Tag Archives: episode 7

Personal Taste Episode 7

Standar
Episode 7 : Coming Out

Paginya, Kae In cemas dan tidak pasti, aduh apa yang terjadi, apa dia bisa tertarik dengan wanita? Wanita seperti dirinya? Jin Ho tidak menyangkal dan ia berkata ia cukup mabuk semalam, “Aku tidak membuat kesalahan kan?” Kae in berkata aku meminjami-mu uang 50 ribu won, untuk menguji Jin ho.

Ternyata Jin Ho tidak membantah dan ia mengambil dompetnya, Kae in meyakinkan Jin Ho, ia hanya bercanda saja.

Jin ho dengan murung berkata, “Jika aku membuat kesalahan, aku minta maaf.” Kae in memaksakan senyum, “Itu bukan apa-apa.” Jin ho memutuskan untuk pindah, karena dia sudah dikeluarkan dari proyek Museum Dahm, jadi tidak ada alasan lagi baginya tinggal di Sanggojae.

Di museum, In Hee memperlakukan Kae In dengan dingin. In Hee sengaja menelepon Jin ho dan berakrab-ria padahal di sana Jin ho biasa saja. Kae in dengar In hee menawarkan minum pada Jin ho untuk menghiburnya.

Kae in tanya ada apa, dan In hee menjelaskan bahwa Jin Ho kehilangan kesempatan dalam proyek museum Dahm. In hee menuduh KAe In, “Teman macam apa kau ini, tidak tahu apa yang terjadi pada Jin Ho. Kau selalu saja seperti ini. Kau bertingkah manis, tapi akhirnya kau hanya melihat apa yang ingin kau lihat.”

Kae in merasa bersalah tapi ia langsung semangat lagi, Kae in melihat boneka di jendela toko dan ia pikir itu mirip Jin Ho, jadi Kae in membelinya (bukan boneka kucing dengan rambut ikal kan…haha..), Kae in masak untuk Jin Ho, saat makan, Jin ho yang berpikir akan pindah, mulai menasihati Kae in.

Kae In berkata memikirkan kalau Jin Ho akan pindah sudah membuat selera makannya hilang. Jin Ho langsung menasihati agar Kae in menghentikan kebiasaan jeleknya itu, terlalu gampang lengket dengan orang. Jin Ho mengusulkan tes terakhir besok, untuk melihat apa Kae in belajar sesuatu dari pelajarannya. Jin ho akan pura2 jadi pacar Kae in untuk mengetesnya.

Kae In keluar untuk membuang sampah, dan ia melihat Chang Ryul yang mabuk di tangga luar. Chang Ryul tidak berniat untuk datang ke Sang Go jae, tapi ia ingin bicara dan tidak ada yang mendengarnya. Chang Ryul mengeluh, ibu kandungnya akan pindah ke Afrika. Ibunya tidak bisa datang ke pernikahannya karena ayahnya, dan sekarang ibunya hanya ingin memasak untuk anaknya dan menantunya sebelum ia pergi. Ibunya tidak tahu Chang Ryul dan In hee putus.
Kae In berkata, In hee yang seharusnya mendengar ini dan bukan dirinya. Chang ryul berkata bahwa In hee hanya suka Chang Ryul dari fantasi Kae In, dan berkaat bahwa ia lebih baik saat bersama Kae In dulu.

Jin Ho mendengar percakapan mereka dari dalam, wajahnya berubah saat dengar apa yang diminta Chang Ryul pada Kae In. (tidak kedengaran ). Chang Ryul mengaku bahwa ini permintaan yang gila dan ia minta maaf, tapi Chang Ryul putus asa.
Kae In berkata bagaimana Chang ryul bisa minta ini padanya? Tapi Chang ryul menangis dan berkata wanita itu adalah ibu kandungnya, bukan hanya salah satu dari ibu tirinya. Ayah Chang ryul sudah menganggap ibu kandungnya meninggal.

Kae In masuk dan ia tanya pada Jin ho apa mereka bisa mengundur kencan pura2 mereka? Ada temanku yang baru punya bayi dan aku ingin membantunya. Jin Ho tahu Kae in bohong, Jin Ho kesal karena Kae In mau menanggapi Chang Ryul lagi, Jin Ho hanya menanggapi dingin.

Ini boneka singa kan..? LMH pernah berkata ia seperti singa haha…(Bonekanya bisa dilihat di sini, kayanya boneka itu deh dikasih baju, hadiah fans dari Jepang)

Mirip kan…?

Kae In merasa terluka dengan jawaban Jin Ho, dan ia berkata pada Jin no (boneka itu), bahwa ia mengerti perasaan Jin Ho. Karena pekerjaan-nya tidak berjalan baik.

Kae in mengeluh apa Jin Ho tidak bisa marah seperti orang normal layaknya mengapa Jin ho melampiaskan padanya?

Kae In memutuskan untuk minta maaf karena membatalkan kencan mereka dan ia lihat Jin Ho akan keluar, apa ia boleh ikut? Saat di mobil, KAe in berteriak ke arah jendela, ia menjelaskan pada Jin ho, masalahnya adalah Jin ho menahan semuanya dalam hati itu bisa membuat Jin ho sakit, seharusnya Jin ho mengeluarkan semuanya seperti dirinya.

Jin ho mencoba berteriak, pertama hanya keluar suara “Ya”, lalu Kae In mendesak agar Jin Ho mencoba lagi, lebih keras lagi dan Jin ho akhirnya bisa teriak YAHHH!! lalu teriak mati kalian!! Mobil mereka berhenti di tepi sungai, Kae in mengusulkan agar Jin Ho melakukan tes terakhirnya di sini, ia siap.

Jin Ho berkata dengan serius, “Jangan menyukaiku karena aku tidak mencintaimu.” Kae in kaget tapi ia menyadari ini tes, jadi dia lega. Jin Ho meneruskan skenario-nya, pura2 menjadi pacar yang mencoba mencampakkan Kae in dan tidak pantas menerima rasa kasihan dari Kae in. Jin Ho, “Aku berpacaran denganmu hanya karena kau mengingatkanku pada mantan pacarku yang tidak bisa kulupakan, jika kita terus berpacaran, bisa saja aku memanggil namamu dengan nama mantanku, dan aku mungkin ingin kau bersikap seperti mantanku. Apa kau tidak apa-apa kalau aku seperti itu?”

Kae In menjawab dengan pelan, “Karena aku mencintaimu, dan kita seharusnya mendengar orang yang kita cintai…”

Jin ho kesal dan menarik Kae in, kau ini, apa ini yang sudah kuajarkan padamu? Kau jadi bodoh lagi kan, membuat pria bisa menyakitimu lagi. Kae In berkata, kata2 itu keluar begitu saja. Kae in, “Lalu apa yang seharusnya kukatakan? karena cinta kau menyingkirkan harga dirimu, iya kan?”

Jin Ho, “Cinta tidak membuatmu kehilangan harga diri, cinta membantumu menjaga harga dirimu. Jangan mudah percaya pada siapapun, atau mudah jatuh cinta pada siapapun, atau dengan mudahnya memaafkan siapapun.” Kae in berjanji akan mencobanya, tapi Jin ho berkata pada dirinya sendiri, kalau demikian, tidak seharusnya kau setuju membantu si brengsek Chang Ryul itu. Kau tidak pernah berubah.

mirip Andy Lau ngga sih LMH ini…?

Jin Ho menurunkan Kae in di rumah dan ia pergi lagi. Ketika pulang, Jin Ho membawa mawar dan meletakkan-nya di depan pintu kamar Kae In. Paginya, Kae in menemukan mawar itu, Jin ho mengatakan agar Kae in ingat mawar itu punya duri.

oh I love them hahaha..

Di kantor, Sang jun mendapat telp dari young sun. Sang Jung, “Unni?” (benar2 menggelikan, Sang jun berperan sbg gay yg ceweknya, geli tapi salut juga buat Sang jun, soalnya Sang jun ini normal lho.)

Young Sun memberikan produk perawatan kulit untuk Sang jun. Membuat Sang Jun kesal dan ia mengaku kalau ia bukan gay, tapi langsung berkata bahwa ia bercanda. ha? Young sun bertanya pada Sang jun sesuatu yang tidak bisa ditanyakannya pada Kae in, bagaimana dirinya sebagai wanita? apa ia sudah kehilangan daya tarik? Sang jun, “Tentu saja tidak, Young sun punya bentuk tubuh bagus dan sangat menarik!!”

Sang Jun memuji-muji Young Sun dan Youn Sun senang2 saja.

Sang Jun heran dengan dirinya sendiri, ia bergumam, “Aku pikir aku kecanduan dengan gaya gay ini.”

Di Sang Go Jae, Jin ho pulang dan ia melihat Kae In yang siap2 akan pergi dengan Chang ryul. Kae In mengarang cerita mengenai temannya yang baru melahirkan tapi Jin ho jelas tahu itu bohong.

ha..Manager Jang..?

Benar saja, Chang ryul minta Kae in pura2 jadi In hee untuk bertemu dengan ibunya (nah yang kaya gini ini memang pantas di marahin, Jin ho benar, cewek mana coba yg mau pura2 jadi istri mantan-nya? apalagi kalau sebelumnya ia sudah dikhianati? ya pantas kalo Jin ho marah, sigh..)

Saat makan, Kae in lebih banyak diam dan terus makan. Kae in merasa bersalah pada Jin Ho karena sudah bohong. Kae in pergi ke kamar mandi dan ia melihat bayangan-nya dengan kesal, apa yang sebenarnya kulakukan?

Ibu Chang Ryul tanya mengenai proyek Dahm dan Chang Ryul berkata ayahnya ikut campur dan membuat Jin ho tidak mungkin mendapatkan tender. Ibu Chang ryul menganggap itu sebagai keuntungan. Kae In mendengar percakapan mereka dan menyadari bahwa kedua keluarga ini punya sejarah sendiri.

Ibu Chang Ryul memberikan bros pada Kae In, Kae in mau menolaknya tapiibu Chang ryul memasangkan bros itu dan minta Kae in menerimanya. Sampai di rumah, Kae in mengembalikan bros itu pada Chang ryul. Kae in masuk dan Jin ho menunggunya, tapi Kae in langsung lari ke kamar mandi dan muntah. Jin ho menepuk2 punggungnya.

Kae in masih merasa sakit dan minta Jin ho menusuk jarinya (cara tradisional menyembuhkan gangguan perut/lambung) Jin Ho menolaknya, tapi Kae in balik muntah lagi, akhirnya Jin ho setuju.

Caranya, pijat dulu lengan ke arah jari untuk melancarkan peredaran darah, lalu ikat benang di jempol untuk menahan darah, tusuk kulit di atas kuku dengan jarum steril sehingga keluar darah yang warnanya hitam, setelah itu akan sembuh. Dan tidak mual lagi. Sirkulasi darah akan bebas.

Jin Ho mengambil jarum, menutup matanya dan menusuk, Kae in menahan sakit tapi ternyata berhasil.

Kae in tanya apa ayah Jin ho kenal ayah Chang Ryul dan Jin Ho cerita ayah Chang ryul ternyata adalah karyawan di Mirae dan Ayah Jin ho yang menjalankannya, ayah Chang ryul bekerjasama dengan saingan Mirae dan menguasai perusahaan. Kae in meminta Jin Ho tidak menyerah, ini bukan Jin ho dan tidak adil baginya kehilangan tender hanya karena saingan-nya menggunakan cara2 licik untuk menahannya. (benar, menurut pengalaman, prsh besar boleh saja mengerahkan uang, tp jika otaknya ada pada kita, prsh besar tetap saja akan mencari kita, so don’t give up.)

Kae in menawarkan untuk memasak buat Jin ho, tapi Jin ho menolaknya. Jin ho sudah senang Kae in berniat menghiburnya. Jin Ho dengar bahwa Do bin suka menyendiri di villa, Jin ho mengunjunginya. Do bin sedang memancing dan Jin ho menemaninya. Do Bin tahu Jin ho datang karena proyek museum. Jin ho berkata, “Ngobrol dengan teman tampaknya lebih baik sekarang ini.”
Keduanya duduk memandangi permukaan air, Do Bin tanya, “Apa Jin ho pernah mengaku perasaan-nya pada seseorang? aku pernah melakukannya sebelumnya sekali dengan adik kelasku di universitas.”

Jin Ho mengaku punya pengalaman sama, dan mengaku dia punya masalah dalam hubungan cinta, Jin ho merasa bahwa cinta menuntutnya melakukan terlalu banyak hal.

Do bin mengaku perasaan-nya dan mereka bersama sebentar tapi Do bin merasa bahwa cintanya adalah racun dan ia memutuskan hubungan duluan. Saputangan yang ia pinjamkan pada Jin ho itu, adalah satu2nya kenangan baginya. Jin ho berkata,”Saputangan itu cukup berharga bagimu untuk dipinjamkan padaku” Do bin merasa itu terjadi agar mereka bisa jadi teman. Jin Ho pulang ke Sang go Jae dengan lebih semangat, ia memandang langit malam dan berkata pada Kae in, “Aku akan merindukan langit dari Sang Go Jae.” Kae in, “Kau bisa tinggal di sini selama yang kau suka.”

Paginya di museum, Do Bin berkata pada Kae in bahwa ia mungkin akan meninggalkan pekerjaan-nya. Tapi Kae in tenang saja, pekerjaan Kae in di museum ini tetap aman. Do Bin akan mulai memperjuangkan agar proyek museum Dahm ini tetap fair. Jika ia berhasil, ia akan tinggal. Tapi jika tidak ia akan pergi.

Do bin mengatakan ini pada Kae in sekarang, takutnya ia tidak punya kesempatan lagi. Kae in tidak tahu harus berkata apa, ia hanya memanggil Do bin, “Pak! Berjuang!!” Do bin tersenyum melihat Kae in.

Tim dari Mirae, Presdir Han, Chang ryul dan juga sekretarisnya tiba untuk minta briefing tentang museum dan mereka melihat Kae in keluar dari museum. Sekretaris mereka lapor kalau Kae in bertanggung jawab merancang bagian untuk anak2 di museum ini karena ia putri Park Chul Han. Ayah Chang Ryul langsung menendang Chang Ryul, mengapa ia bisa begitu bodoh, mencampakkan putri arsitek legendaris.
Di kantor Jin ho, Sang jun dan Tae hoon muncul dengan sweater yang sama. Sang jun mengambil sweater Jin Ho, sedang Tae hoon memutuskan untuk mengikuti Jin ho agar bisa menarik perhatian Hye Mi. Sang jun dan Tae Hoon berkeras agar salah satu dari mereka ganti baju.

Jin Ho masuk dan tidak memusingkan keduanya, ia justru memikirkan ciuman-nya dengan Kae in waktu itu, apa yang salah dengannya. Tae hoon dan Sang Jun masih berdebat mengenai sweaternya dan sweater Sang jun kena kopi, nah Tae hoon berusaha melepaskan sweater Sang jun, dan saat itulah Kae in masuk. Kae in salah paham lagi. Sang jun otomatis membela diri, “Ini tidak seperti yang kelihatan” dan ia langsung membawa Kae in ke ruangan Jin ho. Sang jun sempat menggoda dan berkata pada Jin ho, “Kau tahu kau satu2nya untukku, iya kan?”

Jin ho mengusir Sang jun dan menjelaskan pada Kae in, aku tidak pernah kencan dengan satupun dari mereka. Kau salah paham sejak awalnya. Kae in tidak begitu menangkap, dan jin ho berkata sebenarnya aku bukan g–

Tiba2 Sang Jun masuk lagi dan mengganggunya, Jin ho mendorong hyung-nya keluar lagi dan mencoba menjelaskan lagi pada Kae in, tapi saatnya sudah hilang. Kae in ingat alasannya datang ke kantor Jin ho, ia berkata Do bin mengatakan padaku bahwa masih ada kesempatan untuk Jin ho, Do Bin akan berjuang. Jin Ho, “Kau bisa mengatakan ini lewat telp.” Kae in, “Tapi aku ingin langsung melihatmu tersenyum.”
Chang Ryul menunggu Kae in di museum dan ia kaget saat Kae in datang bersama Jin Ho. Kebetulan, ada teman lama Chang Ryul (bule!) Mereka ngobrol dan ia datang karena ada hubungan dengan DO bin. Pria itu menjelaskan bahwa ia kenal Do bin dan berkata, “Mr. Choi is…special” (beneran ini bule ngomong bhs Inggris)
Jin Ho menemui Do bin dan mengembalikan saputangan-nya dan berterima kasih pada Do bin karena memperjuangkan proyek ini demi kepentingannya. Ia sangat menghargainya apapun hasilnya nanti. Do bin berkata, “Apa kau tahu, jika aku bersamamu, semangatku timbul.” Jin ho merasa ini pujian dan ia merasa sama. Do Bin tanya lagi, “Lalu apa kau tahu aku menyukaimu?” Jin ho membalas, “Aku menyukaimu juga.” (tp suka disini beda, hehehe…)

Chang Ryul ingin menegaskan lagi, apa itu benar? Bule, “Kau tahu..oh kau tidak tahu? Mungkin aku seharusnya tidak bicara ini..tapi apa kau mau tahu?” Yang disukai Tuan Choi adalah pria.
Jin ho terlihat tertegun. Do bin mengaku ia mulai merasakan sesuatu saat presentasi Dream Art center dan saat ia dengar keadaan Jin Ho sebenarnya (kalo Jin ho gay), Do bin merasa mereka ada hubungan spesial.

Jin ho tergagap ia bingung mau jawab apa. Do Bin berkata ia belum pernah mengakui perasaan-nya pada orang lain sebelumnya. tapi ia percaya bahwa Jin ho akan mengerti bagaimana perasaannya. Do bin perlu mengumpulkan keberaniannya untuk mengaku ini. Do bin tidak mau jawaban sekarang, mereka berdua punya waktu untuk berpikir.

Jin Ho keluar dari ruangan Do Bin dengan lunglai, ia diam saja. Chang Ryul menunggunya. Jin Ho malas meladeni Chang ryul, tapi Chang ryul berkata, “Yang terhormat Jeon Jin Ho tidak akan mungkin pura2 jadi pria gay untuk menarik perhatian Direktur Choi kan? Kukira kau berkata ingin bertarung dengan tangan kosong, adil dan sama, sialan kau.” Chang ryul menarik bahu Jin Ho. Jin Ho memukulnya.

Chang Ryul, “Jadi benar, aku tidak mengira kau serendah ini menggunakan orientasi seksual Do bin untuk kepentingan pribadimu.” Jin Ho, “Aku tidak pernah memanfaatkan Do bin.” Chang Ryul tidak percaya, “Lalu apa? apa kalian kencan? Mengapa selalu ada di sini?”

Jin Ho melihat Do Bin berdiri di dekat mereka, Do Bin mendengar semuanya dan Chang Ryul menantang Jin ho, “Kau ini memanfaatkan Do bin atau kau benar2 gay? Apa ada pilihan yang lain?”
Ada orang ke-4 mendengar mereka. Park Kae in tapi Jin ho tidak melihatnya. Jin ho bingung, ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya dan melukai perasaan Do Bin, Jin ho tidak ingin membuat malu Do bin dan membuatnya seperti memanfaatkan Do bin seperti tuduhan Chang ryul.

Atau ia bisa bohong untuk menjaga perasaan Do Bin dan membuat dirinya dihina Chang Ryul. Akhirnya Jin ho mengambil keputusan, “Kau benar. Aku adalah…gay.” (oh..pusing, pusing deh..)

Kae in menjatuhkan barang bawaan-nya. Jin Ho menoleh dan melihatnya. Chang Ryul kaget, “Benar? jadi kau bukan benar2 pria?” (Orang Korea menganggap pria gay bukan pria yang sebenarnya.) Kae in muak dan marah dengan sikap Chang Ryul. Kae in langsung minta Chang Ryul berhenti. Do bin pergi diam2. Kae In berkata pada Chang Ryul, “Siapa kau berani menghinanya? Bukan keinginan Jin Ho kalau ia dilahirkan seperti ini. Jadi jika pria mencintai wanita, dia adalah pria..tapi dia bukan pria jika mencintai pria lain? apa kau benar2 pria..itulah mengapa kau menyakiti hatiku?”

Jin ho mencoba menghentikan mereka tapi tidak digubris, akhirnya Jin ho teriak pada Kae in untuk menghentikannya dan dengan marah Jin ho pergi. Kae in mengikuti Jin ho ke mobil, ia mohon agar Jin ho bicara dengan-nya. Jin ho, “Tentang apa? Tidak ada yang bisa kukatakan.” Jin ho masuk ke mobil dan pergi.
Chang Ryul mengikuti Kae in dan ingin tahu hubungannya dengan Jin Ho. Mengapa Kae in memihak “orang kotor” itu? Chang Ryul, “Apa kau kencan dengan pria gay sekarang?” In Hee datang tapi mereka tidak melihatnya.

Kae in menampar Chang Ryul, “Kotor? Apa yang kotor? Mengapa Jin Ho kotor? Pria atau wanita, orang mencintai orang lain. Kau tidak pernah benar2 mencintai siapapun. Siapa kau, menyebut Jin Ho kotor?”

Chang Ryul terperanjat, “Kau tidak seperti ini ketika aku putus denganmu dulu.”

Kae in membenarkan, “Dulu aku tidak bisa mengatakan apapun, aku dulu benar2 bodoh dan tolol. Tapi sekarang tidak lagi, Jin ho pasti sudah mengubahku.”
Sementara Jin Ho menyetir dengan frustrasi dan sembarangan.

Sinopsis You’re Beautiful Episode 7

Standar


Mi Nyeo berdiri dan shock melihat Tae kyung mencium He Yi di depan para reporter, Mi Nyeo berpikir, “Aku tidak ingin melihat ini, aku harus pergi tapi tubuhku tidak mau menurut. Apa yang harus kulakukan?”

Shin Woo datang dan melihat Tae Kyung dengan marah, ia tahu bagaimana perasaan Mi Nyeo. Hanya…ternyata itu bukan benar2 ciuman !


Tae Kyung mendekat seperti akan mencium tapi ia menahan kepala He Yi sehingga menahan wajah mereka beberapa cm. Dari sudut para reporter terlihat seperti ciuman padahal dari sebelah sini bukan. Keduanya saling menggertakkan gigi dan He Yi berusaha melepaskan diri, lalu Tae Kyung berkata, “beraktinglah seperti sungguhan.” Tae Kyung berkata “Kau pasti tidak berharap ini sungguhan kan?”

He Yi tertawa dan memperingatkan, “Kau yang memulainya, aku akan mengakhirinya dengan memutuskanmu. Jadi sampai aku berkata ini sudah selesai, kau tidak bisa mengakhirinya. Dan kau lebih baik tidak berkata pada siapapun bahwa kita pura2. Jika kau lakukan itu, harga diriku akan tersinggung dan aku akan mengatakan pada semua mengenai Go Mi Nam.”

He Yi ingin Tae Kyung mengantarnya pulang, “Di hari segila ini, pacar yang baik akan mengantar gadisnya pulang.” Tae Kyung membalas, “Di hari yang sangat melelahkan ini, seorang gadis seharusnya berkata pada pacarnya untuk pulang. Beraktinglah seperti pacar yang pengertian.”

Setelah Tae Kyung pergi, He Yi cemberut dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku tidak ingin pura2. Aku serius.”

Shin Woo mencoba membuat Mi Nyeo merasa lebih baik dengan berkata itu normal jika Mi Nyeo kaget. Semua fans mereka mungkin akan patah hati. ini karena Tae Kyung seorang bintang, jadi merasa sedih bukan hal aneh lagi. Fans yang berada di luar kantor manajemen A.N semuanya menangis. Sayuri terisak, “Jangan menangis teman2, kita adalah fans sejati oppa, kita seharusnya memberi selamat padanya!” Lalu dengan berlinang air mata ia berkata, “Selamat…!”

Mi Nyeo juga memutuskan untuk memberi selamat pada Tae Kyung, seperti seorang fan. Saat Tae Kyung pulang malam itu, semua memberikan selamat pada Tae Kyung dengan pesta. kegembiraan mereka berakhir saat TaeKyung dengan dingin memandang mereka dan ia meninggalkan ruangan.

Bibi Mi Ja merasa bahwa tindakan Tae Kyung karena ia merasa malu, sementara Jeremy merasa ini karena Tae Kyung merasa bersalah menyembunyikan hal ini pada mereka.

Sebaliknya, Tae Kyung menggerutu karena Mi Nyeo. Tae Kyung, “Bagaimana kau bisa memberiku selamat?” Untuk siapa aku melakukan hal itu? Tae Kyung, “Kau memberiku selamat karena kau tidak tahu itu.”

Seisi rumah meneruskan berpesta, Bibi Mi Ja memaksa Mi Nyeo minum, para pria Go adalah peminum yang tangguh! Mi Nyeo menolaknya karena ia sudah mabuk. Jeremy mengambil minuman itu dan menggantikan Mi Nyeo minum. jeremy melihat Mi Nam tampak aneh dan menemukan-nya berada di luar.


Jeremy heran, apa alasan Mi Nam aneh karena Yoo He Yi? jeremy bertanya, “Apa kau merasa kecewa karena perasaanmu? Apa kau menyukai (orang itu) ?”

Maksud Jeremy adalah He Yi, tapi Mi Nyeo berpikir Jeremy bertanya tentang Tae Kyung, maka ia menjawab, “Aku hanya seorang fans. Bukan hal khusus.” Jeremy berkata “Bukanlah suatu kejahatan menyukai seseorang.” Jeremy memberikan sebuah buku pada Mi Nam yang ditulis oleh pengarang drama favoritnya. Penulis itu menulis, Seseorang yang tidak mencintai adalah bersalah. Ini berarti bahwa seseorang yang mencintai, tidak peduli seperti apa cintanya itu, tidak terlalu salah.

Mi Nyeo , “Apa itu berarti aku tidak terlalu salah?” Jeremy, “Yeah, Apa salahnya menyukai seseorang?”

Mi Nyeo berterima kasih pada Jeremy. Saat Mi Nyeo pergi, Jeremy berkata dengan ekspresi pedih, “Go Mi Nam, aku lihat kau menyukai Yoo heyi. Aku juga…kau…” Tapi ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

it’s so hillarious watching him grab her leg like that, while she keep holding the piano’s leg

Tae Kyung keluar mencari Mi Nam, tapi pesta sudah usai dan semua sudah berpencar. Tae kyung mencari ke sekeliling rumah dan akhirnya ia menemukan Mi Nyeo bergulung di bawah piano! Mi Nyeo memelu buku Jeremy. Saat Tae Kyung memanggilnya, Mi nyeo meminta Tae kyung diam, “Sssh..aku sedang mencari jawabanku.”

Apa? Tae Kyung tidak mengerti apa yang dikatakan Mi Nyeo tapi Mi Nyeo melanjutkan, “Apa aku bersalah, atau tidak?” sudah..sudah cukup bagi Tae Kyung untuk menebak, “Kau membuat masalah lagi, kan?” Mi Nyeo membenarkan. Saat Tae Kyung mencoba menariknya keluar, ia menolak. Tae Kyung menebak, “Kau pasti sudah menyebabkan masalah besar.”

Tae kyung meraih kaki Mi Nyeo dan menariknya. Mi Nyeo berpegangan pada kaki piano dan bertahan. Untuk memaksa Mi Nyeo keluar, Tae Kyung duduk dan memainkan piano dengan keras, tapi Mi Nyeo tetap berada di bawah piano.

Tae Kyung mengingatkan Mi Nyeo mengenai lagu yang harus ia nyanyikan dan tanya apa Mi Nyeo pernah mendengarnya. Mi Nyeo menjawab, “itu adalah lagu yang kau tulis, tentu saja pasti bagus.” Lalu ia menambahkan, “Kak, aku kan fansmu!”

Tae Kyung mendengus, ia tidak suka fan sperti Mi Nyeo. Ini membuat Mi Nyeo sedih, “Tapi aku harus menjadi fan. Aku seorang fan, tidak mengapa jika hatiku terluka, dan aku memberi selamat padamu. Kak! Biarkan aku menjadi fan-mu!”

Tae Kyung menjawab, “Kau bukan fan. Kau orang spesial yang akan menyanyikan lagu yang akan kutulis. Jadi bawakan ini dan dengarkanlah.”

Tae Kyung duduk dan mulai memainkan versi instrumental lagunya “Without words”, dan Mi Nyeo mendengarnya dari bawah piano. i Nyeo berpikir, “Ini adalah lagu yang membawaku sedemikian jauh.” Saat Tae Kyung selesai, ia melihat mi Nyeo sudah tertidur di bawah piano. Tae Kyung merasa bingung dengan Mi Nyeo, “Aku seharusnya tidak tahu bahwa ia adalah seorang wanita sejak awal.”

Mi Nyeo mulai rekaman, tapi ia langsung dihentikan, sang Produser merasa Mi Nyeo tidak menjiwai lagunya, suaranya tidak masalah, tapi kurang emosi ata penghayatan. Sung Chan menjelaskan agar Mi Nyeo membiarkan perasaannya tercurah dan ia tanya apa Mi Nyeo pernah kencan sebelumnya.

Hoon Yi mengerti mengapa Mi Nyeo belum mengerti dengan perasaan2 seperti itu, lagu itu mengenai cinta antara pria dan wanita, dan bagaimana sang penyanyi merindukan orang itu sedemikian kuat sehingga emosinya harus keluar. (oh..kalo ini KNG ahlinya haha..). Berpikir demikian, Hoon Yi menyarankan agar Mi Nyeo menjenguk makam ayahnya, mungkin dengan perasaan rindu pada ayahnya, maka akan berhasil.

Para anggota A.N.JELL tiba di pemutaran film He Yi, para reporter langsung mengerumuni Tae Kyung dan He Yi. Saat Tae Kyung ditanya apa ia cemburu dengan adegan ciuman He Yi, Tae Kyung menatap langsung ke arah He Yi dan dengan datar menjawab, “Tidak.”

He Yi berkata bahwa seharusnya Tae Kyung berkata ia cemburu. Tae Kyung hanya berkata, “Aku sedang berakting menjadi pacar yang berpikiran terbuka.” He Yi juga mengundang Tae Kyung menghadiri pesta setelah acara ini. Tae Kyung menolaknya, ia sudah melakukan semua yang diinginkan He Yi, bahkan ia bersedia diinterview. Dia sudah datang dan ini sudah cukup. He Yi berkeras agar Tae Kyung datang.

Tae Kyung juga merasa kesal karena ternyata ia ditinggal anggota tim-nya yang pergi cepat2. Mi Nam berpamitan dengan Shin Woo, ia akan pergi ke makam ayahnya, Shin Woo ingin Mi Nam mengajaknya lain kali.

Kemudian, ternyata Tae Kyung mengantar Mi nyeo ke makam ayahnya. Hehe..ternyata dia bertukar tempat dengan manajer Hoon Yi, saat He Yi masuk ke mobil Tae Kyung, ia kaget karena ternyata manager yang ada di dalam, bukan tae Kyung!

Saat mereka di mobil, Tae Kyung mengabaikan panggilan telp He Yi dan berkata pada Mi Nyeo, “Hari ini dan besok pagi, kau dan aku akan sangat sibuk.” Tae Kyung menjelaskan, “Alasan aku mengikutimu adalah hanya untuk melatihmu dengan lagu itu.” Tae Kyung bahkan memperlihatkan bahwa ia jengkel harus menghabiskan waktunya dengan Mi Nyeo padahal ia sibuk.

Mereka berhenti untuk istirahat sejenak, Mi Nyeo membeli soda dan karena ia tahu Tae Kyung sangat sibuk ia berlari yang membuat Soda yang dibelinya menyemprot saat dibuka, sehingga baju Tae Kyung basah semua.

Mi Nyeo menawarkan memakai bajunya, dan meyakinkan bahwa bajunya baru, meskipun terlalu pendek untuk dikenakan Tae Kyung. Dan juga panas, ini benar2 bukan style-nya!

Bibi Mi Ja berpromosi bahawa keponakannya akan datang dan ia adalah penyanyi terkenal, maka semua tetangganya ingin melihat-nya. Tapi mereka tidak terkesan saat melihat Mi Nyeo dan Tae Kyung datang dengan mobil biasa dan terlihat seperti orang biasa, mereka tidak mengenali Mi Nam dan juga Tae Kyung! (tentu saja..lain jaman hehe..mrk kan boyband jaman skr..kalo Bae Yong Jun pasti kenal hehe..)


Ternyata Mo Hwa Ran juga berkunjung ke makam ayah Mi Nyeo. Hwa Ran menaruh bunga di makam ayah Mi Nyeo. Hwa Ran berkata bahwa ia punya kabar baik, ia akan meluncurkan lagu yang ditulis untuknya, dan ia berkata agar songwriter Go berbahagia.

Saat Mi Nyeo dan Tae Kyung tiba di area pemakaman, mereka melihat sebuah mobil yang kosong diparkir. Tae Kyung tinggal di mobil sementara Mi Nyeo dan bibi Mi Ja ke atas. Mi Nyeo berpapasan dengan Hwa Ran tapi ia tidak mengenalinya. Dia berhenti sejenak tapi ia meneruskan langkahnya sampai ia menemukan bunga di makam ayahnya.

Bibi Mi Ja menjelaskan bahwa ayah mi Nyeo meninggalkan desa untuk mengejar karir musiknya. Itulah mengapa Bibi Mi Ja tidak tahu apapun mengenai teman2 ayahnya maupun ibunya. Mi Nyeo menghubungkan wanita yang baru saja pergi dengan orang yang meletakkan bunga dan ia berlari turun untuk mengejar mereka. Wanita itu mengenal ayahnya! Mi Nyeo ingin sekali berbicara dengannya.

Mi Nyeo mencoba menelepon Tae Kyung, tapi tidak diangkat, Mi Nyeo ingin Tae Kyung mencegah mereka pergi. Mobil mereka pergi dan Mi Nyeo kehilangan kesempatannya.

Apa yang sedang dilakukan Tae Kyung ?

Tae Kyung mengenakan earphonenya dan menikmati musik di padang, ia berpikir, “Sudah lama sekali sku merasa begini damai. Apa ini rasanya tidak dikenali orang ?”


Tae Kyung melihat dari kejauhan, seorang pria melambai padanya. Tae Kyung berpikir, “Apa karena ini di desa? Bahkan orang asing memberi salam padaku.” Tae Kyung melambaikan tangan untuk membalasnya. Seperti Ratu kecantikan pada penggemarnya, tapi ternyata..Kakek itu sebenarnya berteriak padanya, “Itu babi! lari!” Seekor babi melihat ke arah Tae Kyung!

Mi Nyeo dan Bibi Mi Ja juga mendengar insiden babi itu. Tapi jika si babi sudah embali ke rumahnya, Hwang Tae Kyung tidak demikian. Bibi Mi Ja mengambil kesempatan ini untuk menelepon he Yi dan berkata agar Heyi memperhatikan kekasihnya. (Bibi Mi Ja hanya ingin bintang terkenal mengunjungi desanya agar ia dikagumi tetangganya.)

Mi Nyeo mencemaskan Tae Kyung. Ia ingat Tae Kyung tidak bisa mengenali arah, dsb. Mi Nyeo berpikir bagaimana ia menemukan Tae Kyung, ia lari kembali ke gunung dan menebak arah mana yang akan diambil Tae Kyung. Ingat Tae Kyung tidak suka gelap, ia memilih jalan yang paling terang, Tae Kyung benci sampah jadi ia pasti menghindari jalan kotor. Mi Nyeo menemukan jejak kaki di atas tumpukan kotoran hewan, pasti milik Tae Kyung, jadi ia pasti cari air untuk mencucinya. Jadi ia ke arah sungai.


Tae Kyung memang ke arah sungai, ia ke sini untuk membersihkan dirinya karena berkeringat habis lari dikejar babi, dan sekarang ia menunggu sepatunya kering. Mi Nyeo muncul dengan membawa air minum! kebetulan Tae Kyung haus sekali.

Tae Kyung terkejut dan lebih terkejut lagi saat Mi Nyeo menjelaskan barang2 bawaannya. Baju bersih karena Tae kyung mungkin kedinginan. Handuk. perlengkapan P3K siapa tahu Tae Kyung terluka. Makanan siapa tahu Tae Kyung lapar.

Tae Kyung tanya bagaimana Mi Nyeo menemukannya, Mi Nyeo menjawab, Aku hanya berpikir sebagai dirimu dan aku menemukanmu. Tae Kyung sedikit terkesan.

Saat mereka berjalan pulang, Tae Kyung berkata agar Mi Nyeo pelan2 karena ia tidak bisa melihat jelas. Tae Kyung juga menjelaskan bahwa ia bukannya lari dari babi itu, tapi ia menghindarinya. Ia merasa takut jika sesuatu yang liar muncul dari hutan. Tae Kyung tanya, “Apa ada kelinci di gunung? Aku benar2 membenci kelinci.” (oh come on..aku bahkan pengen beli sepasang..haha)

Mi Nyeo berpikir kelinci itu lucu, tapi Tae Kyung berkata lucu tapi sakit jika menggigit. Kelinci itu berbahaya! Membuat Tae Kyung berpikir Mi Nyeo seperti kelinci, terlihat lucu tapi berbahaya.

Lucunya Mi Nyeo mulai menyanyi lagu anak2 “Santoki”atau “Kelinci gunung” Tae Kyung minta Mi Nyeo menghentikannya, Mi Nyeo terus saja menyanyi, “Kelinci gunung, kau mau kemana? melompat, melompat, berlarian, Kau mau kemana?”

senter mereka mati dan mereka berhenti untuk istirahat. Mi Nyeo melihat ke langit dan mengagumi bintang2. Tae Kyung berkata, “Aku susah melihatmu, apa kau kira aku bisa melihat bintang?” Tapi Tae Kyung bisa melihat bulan.

Mi Nyeo berkata, “Satu2nya bintang yang bisa kau lihat adalah bulan.” Tae Kyung memperbaiki, bulan bukanlah bintang. Bulan hanya memantulkan sinar, tapi tidak punya sinar sendiri seperti matahari. Mi Nyeo menjawab, “Biarpun demikian, bulan memiliki manfaatnya sendiri. Bukannya membuat hari yang terang menjadi semakin terang, ia memberi terang di kegelapan malam. Bukankah itu berguna?”

Tae Kyung mengoreksi-nya lagi, “Go Mi Nam. Alasan mengapa hari itu terang karena ada matahari.” Mi Nyeo berpikir dan menjawab, “Lalu aku seperti bulan yang hanya bergantung pada mu yang seperti matahari.”

Tae Kyung berkata, “Tapi bulan itu bukannya tidak berguna. Tidak peduli berapa banyak bintang yang bersinar saat malam, aku hanya bisa melihat bulan itu.” (yeee…)

Mi Nyeo berkata sambil memandang Tae Kyung, “Kak, sekarang aku hanya bisa melihat satu bintang istimewa.” Tapi Tae Kyung tidak tahu apa maksud Mi Nyeo sebenarnya. Mi Nyeo menahan air matanya, “Banyak bintang, tapi bintang ini bersinar sangat terang yang membuatku hanya melihat bintang itu.”

Sekarang Tae Kyung ingin tahu, “Ada bintang seperti itu?” Mi Nyeo, “Ya, itu bintang yang disukai banyak orang, Jika aku bergabung dengan mereka untuk menyukainya, itu bukan kejahatan kan?”

Tae Kyung masih melihat ke arah langit dan masih tidak menyadari arti kata2 Mi Nyeo. “Apa kau perlu ijin untuk menyukai hal2 seperti itu? Tanya bintang itu. Dia pasti bisa melihatmu sekarang.” Dengan air mata berlinang, Mi Nyeo melihat Tae Kyung dan berkata, “Ya, aku melihat bintang itu sekarang. Apa aku boleh menyukainya?”


Mereka dikejutkan dengan bunyi klakson mobil. (mengganggu saja..) Ini membuat Tae Kyung melihat ke arah Mi Nyeo dan melihat air matanya, sepertinya Tae Kyung baru saja menyadari sesuatu.

Tapi He Yi tiba dengan mobil, cemburu dan sebal. Beraninya Tae Kyung mengabaikan panggilannya dan beralasan bahwa ia sibuk? Lalu He Yi terpeleset dan jatuh di atas kotoran…(hehe..jadi ingat Kim Hyun Joong yg menginjak kotoran saat syuting Family Outing ama Lee Hyori hehe, kata KHJ, setiap kali ketemu Hyori pasti nginjek kotoran..) gak da hub-nya, ok lanjut..

Ternyata tidak satupun tetangga bibi Mi Ja yang mengenali He Yi sebagai bintang. hehe He Yi berbicara pribadi dengan Mi Nyeo, ia ingin tahu apa yang mereka bicarakan, He Yi lega saat dengar jawaban Mi Nyeo mereka bicara mengenai bintang. He Yi berkata “Aku harap kau mengerti. Oppa dan aku sama2 sibuk dan kami perlu memiliki waktu kami, jika kau mengambil semua waktunya, itu membuatku merasa kesal. Ku harap kau memberikan kami waktu untuk berdua.”

Mi Nyeo berjanji melakukannya, jadi saat Tae Kyung datang dan menyarankan agar mreka bertiga segera berangkat. He Yi memberi sinyal pada Mi Nyeo dan Mi nyeo berkata ia akan tinggal di sini beberapa saat lagi. Tae Kyung minta Mi Nyeo pulang besok pagi.

Setelah mereka pergi, Mi Nyeo melihat ke arah bintang2 dan berkata dengan sedih, “Ada terlalu banyak bintang.”

Di rumah, semua bisa merasa ada yang kurang dan suasana latihan jadi kering. Sudah 3 hari dan Mi Nam masih belum kembali. jeremy cemas jika Tae Kyung berkelahi lagi dengan Mi Nam. Shin Woo minta Tae Kyung meneleponnya. Tae Kyung berkata, “Dia akan datang jika sudah tiba saatnya.”

Mi Nyeo masih ada di kampungnya dan berkata dengan putus asa, aku merindukannya, tapi Mi Nyeo menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak aku tidak bisa menemuinya sampai perasaanku hilang.”


Mi Nyeo kaget saat Bibi Mi Ja berkata seseorang dari Seoul datang untuk menjemputnya pulang. Mi Nyeo memutuskan, “Aku ingin menemuinya!” dan berlari,

Mi Nyeo berhenti mendadak saat ia menyadari bahwa yang datang adalah Shin Woo.

Shin Woo mengerti dan berkata, “Apa kau mengira yang datang adalah Tae Kyung?” Bahkan jika kau tidak menungguku, tidak apa2. Aku datang untuk membawamu pulang.

Shin Woo tanya, “Apa kau ingin tinggal disini? Kau bisa meninggalkan semua masalah dan tetap disini, dan aku bisa berhenti menjadi kakakmu yang baik. Lalu apa?”

Mi Nyeo minta maaf, “Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Ini pasti membuatmu, Jeremy dan Presiden Ahn dalam kesulitan, tapi aku tidak berpikir seperti itu.” Shin Woo, “Apakah sebegini sulit hal ini bagimu?”

Mi Nyeo memutuskan ia akan kembali, Aku bisa menahannya. Aku harus menahannya. Shin Woo akan membantu Mi Nyeo dan tanya apa yang bisa ia lakukan. Mi Nyeo menjawab, “Kumohon jadilah kakak yang baik untukku.”

Shin Woo mengerti maka ia menjawab, “Karena kau ingin aku menjadi kakak yang baik, aku tidak akan menambah kesulitanmu. Tinggallah disisiku.”

Di rumah, Jeremy senang karena Mi Nam sudah pulang dan sekarang sedang rekaman di studio.

Tae Kyung berkata pada dirinya sdr, “Jika sehari lagi, aku akan menjemputnya sendiri.”

Mi Nyeo mengambil mic dan menyanyi, tapi nyanyiannya yang pertama kali terlalu lemah. Dia dihentikan produser dan mencoba untuk kedua kalinya. tepat saat Jeremy dan Tae Kyung masuk ke studio. Melihat ke arah Tae Kyung, ia ingat kata2 Hoon Yi apa artilagu itu, kerinduan antara pria dan wanita…dan ia mulai menyanyi.

I shouldn’t have done that,
I should have pretended not to know
like I didn’t see it, like I couldn’t see it
I shouldn’t have looked at you in the first place

I should have run away,
I should have pretended I wasn’t listening
like I didn’t hear it, like I couldn’t hear it
I shouldn’t have heard your love in the first place

Without a word you made me know love
Without a word you gave me love
Because you took just a breath and ran away like this
Without a word love leaves me
Without a word love abandons me
Wondering what to say next, my lips were surprised
Because it came without a word.

Park Shin Hye Without Words

Semua tertegun, ini dia! Ini yang sudah mereka cari selama ini!

Tapi setelah bait pertama itu, Mi Nyeo dikuasai emosi dan lari keluar menangis.


Shin Woo mengikutinya dan melihat keadaan Mi Nyeo, tapi Mi Nyeo tetap membelakangi Shin Woo dan berkata, “Jangan melihatku! Tidak seorang pun boleh melihatku. Ini terlalu berat untuk ditahan, aku kira aku akan ketahuan.”

Tae Kyung tiba dibelakang mereka dan Shin Woo melihat Tae Kyung berdiri disana. Shin Woo berkata, “Aku akan melindungimu, jadi kau tidak akan ketahuan.”


Shin Woo menarik Mi Nyeo agar ia bisa menangis di bahunya. Tae Kyung melihatnya dengan emosi campur aduk.

Credits : kadorama-recaps.blogspot.com

created : fannyesungelf / fanny @sistamelody


Mi Nyeo berdiri dan shock melihat Tae kyung mencium He Yi di depan para reporter, Mi Nyeo berpikir, “Aku tidak ingin melihat ini, aku harus pergi tapi tubuhku tidak mau menurut. Apa yang harus kulakukan?”

Shin Woo datang dan melihat Tae Kyung dengan marah, ia tahu bagaimana perasaan Mi Nyeo. Hanya…ternyata itu bukan benar2 ciuman !


Tae Kyung mendekat seperti akan mencium tapi ia menahan kepala He Yi sehingga menahan wajah mereka beberapa cm. Dari sudut para reporter terlihat seperti ciuman padahal dari sebelah sini bukan. Keduanya saling menggertakkan gigi dan He Yi berusaha melepaskan diri, lalu Tae Kyung berkata, “beraktinglah seperti sungguhan.” Tae Kyung berkata “Kau pasti tidak berharap ini sungguhan kan?”

He Yi tertawa dan memperingatkan, “Kau yang memulainya, aku akan mengakhirinya dengan memutuskanmu. Jadi sampai aku berkata ini sudah selesai, kau tidak bisa mengakhirinya. Dan kau lebih baik tidak berkata pada siapapun bahwa kita pura2. Jika kau lakukan itu, harga diriku akan tersinggung dan aku akan mengatakan pada semua mengenai Go Mi Nam.”

He Yi ingin Tae Kyung mengantarnya pulang, “Di hari segila ini, pacar yang baik akan mengantar gadisnya pulang.” Tae Kyung membalas, “Di hari yang sangat melelahkan ini, seorang gadis seharusnya berkata pada pacarnya untuk pulang. Beraktinglah seperti pacar yang pengertian.”

Setelah Tae Kyung pergi, He Yi cemberut dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku tidak ingin pura2. Aku serius.”

Shin Woo mencoba membuat Mi Nyeo merasa lebih baik dengan berkata itu normal jika Mi Nyeo kaget. Semua fans mereka mungkin akan patah hati. ini karena Tae Kyung seorang bintang, jadi merasa sedih bukan hal aneh lagi. Fans yang berada di luar kantor manajemen A.N semuanya menangis. Sayuri terisak, “Jangan menangis teman2, kita adalah fans sejati oppa, kita seharusnya memberi selamat padanya!” Lalu dengan berlinang air mata ia berkata, “Selamat…!”

Mi Nyeo juga memutuskan untuk memberi selamat pada Tae Kyung, seperti seorang fan. Saat Tae Kyung pulang malam itu, semua memberikan selamat pada Tae Kyung dengan pesta. kegembiraan mereka berakhir saat TaeKyung dengan dingin memandang mereka dan ia meninggalkan ruangan.

Bibi Mi Ja merasa bahwa tindakan Tae Kyung karena ia merasa malu, sementara Jeremy merasa ini karena Tae Kyung merasa bersalah menyembunyikan hal ini pada mereka.

Sebaliknya, Tae Kyung menggerutu karena Mi Nyeo. Tae Kyung, “Bagaimana kau bisa memberiku selamat?” Untuk siapa aku melakukan hal itu? Tae Kyung, “Kau memberiku selamat karena kau tidak tahu itu.”

Seisi rumah meneruskan berpesta, Bibi Mi Ja memaksa Mi Nyeo minum, para pria Go adalah peminum yang tangguh! Mi Nyeo menolaknya karena ia sudah mabuk. Jeremy mengambil minuman itu dan menggantikan Mi Nyeo minum. jeremy melihat Mi Nam tampak aneh dan menemukan-nya berada di luar.


Jeremy heran, apa alasan Mi Nam aneh karena Yoo He Yi? jeremy bertanya, “Apa kau merasa kecewa karena perasaanmu? Apa kau menyukai (orang itu) ?”

Maksud Jeremy adalah He Yi, tapi Mi Nyeo berpikir Jeremy bertanya tentang Tae Kyung, maka ia menjawab, “Aku hanya seorang fans. Bukan hal khusus.” Jeremy berkata “Bukanlah suatu kejahatan menyukai seseorang.” Jeremy memberikan sebuah buku pada Mi Nam yang ditulis oleh pengarang drama favoritnya. Penulis itu menulis, Seseorang yang tidak mencintai adalah bersalah. Ini berarti bahwa seseorang yang mencintai, tidak peduli seperti apa cintanya itu, tidak terlalu salah.

Mi Nyeo , “Apa itu berarti aku tidak terlalu salah?” Jeremy, “Yeah, Apa salahnya menyukai seseorang?”

Mi Nyeo berterima kasih pada Jeremy. Saat Mi Nyeo pergi, Jeremy berkata dengan ekspresi pedih, “Go Mi Nam, aku lihat kau menyukai Yoo heyi. Aku juga…kau…” Tapi ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

it’s so hillarious watching him grab her leg like that, while she keep holding the piano’s leg


Tae Kyung keluar mencari Mi Nam, tapi pesta sudah usai dan semua sudah berpencar. Tae kyung mencari ke sekeliling rumah dan akhirnya ia menemukan Mi Nyeo bergulung di bawah piano! Mi Nyeo memelu buku Jeremy. Saat Tae Kyung memanggilnya, Mi nyeo meminta Tae kyung diam, “Sssh..aku sedang mencari jawabanku.”

Apa? Tae Kyung tidak mengerti apa yang dikatakan Mi Nyeo tapi Mi Nyeo melanjutkan, “Apa aku bersalah, atau tidak?” sudah..sudah cukup bagi Tae Kyung untuk menebak, “Kau membuat masalah lagi, kan?” Mi Nyeo membenarkan. Saat Tae Kyung mencoba menariknya keluar, ia menolak. Tae Kyung menebak, “Kau pasti sudah menyebabkan masalah besar.”

Tae kyung meraih kaki Mi Nyeo dan menariknya. Mi Nyeo berpegangan pada kaki piano dan bertahan. Untuk memaksa Mi Nyeo keluar, Tae Kyung duduk dan memainkan piano dengan keras, tapi Mi Nyeo tetap berada di bawah piano.

Tae Kyung mengingatkan Mi Nyeo mengenai lagu yang harus ia nyanyikan dan tanya apa Mi Nyeo pernah mendengarnya. Mi Nyeo menjawab, “itu adalah lagu yang kau tulis, tentu saja pasti bagus.” Lalu ia menambahkan, “Kak, aku kan fansmu!”

Tae Kyung mendengus, ia tidak suka fan sperti Mi Nyeo. Ini membuat Mi Nyeo sedih, “Tapi aku harus menjadi fan. Aku seorang fan, tidak mengapa jika hatiku terluka, dan aku memberi selamat padamu. Kak! Biarkan aku menjadi fan-mu!”

Tae Kyung menjawab, “Kau bukan fan. Kau orang spesial yang akan menyanyikan lagu yang akan kutulis. Jadi bawakan ini dan dengarkanlah.”

Tae Kyung duduk dan mulai memainkan versi instrumental lagunya “Without words”, dan Mi Nyeo mendengarnya dari bawah piano. i Nyeo berpikir, “Ini adalah lagu yang membawaku sedemikian jauh.” Saat Tae Kyung selesai, ia melihat mi Nyeo sudah tertidur di bawah piano. Tae Kyung merasa bingung dengan Mi Nyeo, “Aku seharusnya tidak tahu bahwa ia adalah seorang wanita sejak awal.”

Mi Nyeo mulai rekaman, tapi ia langsung dihentikan, sang Produser merasa Mi Nyeo tidak menjiwai lagunya, suaranya tidak masalah, tapi kurang emosi ata penghayatan. Sung Chan menjelaskan agar Mi Nyeo membiarkan perasaannya tercurah dan ia tanya apa Mi Nyeo pernah kencan sebelumnya.

Hoon Yi mengerti mengapa Mi Nyeo belum mengerti dengan perasaan2 seperti itu, lagu itu mengenai cinta antara pria dan wanita, dan bagaimana sang penyanyi merindukan orang itu sedemikian kuat sehingga emosinya harus keluar. (oh..kalo ini KNG ahlinya haha..). Berpikir demikian, Hoon Yi menyarankan agar Mi Nyeo menjenguk makam ayahnya, mungkin dengan perasaan rindu pada ayahnya, maka akan berhasil.

Para anggota A.N.JELL tiba di pemutaran film He Yi, para reporter langsung mengerumuni Tae Kyung dan He Yi. Saat Tae Kyung ditanya apa ia cemburu dengan adegan ciuman He Yi, Tae Kyung menatap langsung ke arah He Yi dan dengan datar menjawab, “Tidak.”

He Yi berkata bahwa seharusnya Tae Kyung berkata ia cemburu. Tae Kyung hanya berkata, “Aku sedang berakting menjadi pacar yang berpikiran terbuka.” He Yi juga mengundang Tae Kyung menghadiri pesta setelah acara ini. Tae Kyung menolaknya, ia sudah melakukan semua yang diinginkan He Yi, bahkan ia bersedia diinterview. Dia sudah datang dan ini sudah cukup. He Yi berkeras agar Tae Kyung datang.

Tae Kyung juga merasa kesal karena ternyata ia ditinggal anggota tim-nya yang pergi cepat2. Mi Nam berpamitan dengan Shin Woo, ia akan pergi ke makam ayahnya, Shin Woo ingin Mi Nam mengajaknya lain kali.

Kemudian, ternyata Tae Kyung mengantar Mi nyeo ke makam ayahnya. Hehe..ternyata dia bertukar tempat dengan manajer Hoon Yi, saat He Yi masuk ke mobil Tae Kyung, ia kaget karena ternyata manager yang ada di dalam, bukan tae Kyung!

Saat mereka di mobil, Tae Kyung mengabaikan panggilan telp He Yi dan berkata pada Mi Nyeo, “Hari ini dan besok pagi, kau dan aku akan sangat sibuk.” Tae Kyung menjelaskan, “Alasan aku mengikutimu adalah hanya untuk melatihmu dengan lagu itu.” Tae Kyung bahkan memperlihatkan bahwa ia jengkel harus menghabiskan waktunya dengan Mi Nyeo padahal ia sibuk.

Mereka berhenti untuk istirahat sejenak, Mi Nyeo membeli soda dan karena ia tahu Tae Kyung sangat sibuk ia berlari yang membuat Soda yang dibelinya menyemprot saat dibuka, sehingga baju Tae Kyung basah semua.

Mi Nyeo menawarkan memakai bajunya, dan meyakinkan bahwa bajunya baru, meskipun terlalu pendek untuk dikenakan Tae Kyung. Dan juga panas, ini benar2 bukan style-nya!

Bibi Mi Ja berpromosi bahawa keponakannya akan datang dan ia adalah penyanyi terkenal, maka semua tetangganya ingin melihat-nya. Tapi mereka tidak terkesan saat melihat Mi Nyeo dan Tae Kyung datang dengan mobil biasa dan terlihat seperti orang biasa, mereka tidak mengenali Mi Nam dan juga Tae Kyung! (tentu saja..lain jaman hehe..mrk kan boyband jaman skr..kalo Bae Yong Jun pasti kenal hehe..)


Ternyata Mo Hwa Ran juga berkunjung ke makam ayah Mi Nyeo. Hwa Ran menaruh bunga di makam ayah Mi Nyeo. Hwa Ran berkata bahwa ia punya kabar baik, ia akan meluncurkan lagu yang ditulis untuknya, dan ia berkata agar songwriter Go berbahagia.

Saat Mi Nyeo dan Tae Kyung tiba di area pemakaman, mereka melihat sebuah mobil yang kosong diparkir. Tae Kyung tinggal di mobil sementara Mi Nyeo dan bibi Mi Ja ke atas. Mi Nyeo berpapasan dengan Hwa Ran tapi ia tidak mengenalinya. Dia berhenti sejenak tapi ia meneruskan langkahnya sampai ia menemukan bunga di makam ayahnya.

Bibi Mi Ja menjelaskan bahwa ayah mi Nyeo meninggalkan desa untuk mengejar karir musiknya. Itulah mengapa Bibi Mi Ja tidak tahu apapun mengenai teman2 ayahnya maupun ibunya. Mi Nyeo menghubungkan wanita yang baru saja pergi dengan orang yang meletakkan bunga dan ia berlari turun untuk mengejar mereka. Wanita itu mengenal ayahnya! Mi Nyeo ingin sekali berbicara dengannya.

Mi Nyeo mencoba menelepon Tae Kyung, tapi tidak diangkat, Mi Nyeo ingin Tae Kyung mencegah mereka pergi. Mobil mereka pergi dan Mi Nyeo kehilangan kesempatannya.

Apa yang sedang dilakukan Tae Kyung ?

Tae Kyung mengenakan earphonenya dan menikmati musik di padang, ia berpikir, “Sudah lama sekali sku merasa begini damai. Apa ini rasanya tidak dikenali orang ?”


Tae Kyung melihat dari kejauhan, seorang pria melambai padanya. Tae Kyung berpikir, “Apa karena ini di desa? Bahkan orang asing memberi salam padaku.” Tae Kyung melambaikan tangan untuk membalasnya. Seperti Ratu kecantikan pada penggemarnya, tapi ternyata..Kakek itu sebenarnya berteriak padanya, “Itu babi! lari!” Seekor babi melihat ke arah Tae Kyung!

Mi Nyeo dan Bibi Mi Ja juga mendengar insiden babi itu. Tapi jika si babi sudah embali ke rumahnya, Hwang Tae Kyung tidak demikian. Bibi Mi Ja mengambil kesempatan ini untuk menelepon he Yi dan berkata agar Heyi memperhatikan kekasihnya. (Bibi Mi Ja hanya ingin bintang terkenal mengunjungi desanya agar ia dikagumi tetangganya.)

Mi Nyeo mencemaskan Tae Kyung. Ia ingat Tae Kyung tidak bisa mengenali arah, dsb. Mi Nyeo berpikir bagaimana ia menemukan Tae Kyung, ia lari kembali ke gunung dan menebak arah mana yang akan diambil Tae Kyung. Ingat Tae Kyung tidak suka gelap, ia memilih jalan yang paling terang, Tae Kyung benci sampah jadi ia pasti menghindari jalan kotor. Mi Nyeo menemukan jejak kaki di atas tumpukan kotoran hewan, pasti milik Tae Kyung, jadi ia pasti cari air untuk mencucinya. Jadi ia ke arah sungai.


Tae Kyung memang ke arah sungai, ia ke sini untuk membersihkan dirinya karena berkeringat habis lari dikejar babi, dan sekarang ia menunggu sepatunya kering. Mi Nyeo muncul dengan membawa air minum! kebetulan Tae Kyung haus sekali.

Tae Kyung terkejut dan lebih terkejut lagi saat Mi Nyeo menjelaskan barang2 bawaannya. Baju bersih karena Tae kyung mungkin kedinginan. Handuk. perlengkapan P3K siapa tahu Tae Kyung terluka. Makanan siapa tahu Tae Kyung lapar.

Tae Kyung tanya bagaimana Mi Nyeo menemukannya, Mi Nyeo menjawab, Aku hanya berpikir sebagai dirimu dan aku menemukanmu. Tae Kyung sedikit terkesan.

Saat mereka berjalan pulang, Tae Kyung berkata agar Mi Nyeo pelan2 karena ia tidak bisa melihat jelas. Tae Kyung juga menjelaskan bahwa ia bukannya lari dari babi itu, tapi ia menghindarinya. Ia merasa takut jika sesuatu yang liar muncul dari hutan. Tae Kyung tanya, “Apa ada kelinci di gunung? Aku benar2 membenci kelinci.” (oh come on..aku bahkan pengen beli sepasang..haha)

Mi Nyeo berpikir kelinci itu lucu, tapi Tae Kyung berkata lucu tapi sakit jika menggigit. Kelinci itu berbahaya! Membuat Tae Kyung berpikir Mi Nyeo seperti kelinci, terlihat lucu tapi berbahaya.

Lucunya Mi Nyeo mulai menyanyi lagu anak2 “Santoki”atau “Kelinci gunung” Tae Kyung minta Mi Nyeo menghentikannya, Mi Nyeo terus saja menyanyi, “Kelinci gunung, kau mau kemana? melompat, melompat, berlarian, Kau mau kemana?”

senter mereka mati dan mereka berhenti untuk istirahat. Mi Nyeo melihat ke langit dan mengagumi bintang2. Tae Kyung berkata, “Aku susah melihatmu, apa kau kira aku bisa melihat bintang?” Tapi Tae Kyung bisa melihat bulan.

Mi Nyeo berkata, “Satu2nya bintang yang bisa kau lihat adalah bulan.” Tae Kyung memperbaiki, bulan bukanlah bintang. Bulan hanya memantulkan sinar, tapi tidak punya sinar sendiri seperti matahari. Mi Nyeo menjawab, “Biarpun demikian, bulan memiliki manfaatnya sendiri. Bukannya membuat hari yang terang menjadi semakin terang, ia memberi terang di kegelapan malam. Bukankah itu berguna?”

Tae Kyung mengoreksi-nya lagi, “Go Mi Nam. Alasan mengapa hari itu terang karena ada matahari.” Mi Nyeo berpikir dan menjawab, “Lalu aku seperti bulan yang hanya bergantung pada mu yang seperti matahari.”

Tae Kyung berkata, “Tapi bulan itu bukannya tidak berguna. Tidak peduli berapa banyak bintang yang bersinar saat malam, aku hanya bisa melihat bulan itu.” (yeee…)

Mi Nyeo berkata sambil memandang Tae Kyung, “Kak, sekarang aku hanya bisa melihat satu bintang istimewa.” Tapi Tae Kyung tidak tahu apa maksud Mi Nyeo sebenarnya. Mi Nyeo menahan air matanya, “Banyak bintang, tapi bintang ini bersinar sangat terang yang membuatku hanya melihat bintang itu.”

Sekarang Tae Kyung ingin tahu, “Ada bintang seperti itu?” Mi Nyeo, “Ya, itu bintang yang disukai banyak orang, Jika aku bergabung dengan mereka untuk menyukainya, itu bukan kejahatan kan?”

Tae Kyung masih melihat ke arah langit dan masih tidak menyadari arti kata2 Mi Nyeo. “Apa kau perlu ijin untuk menyukai hal2 seperti itu? Tanya bintang itu. Dia pasti bisa melihatmu sekarang.” Dengan air mata berlinang, Mi Nyeo melihat Tae Kyung dan berkata, “Ya, aku melihat bintang itu sekarang. Apa aku boleh menyukainya?”


Mereka dikejutkan dengan bunyi klakson mobil. (mengganggu saja..) Ini membuat Tae Kyung melihat ke arah Mi Nyeo dan melihat air matanya, sepertinya Tae Kyung baru saja menyadari sesuatu.

Tapi He Yi tiba dengan mobil, cemburu dan sebal. Beraninya Tae Kyung mengabaikan panggilannya dan beralasan bahwa ia sibuk? Lalu He Yi terpeleset dan jatuh di atas kotoran…(hehe..jadi ingat Kim Hyun Joong yg menginjak kotoran saat syuting Family Outing ama Lee Hyori hehe, kata KHJ, setiap kali ketemu Hyori pasti nginjek kotoran..) gak da hub-nya, ok lanjut..

Ternyata tidak satupun tetangga bibi Mi Ja yang mengenali He Yi sebagai bintang. hehe He Yi berbicara pribadi dengan Mi Nyeo, ia ingin tahu apa yang mereka bicarakan, He Yi lega saat dengar jawaban Mi Nyeo mereka bicara mengenai bintang. He Yi berkata “Aku harap kau mengerti. Oppa dan aku sama2 sibuk dan kami perlu memiliki waktu kami, jika kau mengambil semua waktunya, itu membuatku merasa kesal. Ku harap kau memberikan kami waktu untuk berdua.”

Mi Nyeo berjanji melakukannya, jadi saat Tae Kyung datang dan menyarankan agar mreka bertiga segera berangkat. He Yi memberi sinyal pada Mi Nyeo dan Mi nyeo berkata ia akan tinggal di sini beberapa saat lagi. Tae Kyung minta Mi Nyeo pulang besok pagi.

Setelah mereka pergi, Mi Nyeo melihat ke arah bintang2 dan berkata dengan sedih, “Ada terlalu banyak bintang.”

Di rumah, semua bisa merasa ada yang kurang dan suasana latihan jadi kering. Sudah 3 hari dan Mi Nam masih belum kembali. jeremy cemas jika Tae Kyung berkelahi lagi dengan Mi Nam. Shin Woo minta Tae Kyung meneleponnya. Tae Kyung berkata, “Dia akan datang jika sudah tiba saatnya.”

Mi Nyeo masih ada di kampungnya dan berkata dengan putus asa, aku merindukannya, tapi Mi Nyeo menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak aku tidak bisa menemuinya sampai perasaanku hilang.”


Mi Nyeo kaget saat Bibi Mi Ja berkata seseorang dari Seoul datang untuk menjemputnya pulang. Mi Nyeo memutuskan, “Aku ingin menemuinya!” dan berlari,

Mi Nyeo berhenti mendadak saat ia menyadari bahwa yang datang adalah Shin Woo.

Shin Woo mengerti dan berkata, “Apa kau mengira yang datang adalah Tae Kyung?” Bahkan jika kau tidak menungguku, tidak apa2. Aku datang untuk membawamu pulang.

Shin Woo tanya, “Apa kau ingin tinggal disini? Kau bisa meninggalkan semua masalah dan tetap disini, dan aku bisa berhenti menjadi kakakmu yang baik. Lalu apa?”

Mi Nyeo minta maaf, “Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Ini pasti membuatmu, Jeremy dan Presiden Ahn dalam kesulitan, tapi aku tidak berpikir seperti itu.” Shin Woo, “Apakah sebegini sulit hal ini bagimu?”

Mi Nyeo memutuskan ia akan kembali, Aku bisa menahannya. Aku harus menahannya. Shin Woo akan membantu Mi Nyeo dan tanya apa yang bisa ia lakukan. Mi Nyeo menjawab, “Kumohon jadilah kakak yang baik untukku.”

Shin Woo mengerti maka ia menjawab, “Karena kau ingin aku menjadi kakak yang baik, aku tidak akan menambah kesulitanmu. Tinggallah disisiku.”

Di rumah, Jeremy senang karena Mi Nam sudah pulang dan sekarang sedang rekaman di studio.

Tae Kyung berkata pada dirinya sdr, “Jika sehari lagi, aku akan menjemputnya sendiri.”

Mi Nyeo mengambil mic dan menyanyi, tapi nyanyiannya yang pertama kali terlalu lemah. Dia dihentikan produser dan mencoba untuk kedua kalinya. tepat saat Jeremy dan Tae Kyung masuk ke studio. Melihat ke arah Tae Kyung, ia ingat kata2 Hoon Yi apa artilagu itu, kerinduan antara pria dan wanita…dan ia mulai menyanyi.

I shouldn’t have done that,
I should have pretended not to know
like I didn’t see it, like I couldn’t see it
I shouldn’t have looked at you in the first place

I should have run away,
I should have pretended I wasn’t listening
like I didn’t hear it, like I couldn’t hear it
I shouldn’t have heard your love in the first place

Without a word you made me know love
Without a word you gave me love
Because you took just a breath and ran away like this
Without a word love leaves me
Without a word love abandons me
Wondering what to say next, my lips were surprised
Because it came without a word.

Park Shin Hye Without Words

Semua tertegun, ini dia! Ini yang sudah mereka cari selama ini!

Tapi setelah bait pertama itu, Mi Nyeo dikuasai emosi dan lari keluar menangis.


Shin Woo mengikutinya dan melihat keadaan Mi Nyeo, tapi Mi Nyeo tetap membelakangi Shin Woo dan berkata, “Jangan melihatku! Tidak seorang pun boleh melihatku. Ini terlalu berat untuk ditahan, aku kira aku akan ketahuan.”

Tae Kyung tiba dibelakang mereka dan Shin Woo melihat Tae Kyung berdiri disana. Shin Woo berkata, “Aku akan melindungimu, jadi kau tidak akan ketahuan.”


Shin Woo menarik Mi Nyeo agar ia bisa menangis di bahunya. Tae Kyung melihatnya dengan emosi campur aduk.