar2 minta maaf. Aku tahu ini keterlaluan tapi ini permintaan terakhirku, jangan datang di pernikahan besok. kumohon.”

Paginya, In Hee cemas, ia belum mendengar kabar apapun baik dari Kae In maupun Young Sun. In Hee yakin ia akan mendengar sesuatu jika mereka tahu yang sebenarnya. Chang Ryul janji, ia jelas, pasti sudah mengurus semuanya. Tapi agar lebih pasti, Chang Ryul memberikan foto Kae In pada sekretarisnya dan minta agar wanita ini tidak diperbolehkan masuk ke acara pernikahan.

Jin Ho dan Sang Jun berangkat ke pesta, mereka ada di lift. Sang Jun bermasalah dengan resleting celananya, ia pergi ke toilet dan kemejanya tersangkut dengan resleting, sehingga macet. Jin Ho membantunya, dan Sang Jun bercanda dengan berdiri dengan posisi yang meyakinkan dan pura2 mengerang, “Mmmm,aw, enak.”

Mereka kena batunya saat pintu lift terbuka dan tampaklah Young Sun dan putra kecilnya, berdiri dengan shock. Apalagi Sang Jun terus bercanda.

Mereka tidak menyadari bahwa percakapan mereka justru semakin meyakinkan Young Sun bahwa mereka gay, misalnya : Sang Jun tanya apa yang terjadi dengan Tae Hoon semalam. Jin Ho berkata, Jangan pernah tanya. Aku membawanya ke hotel, dan aku pikir aku akan mati. Sang Jun ketawa, dua orang pria di hotel, pasti menyenangkan.

Tentu saja maksud Sang Jun bukan seperti itu, tapi Young Sun sudah salah paham dan ia hanya bisa menutup telinga suci anak lakinya dengan shock! hahaha…

Young Sun sampai di lorong dan ia kaget sekali saat meliha foto sang pengantin. Young Sun murka. In Hee dan Chang Ryul? Young Sun menyerbu masuk ke dalam dan langsung menghadapi keduanya dengan air mata. Ia tanya In hee dengan sengit, “Apa kau melakukan Botox dengan otakmu?” In Hee punya banyak pacar, mengapa ia harus mencuri pacar Kae In ?

In Hee tampak tulus saat minta maaf karena melukai perasaan temannya. dan janji ia akan berbaikan dengan Kae In. Young Sun berkata dengan kasar, “Dengar ..Jika aku jadi kau, aku akan segera menghentikan pernikahan ini.”

Kae In tampaknya tidak melihat undangan pernikahan itu dan ia muncul di pesta, sama sekali tidak sadar. Young Sun melihatnya dan melakukan yang terbaik untuk menghalangi Kae In masuk, tapi ia gagal. Kae In mau masuk ke dalam secepatnya.

Young Sun mencoba menariknya tapi sesuatu menarik perhatian Kae In, pasangan pengantin yang bersiap jalan ke altar.

Kae In bingung dan ia hanya mengikuti pasangan itu jalan ke altar. Young Sun mencoba menariknya tapi Kae In tampak kosong pikirannya dan tidak sadar dengan sekelilingnya, hanya pasangan yang di altar.

Kae In berjalan mendekat pasangan itu, ia ada di belakang mereka. Matanya melihat ke arah Chang Ryul. Chang Ryul yang menyadari Kae In ada di belakangnya jadi shock. Lalu mata Kae In memandang ke arah pengantin wanita yang berusaha sebaik-baiknya untuk menyembunyikan wajahnya dan tidak mau berbalik.

Kae In membuka cadar pengantin wanita dan melihat ke wajah temannya..

note :

aku udah nonton semua episode – episode personal taste. dan ternyata ceritanya rame banget. tapi cerita ini atau film ini tidak cocok untuk anak dibawah usia 17 tahun. karena ceritanya agak sedikit dewasa.

sr : kadorama-recaps.blogspot.com

cr : fannyeungelf @sistamelody

Sinopsis Still Marry Me Episode 1 & 2

Standar

Adegan dibuka dengan makan malam romantis, pacar Lee Shin Young (Park Jin Hee) menyiapkan makan malam spesial, ia mengaluarkan boks perhiasan dan ia memberikan cincin berlian dan melamar Shin Young. Biarpun mereka baru saja berkencan selama 3 bulan, pria itu berkata ia langsung merasa cocok dengan Shin Young dan ia merasa ia ditakdirkan bertemu Shin Young.

Shin Young sangat bahagia dan menerimanya, tapi ia minta maaf karena ia tidak bisa meneruskan makan malam ini karena harus kembali bekerja. Tapi pria itu mengerti dan berkata dedikasi Shin Young pada pekerjaannya sangat menarik baginya. Pria itu mengantar Shin Young ke kantornya dan memberikan ciuman sampai jumpa. (sound perfect heh..?, wait..)

Di kantornya, Shin Young memamerkan cincinnya pada rekan2nya, yang segera memberi selamat padanya. Mereka pikir Shin young akan jadi perawan tua, tapi ia benar2 beruntung karena ia mampu mendapatkan pria baik di usianya.

Ada berita yang harus diliput, kebakaran di sebuat hotel. Shin young dan kameraman-nya harus pergi meliput. sampai di lokasi, terdengar suara minta tolong seorang wanita dari jendela, masih ada pasangan dalam sebuah kamar. Ketika Shin young melihat ke atas, matanya terbelalak karena terkejut. Dalam kamar hotel yang terbakar itu, ada wanita dengan busana minim bersama..tunangannya!

Saat itu, pria tunangan Shin young itu merengek dan menangis ketakutan saat ia dan wanita itu harus melompat ke jaring penyelamat. Shin Young langsung mengarahkan kamera dan mike kepada tunangannya dan tanya bagaimana perasaannya. Pria itu senang dengan perhatian pers dan kesempatan masuk TV sampai…ia melihat siapa reporternya.

Shin Young benar2 tidak mengerti mengapa pria itu melamarnya malam ini, dengan cincin berlian kualitas tinggi lagi, jika memang ia berniat pergi ke hotel bersama wanita lain. Shin Young tetap tidak mengerti. Kim Bu Ki (Wang Bit Na), teman baiknya berkata pertanyaan yang dipikirkan tunangan Shin Young adalah mengapa Shin Young harus muncul di hotel itu dan di malam itu.Shin Young tetap tidak mengerti sampai ia mendengar sendiri dari mulut tunangannya. Ia pergi ke apartemen pacarnya.

Kim Bu Ki tidak setuju dengan rencana Shin Young, tapi Shin Young tetap pergi. ternyata sudah ada yang mendahului Shin Young. Seorang wanita melemparkan sesuatu ke jendela, menghancurkan-nya, dan meneriakkan nama mantan pacar Shin Young. Wanita itu ingin tahu mengapa pria itu mencampakkannya. Maka Bu Ki berkata dengan dingin, “Kau harus melakukan urusanmu setelah wanita itu pergi.”

Tiba-tiba, wanita itu disiram air, seorang bibi yang kesal menyiramkan seember air dan berkata dengan marah kalau pria itu sudah pindah. (jadi inget iklan Hexos hehe)Shin Young tidak melanjutkan lagi, ia kembali ke rumah. Di rumah ia mendapatkan sebuah undangan nikah yang membuat Shin young ingat masa lalunya. Undangan itu dari mantan pacarnya, Yoon Sang Woo (Lee Pil Mo) yang sudah berkencan dengan Shin Young selama 5 tahun.

Bahkan Sang Woo sudah siap untuk menikah dengan Shin Young, tapi shin Young sedang membangun karirnya dan ingin pergi ke Amerika untuk 2 tahun. Shin Young menunda menikah dengan Sang Woo, tapi Sang Woo merasa Shin Young tidak niat menikah dan akhirnya memutuskannya.Selama 2 tahun di Amerika, Shin Young selalu menulis surat pada Sang woo dan berkata betapa ia mencintai Sang Woo. saat Shin Young kembali ke Korea, Sang Woo sudah pindah dan pergi dengan kata2 dingin.

Yang lebih mengesalkan lagi, Shin Young mendapatkan kunjungan tamu tak diundang, wanita yang berkencan dengan mantan tunangannya malam itu. Gadis itu menemui Shin Young dan berkata bahwa pria itu lebih menyukainya daripada Shin Young dan menurut pria itu, Shin Young membebaninya. Kemudian gadis itu dengan berani minta cincin berlian Shin Young kembali.

Ketika ia keluar untuk meliput berita politik, Shin Young melihat seorang penerjemah dan ia merasa familiar dengan wajah wanita itu. Ia ingat, itu wanita yang berteriak diluar apartemen pacarnya. dan yang ternyata juga adalah alumni dari SMU yang sama dengan Shin Young. Wanita itu, Jung Da Jung (Eom Ji Won) mendekati Shin Young dan berbicara dengannya dengan nada akrab. Shin Young tidak ingat ia waktu di sekolah dulu tapi Da Jung berkata mereka sekelas.

Mereka akhirnya pergi minum bersama dan berbicara masa2 sekolah. Ketika Shin Young menyinggung ia mengenali Da Jung dari insiden di apartemen, Da Jung merasa malu dan mulai minum2.

Tiba2 Da Jung merasa kesakitan dan ia berkeras agar Shin Young membawanya ke ruang gawat darurat.. Shin Young mengantar Da Jung ke RS dan ternyata Da Jung hanya mencoba untuk bertemu dengan mantan pacarnya yang adalah seorang dokter di RS ini.
Shin Young mendesak Da Jung agar tidak melakukannya, dan Da Jung tidak menghiraukan Shin Young. Shin Young akhirnya menarik ranjang Da Jung dan mendorongnya keluar.

Ketiga wanita itu berkumpul di apartemen Shin Young untuk membicarakan masalah itu. Da Jung terlalu gugup untuk menelepon mantannya, maka kedua wanita yang lain mengurus hal ini. Shin Young bicara dengan mantan pacar Da Jung di telp, ia mengenalkan dirinya sebagai teman yang ingin menanyakan sesuatu atas nama Da Jung.

Mereka ke RS lagi, di RS Da Jung dan Bu Ki menunggui Shin Young dan juga melihatnya, saat shin young bicara dengan dokter itu. Shin Young kembali dan menemui kedua temannya, ia berkata dokter itu berkata meskipun mereka bahagia saat berkencan, satu hari saatpria itu sakit dan Da Jung membawakan makanan untuknya, ia tiba2 merasa terbeban. Pria itu berhenti membalas telp Da Jung dan berharap Da Jung mengerti maksudnya, tapi Da Jung tidak mengerti.

Bu Ki berkata, pria yang akan memutuskan Da Jung karena alasan itu, akan memutuskannya juga pada akhirnya, maka Da Jung terhitung beruntung. (oh..ini persis buku He’s just not that into you haha..6 kata ajaib )Setelah minum2 beberapa saat di rumah Shin Young, Da Jung mabuk dan tersandung ketika akan pulang, ia berkata ia baik2 saja.
Tapi beberapa saat kemudian, Da Jung menelepon Shin Young dengan panik, dan ketika Shin Young menemukannya, Da Jung terjebak dengan wajah setengah menempel di semen basah. Da jung berpikir ia sudah sampai rumah dan sudah tidur di atas tempat tidurnya. Lalu ia sadar ia terjebak.

Tidak ada jalan lain, Shin Young memotong rambut Da Jung dan membantunya bebas.Keesokan harinya, Shin Young pergi ke suatu universitas untuk mengambil gambar, setelah itu ia punya jadwal interview. Tapi mereka tidak bisa, karena seseorang memainkan gitar elektrik dengan nyaring di dalam gedung, ini sangat mengganggu. Shin Young masuk ke dalam dan minta pemainnya untuk menghentikan permainan-nya dan memberinya 10 menit saja suasana hening.

Mahasiswa itu (Min Jae) tidak menghiraukan Shin Young biarpun Shin Young mencoba mengajukan permintaan dengan sopan, Sikap mahasiswa itu menghabiskan kesabaran Shin Young dan ia juga harus mengejar waktu.

Maka Shin Young keluar, mencari pemotong kabel, dan memutuskan-nya dari amplifier. Min JAe marah besar, dan ia mengejar Shin Young keluar, seorang pejalan kaki yang ramah menunjukkan arah lari Shin young. Yang Min Jae tidak ketahui, orang itu adalah kameraman Shin Young, maka setelah menyingkirkan Min Jae, mereka dapat meneruskan liputan mereka. (hihi..seneng lihat muka Kim Bum yg marah..kaya Junpyo) Kemudian setelah itu, Shin Young mengalami beberapa kesialan lagi, pertama, mobilnya dibobol orang dan tasnya dicuri. Itu berisi semua hasil kerjanya dan juga cincin pertunangan yang akan ia kembalikan pada mantannya.

Kedua, Shin Young di pindah tugaskan ke tim lain di stasiun itu. Bossnya memindahkan Shin Young ke dept perencanaan dan berkata agar ia mengeluarkan beberapa ide untuk program yang bagus untuk masyarakat, kebudayaan, dan ekonomi. Ini tidak membuat Shin Young senang karena ia sudah menunggu lama untuk melakukan hal yang lebih besar, tapi keputusan bossnya tidak bisa diubah.Lalu, mantan pacarnya Sang Woo, ingin bertemu dengannya saat ia masih di tempat kerja. Shin Young sedang berada di tengah lokasi syuting drama sageuk/historis. Shin Young sangat ingin bertemu Sang woo, ia sedikit merapikan wajahnya sebelum keluar menemui Sang Woo. Tapi Sang Woo hanya memberikan undangan padanya. (ngga ckp ya sudah ngirim lewat pos..).

Sang Woo ingin meyakinkan diri bahwa Shin Young akan datang. Shin Young sama sekali tidak berniat datang sebenarnya. Sang Woo mendesak Shin Young untuk datang, akhirnya Shin Young marah dan ia mengambil pedang dari seorang aktor di dekatnya dan mengayunkan dengan marah ke arah Sang Woo. Sang woo lari terbirit2.

Min Jae menemui Na Ban Seok (Choi Chul Ho) kakak kelasnya yang dokter. Pergelangan kaki Min JAe terkilir akibat mengejar Shin Young, Ban seok mengobati kakinya. Mereka membahas kehidupan cinta Ban Seok. Kencan terakhirnya tidak berjalan dengan mulus, padahal ia sudah menuruti semua nasihat Min JAe. Ban seok tidak ingin bertemu wanita yang hanya memilih pria berdasar keinginan wanita itu, Ban seok selalu tidak beruntung dalam percintaan, sedang Min Jae tidak pernah mengalami kesulitan.

Ketiga sahabat wanita itu pergi makan malam bersama, Da Jung sekarang sudah memotong rambutnya dan juga mengubah perilakunya. Ia memutuskan akan menikah tahun ini dan ia menentukan kriteria pria calon suaminya, sbb : memiliki pekerjaan bagus, berotak, sayang keluarga, uang banyak, dan keren (wuihh..)

Shin Young berkata pria seperti itu semua mencari wanita yang lebih muda, dan Bu Ki memperingatkan, “Jika kau hidup dengan begitu naif, kau akan terluka.” Tapi Da Jung merasa optimis dan tidak terpengaruh kata2 Bu Ki. Shin Young sebaliknya, sudah memutuskan tidak akan menikah sama sekali.Selesai makan, mereka berjalan ke parkiran, ternyata ada yang menulis di kap mobil Bu Ki yang tertutup salju, bunyinya, “Wanita jalang mengerikan” Bu Ki mengaku ia tahu siapa yang melakukan ini, hanya ia tidak mau menjelaskan.

Bu ki juga sebenarnya masih punya urusan, tapi ia menawarkan kedua temannya untuk mampir ke apartemen mewahnya. Da Jung perlu tempat tinggal baru, karena rumor sudah tersebar mengenai kejadian yang memalukan itu. Bu Ki menawarkan agar Da Jung pindah ke apartemennya. Bu Ki punya tempat kosong. Da Jung melihat apartemen Bu Ki dan mengagumi kemewahannya juga selera Bu Ki dalam memilih, Bu Ki benar2 sukses.

Shin Young menjelaskan Bu Ki dulunya tidak seperti ini. Dulu, Bu Ki pernah berkencan dengan seorang pria selama 10 tahun. Sejak tahun pertama Bu Ki ada di universitas. Bu Ki melakukan segalanya untuk pria itu, ia juga tidak penah menolak keinginan pacarnya itu. Tapi Bu Ki selalu berakhir dengan membereskan cucian piring di rumah ibu pacarnya itu. Tahun2 datang dan pergi, Bu Ki hanya ingat menghabiskan masa2 usia 20an-nya dengan membereskan cucian piring.

Akhirnya Bu Ki tidak tahan dan memutuskan hubungan dengan pria itu saat usianya menginjak 30. Dan sekarang, Bu Ki benar2 berbeda, ia adalah wanita karir sukses yang mandiri. Menurut Bu Ki, putus cinta mungkin mengerikan dan menakutkan pada awalnya, tapi kemudian kau menyadari bahwa itu bukan apa-apa. Dalam satu kesempatan lain, Shin Young dipertemukan dengan seorang pria yang pernah ia wawancarai beberapa tahun lalu oleh seorang rekan kerja. Namanya Jerry Oh. Oh mengingat Shin Young dan minta nomor telpnya, maka mereka pergi makan malam bersama.

Oh melihat Shin young menikmati anggur, maka ia mengundang Shin Young untuk mencoba beberapa botol anggur yang ia bawa dari Napa (Lembah Napa di California terkenal dengan produksi wine-nya yang bagus, beberapa varietas terkenal termasuk Cabernet Sauvignon, Chardonnay, Pinot Noir, Merlot, Zinfandel, dll tumbuh di kebun2 anggur di Napa Valley).

Kencan mereka tergolong baik2 saja sampai Jerry Oh membuat permintaan aneh. Tapi sebenarnya cukup simpel maka Shin Young bersedia melakukannya. Shin Young sembunyi di balik tirai, kemudian muncul tiba2 dan berkata, “Ciluk..ba”. Ini ternyata menggairahkan Jerry, kemudian ia minta shin Young melakukannya lagi tapi kali ini hanya mengenakan jubah mandi.

Ini membuat Shin Young ketakutan. Shin Young menolak, maka jerry memohon dengan setengah mendesak dan bahkan merengek seperti bayi. Shin Young akhirnya pergi meninggalkan Jerry yang merengek minta Cilukba lagi. (freak and weird guy..)Paginya, Shin Young harus menggantikan seniornya untuk mengajar di universitas mengenai bagaimana melaporkan suatu berita, Shin young sedikit malas. Tapi ia pergi juga dan semua berjalan lancar sampai, ia berhadapan dengan mahasiswa yang datang terlambat. Siapa lagi..kalo bukan Min JAe. Keduanya kaget, tapi Min Jae senang sekali mengganggu Shin Young dan menjadi si sok pintar. Shin Young akhirnya minta maaf pada Min Jae karena insiden gitar itu, meskipun sebenarnya Min Jae bisa membantunya saat itu.

Shin Young minta Min Jae melepaskan kelas ini, dan Min Jae menjawab ya iya akan melepaskannya, tapi hanya setelah ia menyelesaikan PR yang ditugaskan Shin Young padanya, yaitu membuat suatu berita. Min Jae menghubungkan dengan kejadian aneh, ia bertemu seorang pria yang menjual benda2 elektronik curian pada mahsiswa. Ide Min Jae menarik minat Shin Young, karena iapernah kecurian dan tasnya hilang di daerah sini.Mereka bekerjasama. shin Young menyamar menjadi mahasiswi dan Min Jae mengenalkannya sebagi temannya yang mencari kamera pada pencuri itu. Min JAe sangat menikmati ini, karena ia bisa memperlakukan Shin young spt teman seusia, padahal seharusnya ia bicara dengan lebih hormat karena Shin Young lebih tua. Di depan si pencuri, mereka bicara satu sama lain seperti kawan lama.Ketika Shin young ada di gudang barang2 curian, Shin Young mencari tasnya, dan menemukan tasnya ada di rak perhiasan. Tepat saat polisi datang menggerebek tempat itu. Shin Young punya teman di kepolisian jadi mereka tidak kena masalah.

Beberapa hari kemudian, Shin Young melakukan penelitian di perpustakaan univesitas, ia ingin mencari ide2 baru untuk programnya, ketika Min JAe muncul mendekatinya. Kali ini mereka lebih akrab daripada ketika bertemu pertama kali. Min Jae berkata bahwa ada orang lain yang melaporkan mengenai pencurian itu. Min JAe mencari kesempatan untuk melihat Shin Young siaran, setengah menggoda bahwa Shin Young pasti buruk dalam pekerjaannya. Shin Young menjawab itu bukan bagiannya.

Shin Young minta tolong dengan buku2nya, Min JAe menjawab tidak dengan senyuman dan pura2 akan pergi. Shin Young kecewa, tapi Min Jae menyusul juga dan mengambil buku2 itu dari tangan Shin Young.

Saat mereka berpisah, Min JAe menawarkan, “Jumat depan, Aku tampil, mau datang?” Shin Young menjawab, “Aku tidak punya waktu.” dan Min Jae kembali, “Aku hanya basa basi.” Min JAe tidak terlalu kelihatan kecewa tapi undangan itu kelihatannya tulus, karena saat mereka berpisah, kata2 Min Jae adalah “Kau seharusnya berpakaian seperti waktu itu. Kau kelihatan cantik.” (bukannya kelihatan muda..dan kalo ditanya bisa jawab ini teman dan bukan tante atau kakak..?)Shin Young tenggelam dalam pekerjaannya dalam beberapa hari, sementara Da jung pindah ke apartemennya. Da Jung menolak tawaran Bu kI, ia lebih suka berbagi kamar dengan teman sekolahnya.

Shin Young bekerja sangat keras sepanjang minggu sampai ketika ia terbangun di mejanya di hari ia harus syuting programnya, ia menyadari bahwa Ia tidak bisa bicara. Rahangnya kaku dan ia tidak bisa membuka mulutnya!

Shin young berkeras akan melakukan interview, tapi jelas2 Shin young tidak akan bisa. Maka seniornya menawarkan akan melakukannya, Shin young protes tapi seniornya senang melakukan pekerjaan tambahan dan bergegas pergi untuk mengambil alih jadwal interview Shin Young.Shin Young menangis dengan penuh kemarahan di rumah, ia hanya bisa mengumamkan kata2 tidak jelas. Da Jung yang seorang penerjemah bahkan harus mendengar dengan dekat dan bisa menebak dengan tepat apa yang digumamkan Shin Young yaitu : “Apa kesalahanku? Bagaimanapun aku menunggu, pria yang baik tidak pernah muncul, itulah mengapa aku tidak akan menikah dan berkata aku akan bekerja mengejar karirku.”

Da Jung terus menerjemahkan gerutuan Shin Young yang tidak jelas sampai akhirnya ia tidak bisa mengikuti dan mulai bicara mengenai masalahnya sendiri. Dan ditengah perdebatan mereka bertiga, rahang Shin Young terpuntir lebih parah lagi.

credit to kadorama-recaps.blogspot.com