Tag Archives: episode 6

Personal Taste Episode 6

Standar
Episode 6 : Teman Serumah Yang Manis

Kae In : “Apa salahku mengapa kau menyiramku dengan air?” Jin ho marah besar dan menyeret Hye Mi yang berteriak2 dan Tae hoon keluar dari lokasi pesta. Kae In mengeringkan wajah di toilet wanita dan tiba2 perutnya sakit, ia langsung masuk ke kamar mandi dan ternyata ooo..hehe biasa penyakit bulanan cewek..
Chang Ryul mendekati Jin ho,”Mengapa Kae In harus menderita karena berkencan denganmu?” Jin Ho, “Pria yang berdiri di altar dengan teman baik Kae In seharusnya tidak memusingkan hal ini, iya kan?”

Kae In akhirnya menelepon Jin ho. Jin ho langsung bergegas ke kamar mandi, “Kau baik2 saja kan?” Kae In, “Aku tidak apa2, tapi aku ingin minta tolong..aku perlu itu..kau tahu..itu sesuatu dengan sayap.”

Jin Ho, “Apa yang punya apa? Siapa yang punya sayap?”
Jin Ho berlari dan masuk ke waserda. Ia langsung menemukan yang ia cari, Jin Ho mendekati rak hanya..ada 3 gadis manis yang berdiri di dekat rak itu dan mereka memandang Jin ho dengan penuh kekaguman.

Jin Ho malu, ia berdiri dekat rak pura2 membaca buku, lalu ia taruh, ia mengambil apa ya seperti gilette gitu tapi buat cewek, terus Jin ho meraih pembalut dan kabur….
Ketiga gadis manis itu menyoraki Jin Ho dari jendela kaca…hahaha
Jin Ho menyelipkan pembalut itu di bawah pintu kamar mandi. Saat Kae In keluar Jin ho mengomel, “Kau ini katanya wanita, tapi tidak menyiapkan hal2 seperti itu” hehe..hei kadang2 kita cewek juga suka kelupaan, tahu.

Kae In ingin menyimpan pembalut sisanya, ia mau memasukkan tas kresek itu ke kantung Jin Ho, tapi Jin Ho jelas2 tidak mau, buang saja. Tapi Kae In tidak mau akhirnya Jin Ho mengalah, ia memasukkan tas itu ke mobilnya dan Kae in menunggu.
Chang ryul mendekati Kae in dan berkata, “Kau datang bersamanya untuk menentangku kan, untuk membuktikan padaku kan?” Kae in berkata jangan mimpi, Chang ryul sudah tidak ada artinya lagi bagi Kae in. Chang ryul berkata ia tahu bagaimana Kae In dan Kae In tidak akan bisa melupakan seseorang dengan begitu mudah.

Jin Ho datang dan ia mendengarnya, ia mau membela Kae In tapi kae in berkata pada Chang Ryul, “Kau jangan salah paham bahwa aku patah hati denganmu, aku baik2 saja tanpa dirimu.” Chang ryul tidak menyerah dan meletakkan tangannya ke bahu Kae in, “Aku tahu kau masih menyukaiku.”

Jin Ho datang dan mendorong Chang Ryul ke samping, Jin ho, “Sudah tidak ada lagi yang tersisa diantara kalian.” Lalu Jin Ho menggandeng tangan Kae in dan menuntunnya keluar. weee..gandengan lho mereka …
Di luar, Jin Ho kaget sendiri, mungkin Jin ho tidak menyangka reaksinya bisa seperti itu hehe. Kae in langsung berterima kasih pada Jin Ho dan berkata ini lebih memuaskan daripada menampar muka Chang ryul.

Mereka masih bergandengan tangan dan kemudian menyadarinya lalu melepaskan tangan dengan sedikit aneh. Jin Ho berkata, yah itulah gunanya teman,

Mereka kembali ke lokasi pesta, Do Bin berpidato mengenai proyek Museum Dahm, mengenai mimpi dan seni, Kae In jadi ingat sesuatu yang ditulis ayahnya dalam disertasinya, “Sang go Jae adalah dunia kecil yang membuat istri dan anakku bermimpi.” Kae In bergumam, “Itulah mengapa aku kasihan pada ayahku, karena aku hidup seperti orang yang tidak punya mimpi.”
Mereka kembali ke Sang go Jae, Jin ho memikirkan kata2 Kae In itu. Kae in keluar dari kamar dengan kesakitan, ia kena kram perut karena menstruasi. Kae in cari obat penahan rasa sakit ke sekeliling rumah dan ternyata obatnya habis. Sedangkan itu sudah malam dan semua toko obat sudah tutup.

Jin ho tanya apa Kae in mau pergi ke RS saja ? haha..kram karena menstruasi pergi ke RS ? diketawain Bidan …

Kae In berkata ia akan menahannya saja sampai besok pagi. Jin Ho kasihan melihat Kae in, maka Jin ho melakukan hal yang biasa kulakukan, ber-googling ria dengan keyword : bagaimana menghilangkan kram. Jin ho membuatkan teh jahe untuk Kae In dan Kae In senang sekali biarpun sakitnya belum hilang tapi ia senang karena punya teman pria yang bersedia berbagi sakit kram dengannya. Kae in minum tehnya dan tidur.

Tapi saat Jin ho mengecek Kae In lagi, Kae in masih kesakitan (yah memang ada bbrp cewek yg sakit sekali kalau sedang dapat, kalau aku sih biasanya pake kunyit,temulawak,ama gula jawa), Jin Ho akhirnya keluar dan menyalakan mobilnya.
Di rumah Jin ho, Hye Mi menangis dan ibu Jin Ho menghiburnya. Ternyata Jin ho pulang, Jin Ho minta obat penghilang rasa sakit pada ibunya. Menghindari Hye Mi dan bergegas kembali.
Sampai ke Sang go jae, Jin Ho langsung ke kamar Kae In. Kae in bergelung di lantai dan Jin Ho membangunkannya, ia memberikan obatnya dan menyuruh Kae in cepat minum. Kae in heran darimana Jin ho dapat obat, Jin ho akhirnya berkata ia pulang dulu minta pada ibunya.
Kae In terharu dan ia memeluk Jin ho. Jin ho kaget, Kae In sangat tersentuh dan berkata, aku mencintaimu, aku mencintaimu, teman.
Jin Ho merasa tidak enak dan ia langsung melepaskan Kae in tapi Kae in ada satu permintaan lagi…Kae In ingin Jin ho membantu mengurut perutnya. Jin Ho mengomel tapi lama2 ia dengan suka rela melakukannya dan Kae In berkata dengan menahan air mata, dulu biasanya In hee yang melakukan ini.

Kae in tahu bahwa seharusnya ia membenci In hee, tapi karena semua kenangan manis itu, ia susah melakukannya. Jin Ho akhirnya mengurut perut Kae in. Kae in berterima kasih dan berkata ayahnya tidak pernah melakukan ini untuknya. Jin Ho seperti ayah dan teman baginya. Jin ho merasa kasihan, berarti Kae in selama ini sangat kesepian, Jin ho menepuk2 bahu Kae In, Kae in tersenyum sambil menangis.
Paginya Young sun dan anaknya mengunjungi Kae In, ia langsung masuk dan membuka kamar Kae In. Young sun kaget sekali dan ia menutup mata anaknya, tapi anaknya dengan lucu menyingkirkan tangan maminya. Anaknya bertanya, “Ma apa bibi Kae in menikah?”

Pemandangan di depan mereka memang bisa membuat salah paham, Kae in dan Jin Ho tidur bersama di bed Kae In. Young Sun memanggil Kae in tapi justru Jin ho yang kaget, ia langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka.

Anak Young sun menyusulnya, “Kapan kau menikah dengan bibi Kae In?” Jin Ho berkata ia tidak menikah dengan bibi Kae In. Anak Young sun, “Tetapi mengapa kau tidur dengannya?” hahaha..Jin ho tidak bisa menjelaskan dan hanya mengusir anak itu dan menutup pintu. (lama2 aku pikir apa anak ini yg di BBF main ke kebun binatang ama Jandi-Junpyo itu ya….mirip)
Young Sun dan Kae In di dapur dan young sun tanya bagaimana mereka bisa tidur di ranjang yang sama, gay atau bukan. Kae in menjelaskan Jin Ho membantunya menghilangkan kram-nya.

Jin Ho benar2 orang yg baik, dan tidur di lengannya ternyata nyaman juga. Seperti tertidur di lengan ayah. Young sun heran apa Kae in ini dulu “pernah menyelamatkan negara” (ungkapan Korea, artinya kok bisa beruntung sekali.)

Young Sun datang sebenarnya mau minta tolong. Ia butuh model untuk fotonya. Young sun ingin membujuk Jin ho untuk menjadi model, ia sedang mengerjakan proyek foto dengan konsep keluarga, jadi ia butuh Jin Ho, Kae in dan anaknya sebagai satu keluarga. Jin ho menolak tapi Young sun benar2 ahli membuat orang merasa bersalah, dan anaknya juga membujuk. Akhirnya Jin ho menyerah, ia bersedia.

Apa mungkin ini anak yang sama..cuma sudah tambah besar..soalnya cara berjalan-nya mirip.

Ketiganya foto di dekat sungai dan Young sun harus mati2an mengarahkan keduanya, Jin Ho dan Kae in kaku sekali. Tapi setelah pindah ke studio dan Young sun mengarahkan agar lebih dekat, seperti saling mencium, kekakuan-nya akhirnya cair.

Young sun minta Kae in duduk di pangkuan Jin ho dan Kae in mencium pipi Jin Ho. Jin Ho refleks tersenyum karena senang dan keduanya kaget karena perasaan aneh yang tiba2 timbul.
In hee dan Chang Ryul bertengkar lagi, kali ini karena Chang ryul ingin In hee ikut makan malam dengan salah satu ibu tirinya. In Hee menolak, ia bukan tunangan Chang ryul lagi dan aneh karena Chang ryul dekat sekali dengan ketujuh! ibu tirinya.

Kae in menyediakan spa kaki untuk Jin Ho dan juga lemon tea, bahkan mencoba memijat pahanya haha..Jin Ho sudah tidak enak dan meminta Kae in menghentikannya.

Mereka makan dan Young sun sudah memberikan banyak sekali makanan sebagai ucapan terima kasih dan Jin ho mengomeli Kae in tentang pola makannya lagi. Kae in berkata ia sudah bagus di pesta dan membuat Chang Ryul menyesal karena meninggalkan Kae in, jadi Kae in tidak perlu kursus lagi.

Tapi Jin ho berkata sikap Chang ryul itu bukan karena Kae in tapi karena dirinya. Jin Ho berkata masih banyak yang harus dipelajari Kae in, dan Jin ho mengurangi porsi makan Kae in menjadi hanya 1/3-nya. Jin ho juga mengkritik cara bicara Kae in sehingga semakin lembut dan sopan. Tapi Kae in tidak mendengarnya.
Kae in memberi Jin Ho hadiah, yaitu gantungan mantel dengan sarang burung kecil diatasnya. (aku mau itu ..lucu..) Jin ho berkata ya sepertinya itu bisa berguna. Kae in tanya mengapa Jin ho tidak berkata terima kasih saja. Jin Ho langsung merespon, ia mengajak Kae in makan di luar. Kae in langsung senang.

Jin Ho mengajak Kae in makan mie. Kae in makan banyak dan bahkan bersendawa dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Kae in tanya mengapa mereka jauh2 hanya untuk makan mie. Jin ho berkata ia suka kesini karena ia senang melihat orang yang sedang lalu lalang. Jin ho sudah tidak pernah kemana-mana sejak terakhir ia pergi dengan ayahnya ketika ia masih kecil.

Kae in tanya mengapa Jin ho tidak pernah ikut tur ketika kuliah, Jin ho berkata ia terlalu sibuk belajar. Jin ho keras pada dirinya sendiri untuk mengambil kembali apa yang sudah hilang darinya. Kae in berkata agar Jin ho mengajaknya dalam perjalanan itu. Jin ho berkata akan mempertimbangkannya.

Paginya, Presdir Han bertemu dengan Presdir Choi dan Presdir Han sudah siap dengan rencana liciknya. Han berkata Choi tidak perlu menghabiskan waktunya dengan arsitek skala kecil yang tidak bisa memberi jaminan pada proyek berskala besar ini.

Kae in datang ke galeri dan In hee kaget melihatnya. In hee selalu merendahkan Kae In tapi sebenarnya In hee selalu mengingini semua milik Kae in, ya pacar, ya teman, semuanya, karena jiwa In hee kosong.

Do Bin ingin Kae in menciptakan ruang untuk anak agar bisa main dengan aman dan bebas sementara orang tua mereka mengunjungi museum. Kae in ingin berkonsultasi dengan designernya furniture apa yang mereka perlukan. Tapi do bin berkata Kae in lah yang harus menentukannya. Do bin percaya Kae in bisa melakukannya. Karena ayah kae in pasti sudah mengajarkannya.

Kae in menolak dan berkata ia tidak bisa dan ia tidak ingin mencemarkan nama baik ayahnya. Do bin menantangnya, “Apa kau tidak mau menguji dirimu sendiri dan melihat apa yang dapat kau hasilkan?” Kae in akhirnya menerima tantangan itu dan berterima kasih pada kesempatan ini. Do Bin berkomentar, Kae in dan Jin Ho itu beda tapi ada kemiripan diantara keduanya.
Di kantor Jin Ho, Sang jun menerima e-mail dari MS grup yang berkata bahwa mereka punya jaminan mengembalikan uang kalau tender gagal.

Choi Do Bin masuk ke kantor Presdir Choi yang ternyata adalah ayahnya. Do bin berkata bahwa proyek Dahm ini adalah menemukan inovator dan jika ayahnya tidak mengijinkan perusahaan kecil berpartisipasi, ayahnya hanya menutup kemungkinan untuk mendapatkan ide terbaik untuk museumnya. Do bin minta ayahnya mempercayakan ini padanya.

Ayahnya bukan tidak mau menyerahkan proyek ini ke tangan Do bin hanya ia takut kehilangan muka. Akhirnya Do bin mengancam, kalau begitu, ia akan pergi lagi.

Chang ryul juga kesal karena ayahnya mengadakan kesepakatan gelap lagi untuk menyingkirkan Jin ho. Chang ryul berkata ia mampu bersaing dengan Jin ho secara adil dan sama. Ayahnya berpikir itu kekanak-kanakan, karena menang adalah yang paling penting.

Ayah Chang Ryul juga memanggil In hee ke kantornya dan ia bicara panjang lebar mengenai pernikahan mereka. In hee dengan kikuk berkata hubungannya dengan chang ryul sudah selesai. Ayah Chang Ryul kesal dan menghina In hee yang tidak selevel dengan keluarga mereka. In hee kesal dan membalas, ia mungkin tidak sepadan jika bicara tentang kekayaan, tapi ia menyadari ada hal2 yang tidak bisa dibeli dengan uang, dan saat pernikahan ia menyadari pria seperti apa yang ingin ia nikahi, seorang yang bisa ia percaya dan hormati, dan itu bukan Chang Ryul.

Chang ryul membawa In hee ke tepi sungai (org Korea ini suka pamer sungainya ..iyalah bersih..ngga kaya Cikapundung hiks..hiks). Chang ryul berkata di malam dimana Kae in mengusirnya, dan In Hee mengundangnya minum. Chang ryul heran mengapa Kae in tidak bisa melihatnya sebagai pria, dan In hee menjawab ia bisa dan sejak saat itu Chang Ryul jatuh hati pada In hee.

Chang Ryul tanya, lalu mengapa malam itu kau mengatakan hal itu padanya. Apa karena kekayaan dan status keluarganya? In hee menjawab bukan karena itu. Ini karena Kae in sangat mencintai Chang ryul. In hee melihat Kae in sangat bahagia dan jatuh cinta makanya In hee mulai menginginkan apa yang menjadi milik Kae in, dan ia menyukai pria Kae in yaitu Chang Ryul.

Tapi kemudian akhirnya In hee sadar bahwa yang ia cintai adalah dari pandangan Kae in, atas cinta sejati dan tidak berkesudahan milik Kae in. Dan bukannya pada Chang ryul. In hee benar2 wanita yang tidak tahu bagaimana mencintai.

Jin Ho dan Sang jun termenung saat Tae Hoon datang dengan berita bahwa Presdir Han dari MS grup yang akan mendapatkan tendernya. Jin ho menemui Do Bin tapi Do bin tidak ada. In hee berkata pada Jin ho mungkin Do bin membujuk ayahnya. Tapi In hee berkata jika Presdir Choi sudah memutuskan susah diubah.

In hee melihat Jin ho kesal dan ia menawarkan minum, tapi Jin ho menolaknya, In hee juga menawarkan untuk mengantar pulang, Jin ho menolak lagi.
Jin ho minum2 tapi sendirian, di pojangmacha dan ia minum sampai jatuh ke lantai.
In Hee pulang, Chang ryul menunggunya. Chang Ryul berkata In hee boleh mendapatkan apartemennya dan ia akan pergi. Chang ryul minta maaf karena membuat masalah dan berkata agar In hee tidak mengaburkan fantasi dengan kenyataan lagi. In hee harus hidup dengan baik dan Chang Ryul pergi.

In hee menangis dan minta maaf karena sudah mengganggu Chang ryul dan Kae in. Chang Ryul berkata agar In hee nanti menemukan orang yang ia cintai, bukan pacar orang lain. Chang ryul berkata ia benar2 mencintai In Hee dan In hee menangis.

Kae in menunggu Jin ho karena ia cemas. Jin ho belum pulang dan tidak menjawab telpnya. Jin ho jalan terhuyung2 pulang dan Kae inlari menyongsongnya. Jin ho menyambut Kae in,”Oh temanku Park Kae In!” Jin ho mengoceh panjang lebar.
Setelah di dalam, Kae in tanya mengapa Jin ho minum banyak. Jin ho menjawab yah ada kalanya seperti ini, dimana kau perlu minum.

Jin ho menangis, Jin Ho, “Aku berlari dengan kencang, mendengar orang2 berkata aku gila. Aku berlari, tapi aku hanya anak kecil. Anak yang tidak bisa melakukan apapun saat ayahnya meninggal. Sangat tidak adil sampai membuatku menangis. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Hanya anak kecil yang memukuli tembok. Sejauh apapun aku lari, aku selalu ada di tempat yang sama.”

Jin ho menangis dan Kae in mendengarkannya, ia juga menangis. Kae in memegang wajah Jin ho, “Jin ho sshi, apa kau menangis?” Jin ho melihat ke arah Kae in dan Kae in menghapus air mata dari wajah Jin ho. Jin ho mendekat dan mencium Kae in!

Sinopsis You’re Beautiful Episode 6

Standar

Setelah Mi Nyeo pingsan, Mi Nyeo tidur semalaman dengan posisi aneh diatas badan Tae Kyung. Paginya, Hoon yi masuk dan kaget melihat keduanya. (herannya Tae Kyung tetap tidur…)
Hoon Yi menemukan tombol kejut itu dan mencoba mencari penjelasan dari situasi didepannya. Hoon Yi sedikit berimajinasi dan mengira Tae Kyung sudah menggoda Mi Nyeo. Tapi Hoon Yi berubah pikiran, ia pikir justru Mi Nyeo yang menggoda Tae Kyung. Hoon Yi pergi keluar.



Tidak sadar dengan yang sudah terjadi, Mi Nyeo jatuh terduduk dan Bibi Mi Ja menemukannya setengah tertidur sambil duduk di lantai, Bibi Mi Ja menawarkan sarapan pada Mi Nyeo.
Untuk membangunkan Tae Kyung, bibi Mi Ja menepuk pantat Tae Kyung yang langsung membuatnya bangun. Tae Kyung turun untuk sarapan dengan perasaan aneh, ia minta Bibi Mi Ja tidak menyentuhnya lagi yang dibalas Bibi Mi Ja dengan memegang pantat Tae Kyung sekali lagi. (kacau juga si Bibi..) Hal ini tentu saja membuat Tae Kyung shock.

Hoon Yi lega saat tahu kejadian sesungguhnya dari Mi Nyeo apa yang terjadi semalam. Paling tidak, tidak ada hal yang yang tidak pantas terjadi, semua hanya kecelakaan saja. Mi Nyeo masih merasa shock dan lemah karena terkena setrum, maka Hoon yi menyarankan Mi Nyeo untuk banyak minum air.


Shin Woo sudah lebih baik perasaannya dan tanya bagaimana Mi Nam semalam. Shin WOo menerjemahkan kata2 pingsan Mi Nam dengan berpikir Mi Nam tidur dengan nyenyak. Tapi mi Nyeo berkata, “Aku membuat kesalahan, tapi Tae kyung tidak mengetahuinya jadi tidak apa2. Selain itu, aku baik2 saja.”

Ini benar2 tanda yang baik untuk Shin Woo, yang berpikir bahwa jika Mi Nyeo sudah merasa nyaman dengan Tae Kyung, mungkin Shin Woo tidak perlu cemas (karena Mi Nyeo memperlihatkan bahwa ia tidak menganggap Tae Kyung itu pria). Shin Woo juga menenangkan Mi Nyeo, ia sudah tidak apa2 karena Mi Nyeo merasa tidak enak karena masalah kemarin siang.

Shin Woo : “Aku memang merasa kesal karena ia bersama pria lain,tapi sepertinya dia tidak berpikir pria itu sebagai pria, jadi itu baik.”
Mi Nyeo : “Gadis itu sudah pasti akan menyukai pria seperti mu”
Shin Woo : “Aku percaya kata2 itu. KAu tidak bisa melupakan apa yang baru kau katakan, atau membatalkan perkataanmu. Janji.”
Dengan tersenyum, Shin Woo mengulurkan jari kelingkingnya.Tapi Mi Nyeo takut jika ia membalas, maka Shin Woo akan terkena pengaruh setrum yang masih ada di badannya, maka Mi nyeo meletakkan tangan di dadanya dan berkata, “Aku tidak merasakan apapun” Tapi Shin Woo tidak terlalu menanggapi kata2 Mi Nyeo.

Mi Nyeo menemui Tae Kyung di dapur yang berkata betapa cocoknya Mi Nyeo dengan Shin Woo dan usul bahwa Mi Nyeo harus sekamar dengan Shin Woo saja. Mi Nyeo menjawab, “Tapi Shin Woo itu pria! Tunggu…kau juga.” Tae Kyung menjawab dnegan dingin, “Dan kau juga.”
Bukannya Tae Kyung mulai cemburu dengan Shin Woo, tapi ia kesal karena jenis kelaminnya tidak disadari oleh Mi Nyeo. Tae Kyung juga heran mengapa ia tidur begitu nyenyak, ia pikir mungkin karena ia berjalan jauh sebelumnya.


Yoo Heyi tiba di kantor manajemen A.N dan menemui manager Sung Chan. Ia beralasan memberikan tiket VIP untuk film terbarunya pada Manager dan memintanya untuk membawa beberapa bintangnya, Sung Chan dengan senang akan membawa mereka.
Heyi jelas ingin mencari Tae Kyung, ia tahu Tae Kyung di studio. Dia dan stylist Wang melihat Tae Kyung menyelesaikan lagu “Without words”, Tae Kyung benar2 konsentrasi sehingga tidak menyadari keduanya. Ekspresinya berubah saat melihat kedatangan He yi. He Yi mencoba masuk ke dalam studio, ternyata pintunya dikunci dan Tae Kyung cuek saja.

Heyi tidak sabar dan ia menulis di kertas, ia ingin pintu dibuka. Tae Kyung menolaknya, Heyi menulis, “Aku datang untuk mencari tahu siapa gadis itu.” Tae Kyung menyeringai, “Kau tidak akan bisa.” pesan ketiga “Aku tidak akan membiarkannya.”
Ini menarik perhatian Tae Kyung, Tae Kyung mendekat dan melihat Heyi salah tulis, maka Tae Kyung menulisnya lagi dengan terbalik di kaca agar he Yi lihat dengan ejaan yang benar. Ini membuat marah Heyi. Lalu Tae Kyung menambahkan kata2 : “CCTV (kamera) dan sebuah panah menunjuk ke atas.” He Yi pergi dengan kesal, Tae Kyung heran mengapa He Yi datang ke studio.

He Yi kemudian mencari Mi Nam yang sedang di studio dance bersama yang lain dan mengaku bahwa ia fans Mi Nam. Heyi minta foto bersama Mi Nam, lalu berkomentar, “Kau tidak terlihat seperti pria.” Ini sengaja. He Yi berkata demikian karena menurutnya Mi Nam mundur saat ia merangkul lengannya.
Hoon Yi menganggap ini sebagai hal yang baik, jika peri Korea adalah fan maka Mi Nam akan sukses. Mi Nyeo berkata : “Aku tidak merasa aku punya daya tarik sebagai pria.”

Hoon Yi berkata, “Hwang Tae Kyung menyukai Yoo Heyi dan Yoo Heyi menyukai Go Mi Nam, itu berarti kau mengalahkan Tae Kyung.” Mi Nyeo tanya, “Hwang Tae Kyung menyukainya?” Hoon Yi mendengar dari Sung Chan bahwa ada sesuatu diantara keduanya, lalu Mi Nyeo melihat ke arah Heyi dan berkata dengan sedih, “Dia benar2 cantik. Jadi Hwang Tae Kyung menyukai gadis cantik seperti dia.”

Lalu Mi Nyeo memegang dadanya lagi, karena ia mulai merasa aneh lagi. Mi Nyeo tidak sadar perasaannya, ia pikir itu karena pengaruh setrum semalam.

Saat Mi Nyeo merasa iri pada Heyi, ia tidak tahu bahwa Heyi juga merasa iri padanya, bahkan dengan perasaan benci. He Yi melihat saat Manager Sung Chan membawa ke 4 personel A.N.JELL untuk makan siang, dan berkata dengan cemburu bahwa Mi Nam berpura-pura seperti pria tapi diperlakukan seperti seorang putri. Jika Mi Nam terbukti bahwa ia seorang wanita, Mi Nam akan kehilangan segalanya. Heyi tanya pada dirinya, “Kapan aku akan menjatuhkan bom?”

Saat makan, Mi Nyeo mendengar saat Sung Chan tanya kapan Tae Kyung akan menjelaskan berita tentang Heyi. Tae Kyung berkata tidak ada apa2 diantara mereka, dan berkata bahwa ia tidak tertarik bekerja sama dengan Mo Hwa Ran. Sung Chan menerimanya.

Mi Nyeo merasa depresi dengan semua percakapan mengenai Heyi, dan Jeremy melihatnya tidak makan. Jeremy masih bingung dan tidak nyaman berada di dekat Mi Nyeo, tapi berlawanan dengan pikirannya, ia memberikan piringnya dan berkata, “Jangan sampai sakit.”

Mi Nyeo tanya, “Jeremy, pria secara alamiah menyukai gadis cantik kan? Kau juga kan?” Jeremy masih memikirkan kebingungannya dan ia berkata untuk menegaskan, “Tentu saja! Karena aku pria, aku hanya menyukai wanita yang benar2 cantik! Hanya wanita dengan wajah yang benar2 cantik dan tubuh indah? apa kau pikir aku suka pria seperti dirimu?”

Keduanya sebenarnya berbicara masalah yang sama sekali berbeda.

Reporter Kim yang menjengkelkan berada di luar kantor manajemen AN Entertainment, ia tanya pada fans apakah mereka melihat Heyi dengan Tae Kyung saat ia mampir. Sayuri memotong, ia minta anak buahnya tidak berbicara apapun pada reporter, “Kau seorang reporter,kan? Kami akan melindungi privacy oppa-oppa kami.” (loyalitas fans..hehe)

Gadis2 itu menghela nafas melihat foto2 yang diambil saat festival, dan reporter melihat dari belakang, ia melihat Mi Nam di lobby dengan wajah tersembunyi dan sadar mungkin ada gadis lain. Reporter Kim merebut foto2 mereka dan lari sambil berteriak, “Jadi ada gadis lain? Siapa ia?”

Saat makan siang, Sung Chan mengumumkan bahwa Mi Nam akan mulai aktifitas baru. Sebelum A.N.JELL meluncurkan album ke-6nya, mereka akan mengeluarkan single album untuk Mi Nam, menampilkan satu lagu yang sempurna, satu dari karya Tae Kyung.

Ini jelas membuat tugas Mi Nyeo menjadi lebih berat lagi, maka ia dan Hoon yi memohon pada Tae Kyung untuk membantu mereka. Hoon Yi janji, Mi Nam yang asli akan kembali sebelum album ke-6 mereka keluar. Tae Kyung hanya menjawab, jika Mi Nyeo dapat menyanyi, ia bisa tinggal. “Jika tidak, maka kau harus pergi.”

Mi Nyeo merasa pekerjaan solo sangat menekan, ia harus muncul untuk tampil secara live dan sering. Shin Woo tanya apa Mi Nyeo gugup dan menenangkan Mi Nyeo agar tidak perlu cemas, mereka akan mendukung Mi Nyeo. Shin Woo akan selalu membantunya.

Hoon Yi memohon agar Tae Kyung membantu Mi Nyeo dengan menyanyikan lagunya sendiri bukan menyerahkannya pada Mi Nam. Tae Kyung menolaknya, manager bahkan sampai menahan kaki Tae Kyung, tapi Tae Kyung berhenti saat manager Hoon Yi menerima sms dari Mi Nyeo yang berkata ia akan menemui Biarawati. Hoon Yi ketakutan, “Go Mi Nam sudah pergi, Puas?”

Tae Kyung kesal. “Go Mi Nam pergi seperti itu saja?” Tae Kyung masuk ke mobilnya dan menyetir dengan agresif dan tiba2 berbelok (adegan U-turn yang klise..).


Tae Kyung menelepon Mi Nyeo tanya dimana dia, lalu minta agar Mi Nyeo tetap di tempat. Tae Kyung melihat Mi Nyeo di perhentian bis dengan dandanan wanita. Tae Kyung, “Kau akan pergi seperti itu saja?” Bagaimana kau bisa pergi tanpa berkata apapun? Apa kau meninggalkanku untuk menjelaskan semuanya pada yang lain? Bagaimana dengan bibimu? Kau harus menjelaskan pada semua orang sebelum kau pergi! Apa kau pikir kau bisa menutupi semuanya seperti itu ? Apa kau pikir aku akan membiarkanmu pergi seperti ini ?

Tae Kyung menyuruhnya masuk ke mobil. Mi Nyeo tanya, “Lalu..apa kau akan mengantarkanku?”

Wajah Tae Kyung berkerut, “Apa..?” Mi nyeo menjelaskan, “Suster Kepala mengunjungi Seoul. Mi Nyeo akan menemuinya.”


Melihat penampilan feminim Mi Nyeo, Tae Kyung berkata,”Seperti bertemu denganmu untuk pertama kalinya. Untuk suatu alasan. Aku merasa harus berbicara sopan denganmu.” Tae Kyung memanggilnya dengan sebutan nona Go Mi Nam, Mi Nyeo membenarkan, namanya Go Mi Nyeo.

Tae Kyung menggoda, “Lalu Nona Go Mi Nyeo memotong rambutnya untuk menjadi Tuan Mi Nam ?”
Mi Nyeo, “Ya. Tapi saat ia menjadi pria, aku menjadi pria yang gaya.”
Tae Kyung, “Tetap saja, kau pasti sedih harus memotong rambutmu. Bagaimanapun kau seorang gadis.”
Mi Nyeo, “Biarpun rambutku pendek, aku seorang gadis.”
Tae Kyung, berpikir sejenak “Tapi Go Mi Nam yang kutahu masih seorang pria.”
Mi Nyeo, “Tapi sekarang rambutku sudah panjang dan aku mengenakan jepit rambut, biarpun aku tidak cantik, apa aku tidak seperti seorang gadis?”
TaeKyung, “Apa kau berkeras bahwa kau terlihat seperti seorang gadis mengenakan jepit dengan rambut palsu?”

Mi Nyeo kecewa dengan tanggapan Tae Kyung, dan melepas jepit rambutnya. Apalagi saat jepit rambutnya juga patah. Tae Kyung sedikit merasa bersalah dengan perkataannya.


Mereka sampai di Gereja, Tae Kyung berkata ia akan mengantar Mi Nyeo pulang, jadi Mi Nyeo minta waktu 2 jam untuk menemui Suster Kepala. Saat Mi Nyeo pergi, Tae Kyung melihat jepit yang patah dan berkata, “Aku tidak mematahkannya, tapi aku merasa tidak enak sekarang.”

Mi Nyeo tidak bisa mengungkapkan masalahnya didepan Suster Kepala, tapi ia minta Suster menghiburnya.

Tae Kyung menyetir berkeliling untuk membunuh waktu, dan ia berhenti di penjual jepit dan mencari jepit rambut. Tae Kyung tidak punya uang kecil, maka dia bayar jepit seharga $ 3 dengan uang $ 100. Tae Kyung berkata, “Ini jepit seharga $100.” He Yi telpon, Tae Kyung malas melayaninya dan menutup telpnya. Lalu Heyi telp lagi, sebelum Tae Kyung sempat menutupnya lagi, Heyi teriak, “Wanita itu! Ada foto yang lain dari wanita itu. Salah satu stafku mengambil fotonya saat kau lari dengannya.”

Untuk mencegah Heyi pergi mengabarkan ini pada media, Tae Kyung dengan malas menemuinya di taman, dimana ia merancang sesuatu, ia mencoba memancing Tae Kyung berbicara mengenai gadis itu. Apa ia dari agensi? Bintang atau staf?

Saat Tae Kyung tanya dimana heyi memarkir mobilnya, ia berkata, “Jadi kau tidak melihatnya? Disana, jauh..” Lalu Tae Kyung menyeringai, lalu mengambil salah satu sepatu Heyi dan melemparkannya ke air..Ha!

Heyi kesal, ia melemparkan sepatunya yang satu lagi ke arah Tae Kyung, Tae Kyung menendangnya masuk ke air juga ..Dobel Ha!

Sekarang Tae Kyung sudah terlambat menjemput Mi Nyeo. Tae Kyung menelepon Mi Nyeo, Mi Nyeo berkata tidak apa2 ia menunggu di depan Gereja.


Kesal, Heyi siap memanggil reporter, saat tiba2 ia terkena lemparan bola basket di kepalanya! Ha!Ha!Ha! Serombongan pemain basket mendekat dan menyadari siapa Heyi, mereka senang dan mengambil fotonya. He Yi kesal, marah, dan hidungnya berdarah. Merasa terganggu, dia minta mereka tidak mengambil fotonya, tapi mereka mengabaikannya dan mereka mengerumuni Heyi seperti serombongan fans maniak. Heyi mulai menangis dan tiba2 seseorang datang menolong.

Tae Kyung! Dia mengenakan jaketnya pada Heyi dan menuntunnya ke mobil. Saat Heyi menunggu managernya untuk menjemput, dia berkata dengan malu, “Aku harus berhenti.” Tae Kyung berkata, “Apa tidak lebih memalukan jika kau berhenti sekarang dengan foto terakhir seperti tadi?”


Heyi heran mengapa Tae Kyung membantunya ini bisa mengakibatkan skandal. Tae Kyung menjawab, “Karena aku tahu bagaimana rasanya diambil fotonya secara salah.” Tae Kyung dengan gelisah mengecek jamnya, memikirkan Mi Nyeo, dan berkata pada heyi ini sudah waktunya pergi. Heyi berkeras agar Tae Kyung menunggu sampai manajernya tiba, karena Tae Kyung sudah membuang sepatunya.

Foto2 mereka langsung diupload ke internet (astaga..benar2 maniak fans disana..) dan segera menghantam agensi, mereka sibuk menerima telp. Manajemen membantah rumor itu dan Hoon Yi berkata bahwa, “Mereka hanya oppa-dongsaeng! Oppa-dongsaeng (kakak-adik, ini adalah penjelasan atau alasan yang biasa diberikan agensi Korea jika ada bintang2nya yang terlibat affair hehe..)”

Shin Woo berpikir bukankah Tae Kyung bersama Mi Nyeo? Jika ia bersama Heyi, lalu apa yang terjadi dengan Mi Nyeo?

Ponsel Tae Kyung berdering, Tae Kyung ada di luar mobil. He Yi melihat itu dari Mi Nam, maka ia mengangkat dan berkata, “Oppa tidak bisa datang sekarang. Jangan menunggu.”

Mi Nyeo merasa terganggu dengan berita di internet, dan ia merasa dia tidak perlu menunggu Tae Kyung lagi. Tapi Mi Nyeo tidak bisa pulang dengan berbusana wanita dan barang2nya semuanya ada di mobil Tae Kyung, jadi dia harus membeli baju untuk ganti.

Mi Nyeo menyusuri pasar Myungdong, Seoul, ia mencari2 baju. Mi Nyeo menerima telp dari Shin Woo, yang menawarkan jemputan. Mi Nyeo dengan sopan menolak, tidak tahu bahwa ia sudah ada di dekatnya (Shin Woo tahu bahwa letak Gereja Mi Nyeo didekat Myungdong)


Shin Woo menyarankan agar Mi Nyeo mencoba makan mie di sana, Mi Nyeo mengikuti saran Shin Woo. Shin Woo duduk di belakang meja Mi Nyeo dan membiarkannya menikmati makanannya sendirian. Lalu Shin Woo menelepon lagi, ia berkata bahwa ada kedai ice cream yang enak. Mi Nyeo menuju ke sana dan mendapatkan ekstra dessert untuknya (Shin Woo yang pesan, dan berkata agar pelayan mengatakan bahwa itu gratis) Mi Nyeo sangat menikmati ice cream-nya.

Saat Mi Nyeo minta rekomendasi toko baju yang murah, Shin Woo menyarankan pergi ke butik mahal. Mi Nyeo membeli baju dengan “harga spesial diskon”, saat Mi Nyeo pergi, Shin Woo membayar kekurangannya (bwa…asyik banget..)

Sekarang, Shin Woo akan mengakhiri semuanya, Shin Woo menelepon dan berkata ia punya kejutan untuk Mi Nyeo, dan minta Mi Nyeo berbalik ke belakang. Shin Woo melihat Mi Nyeo akan berbalik ke arahnya, ia mununggu dengan penuh harap…saat tiba2 ponsel Mi Nyeo berdering ..Tae Kyung!


Tae Kyung ada di depan gereja dan siap mengantarnya pulang. Karena senang, Mi Nyeo langsung segera menuju Tae Kyung dan melupakan Shin Woo. Shin Woo kaget, dengan sedih ia berkata, “Kau hampir disini. Kau seharusnya melangkah satu langkah lagi…”

Mi Nyeo senang menemui Tae Kyung dan menuju mobilnya untuk berganti baju menjadi Mi Nam. Tae Kyung menghentikannya dan berkata, “Bagaimana jika pulang seperti itu saja?” Bagaimana jika kau ungkapkan saja semua pada Sung Chan? Tae Kyung, “Aku akan membantumu.”

Mi Nyeo tanya mengapa Tae Kyung menerimanya masuk sebagai anggota grup. Tae Kyung menjawab, “Aku suka suaramu. Seperti kata Presiden Ahn, suara yang sudah lama kucari, yang paling tepat untuk lagu baruku.”

Mi Nyeo minta Tae Kyung mempercayakan lagu itu padanya, karena suaranya tidak palsu dan ia berjanji akan bekerja keras.

Mi Nyeo sudah menjadi Mi Nam lagi, mereka pulang. Tae Kyung tanya apa Mi Nyeo menemukan sesuatu di tasnya, Mi Nyeo menemukan jepit rambut. Tae Kyung akan menjelaskan, tapi Mi Nyeo tanya, apa ini milik Heyi? Heyi adalah nama yang menjengkelkan untuk Tae Kyung. Mi Nyeo berkata ia tahu mereka tadi bersama, Heyi bahkan menjawab telpnya. Tae Kyung marah, tapi ia berkata, “Itu bukan miliknya, itu milikmu!”

Tae Kyung, “Kau terlihat sangat terpukul saat jepitmu patah, maka aku membelinya tadi.” Mi Nyeo tersentuh dan Tae Kyung bangga dengan dirinya. Tae Kyung heran mengapa kau hanya melihatnya? (maksudnya, mengapa tidak memakainya?) tentu saja Mi Nyeo tidak bisa memakainya dengan dandanan pria. Maka Mi Nyeo berjanji akan memakainya nanti jika ia kembali sebagai seorang gadis dan rambutnya sudah panjang lagi.

Tae Kyung mengingatkan Mi Nyeo, “Sekali kau kembali sebagai seorang wanita, bukankah kau harus pergi?” Mi Nyeo menjawab, “Sebagai seorang wanita, aku tidak punya alasan menemuimu, bukan?”

Sementara itu, Heyi merasa ada yang aneh dengan perasaannya. “Jika aku mencelakainya (Mi Nam), Tae Kyung akan terluka juga.” Heyi mulai tertarik dengan Tae Kyung setelah ia ditolong olehnya. Maka Heyi memutuskan untuk membiarkan saja semuanya kali ini. Tapi Heyi juga melihat kesempatan untuk mendapatkan yang ia inginkan, lalu menuju kantor A.N, untuk mengembalikan jaket Tae Kyung. (Heyi jelas tahu kehadiran reporter2 haus darah itu..)

Tentu saja, kehadirannya membuat paparazzi haus darah gempar! He Yi bahkan membuatnya seperti sesuatu yang sangat penting dan ia berkata pada Sung Chan bahwa ia akan mengatakan sebenarnya saat “Oppa” (Tae Kyung) tiba.


Tae Kyung dan Mi Nam juga sudah sampai di kantor, lewat pintu belakang. Saat Tae Kyung menemui Heyi, ia marah, Heyi datang ke sini hanya untuk mengembalikan jaket?

Heyi, “Orang tidak akan mempercayai kita jika kita berkata itu tidak benar, maka apa kau mau membuatnya menjadi benar?” Heyi tertarik untuk kencan tapi Tae Kyung menolaknya dengan datar, “Tidak, aku tidak ingin berkata kita berkencan. Ini konyol. Jika aku pergi keluar dan mengumumkan bahwa ini tidak benar, kau akan malu datang ke sini. Jadi kau pergi saja dan jelaskan bahwa tidak ada apa2.”

Terluka dan marah, Heyi berkata, “Ini semua karena kau!” Heyi mengingatkan bahwa ia tahu siapa wanita itu. Tae Kyung tidak sabar dengan ancaman Heyi dan berkata agar Heyi berhenti main2. Tae Kyung pergi. Heyi mengirim foto Mi Nam pada Tae Kyung dan berkata, “Aku sudah bilang aku tahu siapa dia. Lihat, aku tidak bercanda.”

Tae Kyung sekarang sadar bahwa Heyi tahu bahwa Mi Nam adalah gadis lain itu. Heyi keluar untuk mengumumkannya pada reporter, Heyi, “Beraninya ia menolakku!”

Waktu sangat singkat, Tae Kyung harus segera mengambil keputusan bagaimana menyelesaikan ini. Tae Kyung menatap Mi Nyeo dan tanya, “Go Mi Nam, aku mau tanya lagi. Apa kau harus tetap tinggal? Apa kau tetap akan menjadi seorang pria disini, dan sebagai Go Mi Nam?”

Mi Nyeo mengangguk.


Maka Tae Kyung sudah memutuskan. Ia berlari menyusul Heyi, menahan tangannya, Heyi hampir sampai di lobby. Mereka berdiri di ujung tangga. Heyi marah dan memutuskan untuk mengekspos Mi Nam, “Apa kau kira, kau bisa menutup mulutku? Lepaskan aku!”

Heyi mencoba menarik tangannya dari cengkeraman Tae Kyung, lalu Tae Kyung melakukan yang bisa ia lakukan untuk menghentikan Heyi, ia menariknya dan mencium Heyi di depan para reporter yang langsung menyambar adegan itu dengan kilatan lampu blitz!


Mi Nyeo melihat mereka dari kejauhan.

Hatinya sakit lagi dan ia bertanya, “Suster Kepala, apa sengatan listrik bisa demikian menyakitkan?”

Credit : kadorama-recaps.blog